Sering Membolos Sekolah Tanda Gangguan Jiwa

by - September 12, 2017

Blog dr.Dini - Membolos sekolah (truancy) adalah salah satu sikap absenteeism yaitu ketidakhadiran siswa pada jam-jam pelajaran atas alasan yang tidak dapat dimaklumi atau tanpa adanya alasan untuk melakukannya di mana hal tersebut biasanya dirahasiakan oleh siswa tersebut dari orangtua mereka.

bolos sekolah gangguan jiwa


Sedangkan alasan untuk tidak hadir yang dapat dimaklumi misalnya keadaan sakit, kegiatan keagamaan, pemakaman keluarga, cuaca buruk yang membahayakan (hujan deras disertai petir), atau alasan lain yang lebih spesifik yang bisa dimaklumi.

Bentuk lain dari absenteeism adalah School Refusal Behavior dimana tindakan ini biasanya diketahui oleh orangtua. Ternyata, sikap anak sekolah yang sering membolos itu bisa jadi tanda gangguan jiwa.

Baik truancy dan school refusal behavior sama-sama menimbulkan sikap absenteeism dan mempunyai pengaruh dan faktor risiko yang sama. Absenteeism dapat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian, sosial, dan edukasional anak tersebut (Haarman, 2011).

Pengaruh jangka pendeknya adalah siswa dapat tertinggal dalam pelajarannya, hasil-hasil ujian buruk, pencapaian prestasi minim, yang dapat membuat siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah (drop out) karena dianggap tidak dapat mengikuti pelajaran, tidak bertanggung jawab, dan tidak disiplin pada kewajiban akademisnya (academic disengagement).

Ternyata pengaruh jangka pendek ini bukanlah yang terburuk. Yang perlu digarisbawahi adalah efek jangka panjangnya.

Absen dari sekolah dapat memicu timbulnya kenakalan-kenakalan remaja yang lain, seperti pergaulan bebas, kehamilan di luar pernikahan, kecelakaan yang tidak diinginkan, kejahatan narkoba, sampai meningkatnya perasaan ingin bunuh diri (depresi) akibat perasaan tidak berguna, pencapaian prestasi buruk, tidak adanya harapan yang baik akan masa depan.

Menurut Profesor Jeffrey Wood, University of California, Los Angeles, bahwa siswa-siswa yang sering bolos kemungkinan besar memiliki gangguan jiwa seperti depresi dan perilaku antisosial dalam dirinya, dan biasanya akan semakin nyata gejala depresi dan perilaku antisosialnya di masa mendatang.

Penelitian tentang siswa kelas VIII yang absen lebih dari 20 hari menunjukkan lebih banyak yang terkena gangguan depresi pada kelas X, dibandingkan dengan siswa yang absen kurang dari 20 hari atau yang tidak absen sama sekali.

Mengetahui hal ini, tentu saja sikap sering membolos ini harusnya menjadi perhatian yang sangat besar bagi orangtua dan guru mengingat hal tersebut bukanlah karena hanya perkara bahwa siswa tersebut 'malas' sekolah, tapi lebih menyangkut kewaspadaan kita akan adanya gangguan jiwa pada anak.

Selain gangguan depresi dan antisosial, gangguan jiwa lain yang berhubungan erat dengan sikap absenteeism ini adalah gangguan afektif dan gangguan kecemasan (anxiety).

Jadi, jika anak sekolah sering membolos bisa jadi itu merupakan tanda adanya gangguan jiwa, seperti:

1. Depresi

Depresi adalah gangguan mental dengan gejala perasaan bersedih, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, tidur terganggu, nafsu makan berubah dan energi lemah.

Masalah ini dapat menjadi kronis atau berulang dan menyebabkan gangguan besar dalam kemampuan seseorang untuk menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Pada kasus yang parah, depresi dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

2. Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial adalah gangguan di mana penderitanya tidak peduli dengan hak orang lain.

Tindakan mereka tidak didasarkan pada apa pun kecuali hasrat mereka sendiri. Orang dengan gangguan ini menunjukkan pola perilaku impulsif, tidak bertanggung jawab, tidak dipikirkan, dan kadang-kadang merugikan orang lain.

 3. Gangguan Afektif

 Gangguan afektif adalah gangguan dengan gejala utama adanya perubahan suasana perasaan (mood) atau afek, biasanya ke arah depresi dengan atau tanpa ansietas yang menyertainya, atau ke arah elasi (suasana perasaan meningkat).

4. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan (anxiety) adalah kondisi yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran berlebihan atas peristiwa kehidupan sehari-hari tanpa alasan yang jelas untuk mencemaskan/ mengkhawatirkannya.

Akhirnya, ansietas yang mendominasi pikiran orang tersebut akan mengganggu fungsi sehari-hari, termasuk sekolah, kegiatan sosial, dan hubungan interpersonal.

Inilah artikel tentang Sering Membolos Sekolah Tanda Gangguan Jiwa. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :





Referensi:

1. Rajeevan Rasasingham "The Risk And Protective Factors of School Absenteeism" University of Toronto, Toronto, Canada Harvard University, Cambridge, MA, USA

 2. Janice Wood "School Absenteeism, Mental Health Problem Linked"

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.