Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan

by - September 14, 2017

Blog dr.Dini - Gangguan jiwa pasca melahirkan sering terjadi namun sering tidak disadari. Bagi banyak ibu, masa nifas adalah periode penuh stres secara fisik dan emosional, terutama pada satu minggu pertama. 

depresi postpartum, baby blues

Bagaimana menurut Anda?

Apakah masa nifas Anda terasa sangat berat hingga berpotensi untuk terjadi gangguan jiwa pasca melahirkan? 

Coba ingat-ingat saat-saat itu, bersyukurlah jika Anda dapat melalui masa nifas tanpa kesulitan. 

Karena sebagian besar ibu dapat mengalami gangguan jiwa pasca melahirkan yang mungkin tidak mau mereka akui karena rasa malu, padahal saat itu mereka sangat membutuhkan pertolongan terutama dari pihak keluarga. 

Masa nifas dirasa berat ditandai dengan emosi yang labil dan mudah tersinggung. Perubahan mood atau feeling blue dapat terjadi beberapa minggu setelah melahirkan. Seorang ibu dapat mengalami frustasi atau sedih tanpa sebab yang jelas. 

Hal tersebut yang menjadi dasar adanya kelainan psikologis pada masa nifas. Kenali ciri-ciri gangguan jiwa pasca melahirkan, dan terbukalah pada keluarga jika Anda butuh pertolongan berupa dukungan moril dan materiil dari mereka, agar gangguan jiwa pasca melahirkan ini tidak pernah terjadi pada Anda. 

Inilah Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan yang dapat terjadi segera atau beberapa minggu setelah melahirkan. 


1. Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan - Postpartum blues 


Postpartum blues atau yang biasa kita kenal dengan baby blues, adalah gangguan mood yang menyertai suatu persalinan. 

Sekitar 10-17 % wanita mengalami babyblues umumnya disebabkan karena perubahan hormon. Babyblues biasanya terjadi dari hari ke-3 sampai hari ke-10 pasca melahirkan. 

Sang ibu dapat menangis, mudah tersinggung, cemas, sedih, dan menjadi pelupa. Hal yang dialami ibu tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kesehatan ibu atau bayi, pemberian ASI atau susu formula, atau komplikasi persalinan. 

Gangguan Babyblues jarang terjadi jika ada dukungan lingkungan sekitarnya untuk membantu mengurus bayi yang baru dilahirkan. Babyblues juga lebih sering terjadi pada lingkungan keluarga dimana seseorang tidak bebas mengutarakan perasaannya. 

2. Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan - Postpartum Depression 


Postpartum Depression atau disebut depresi pasca melahirkan, adalah sindroma depresi non psikotik yang dapat terjadi pada persalinan ataupun kehamilan. 10-15% ibu nifas dapat mengalami depresi ini. 

Depresi pasca melahirkan harus dibedakan dengan depresi psikotik, dimana pada depresi psikotik terdapat gangguan menilai realitas yang berat, halusinasi, waham, disertai pembicaraan dan tingkah laku yang kacau. 

Sedangkan pada depresi pasca melahirkan, gejalanya berupa perubahan mood, gangguan pola tidur, gangguan makan, gangguan konsentrasi, ataupun gangguan libido, kadang disertai pula dengan fobia atau ketakutan. 

Depresi pasca melahirkan dapat terjadi beberapa minggu atau bulan setelah persalinan. Depresi pasca melahirkan cenderung mengalami kekambuhan pada kelahiran anak berikutnya. 

Terapi depresi pasca melahirkan mencakup dukungan keluarga dan lingkungan terhadap ibu usai melahirkan, psikoterapi, dan obat anti depresi.Konsultasikan kepada Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (SpKJ) untuk mendapatkan terapi yang tepat mengingat beberapa obat anti depresi memberikan pengaruh bila ibu aktif menyusui. 

Jika ibu mengalami depresi yang berat sampai terdapatnya keinginan untuk bunuh diri, maka ibu dapat dirawat di rumah sakit. 

3. Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan - Psikosis pasca persalinan 

 

Hanya 1-2 orang kasus psikosis pasca persalinan pada 1000 kelahiran bayi. 

Psikosis postpartum merupakan gangguan mental yang berat di mana sang ibu dapat melukai dirinya sendiri atau bahkan bayinya. 

Gejala psikosis persalinan berupa tidak dapat tidur, mudah tersinggung, adanya gangguan menilai kenyataan, halusinasi, di mana tidak ada gangguan organik pada sang ibu. 

Psikosis post partum memerlukan perawatan yang serius. 

Dapat terjadi beberapa hari setelah persalinan sampai 4-6 minggu. 

Sebenarnya pada perawatan antenatal saat memeriksakan kehamilan, faktor risiko terjadinya gangguan kejiwaan pasca melahirkan dapat dicari dengan adanya komunikasi yang baik antara petugas kesehatan, Dokter Spesialis Kandungan, dan sang ibu ataupun keluarga. 

Hal ini sangat berguna untuk mengantisipasi ibu hamil tersebut agar tidak terjadi gangguan jiwa setelah melahirkan, misalnya Dokter dapat memberikan saran atau psikoterapi oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa/Psikiater jika diperlukan. 

Adapun faktor risiko terjadi gangguan kejiwaan pada ibu setelah melahirkan adalah sbb. 

 

1. Adanya riwayat gangguan kejiwaan sebelum hamil misalnya gaya hidup menyendiri, pernah mengalami pelecehan seksual, adanya penggunaan narkoba, atau pernah mengalami kekerasan fisik dan emosional. 

2. Adanya riwayat gangguan kejiwaan pada kehamilan sebelumnya Gangguan kejiwaan pasca persalinan, depresi post partum, cenderung mengalami rekurensi atau kekambuhan pada persalinan berikutnya. 

3. Adanya problem psikologis yang pernah dialami misalnya riwayat berpisah dengan orangtua yang terlalu awal, kesulitan untuk berpisah dengan orangtua, masalah dengan keluarga saat persalinan, kematian keluarga atau sahabat dekat pada saat kehamilan atau persalinan, adanya konflik tentang pengasuhan anak. 

4. Riwayat reproduksi yang buruk misalnya riwayat kesulitan dalam kehamilan dan persalinan sebelumnya, riwayat kematian janin dalam kandungan/Intrauterine fetal death atau kematian bayi segera setelah lahir, riwayat kelahiran cacat pada bayi, riwayat infertilitas atau kemandulan, riwayat keguguran (abortus) berulang, atau riwayat hiperemesis (muntah-muntah berlebihan ketika hamil). 

Jika ibu hamil dengan faktor risiko di atas, sebaiknya pihak keluarga dan tenaga kesehatan, mempersiapkan ibu hamil tersebut meningkatkan kepercayaan dirinya untuk menghadapi persalinan, menemani (assistance) ibu hamil agar ia tidak merasa 'sendirian', dan memberikan dukungan pada saat hamil, bersalin, dan nifas. 

Kasih sayang sangat dibutuhkan ibu dalam menghadapi persalinan, suatu perubahan besar dalam hidup seorang wanita.

Inilah artikel tentang Gangguan Jiwa Pasca Melahirkan. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.