Anemia Defisiensi Besi

by - September 17, 2017

Blog dr.Dini - Sahabats, anemia terbanyak baik di negara maju ataupun negara berkembang seperti negara kita, adalah anemia karena kekurangan zat besi, atau yang biasa disebut anemia defisiensi besi.

anemia, anemia defisiensi besi, kurang darah


Karena anemia yang paling banyak terjadi ini adalah anemia defisiensi besi, biasanya kalau kita mengalami anemia, Dokter akan meresepkan suplemen zat besi.

Mengapa bisa terjadi anemia defisiensi besi?


Keadaan anemia bisa terjadi ketika jumlah sel darah merah yang ada dalam darah lebih rendah dari normal. Anda akan mengeluh pusing, sakit kepala, lemah, letih, lesu, sering mengantuk, atau kurang konsentrasi jika sel darah merah Anda kurang dari normal.

Dan, anemia defisiensi besi adalah bentuk yang paling umum dari anemia. Anemia defisiensi besi adalah suatu keadaan anemia yaitu penurunan jumlah sel darah merah yang disebabkan karena asupan nutrisi zat besi terlalu sedikit.

Anemia defisiensi besi biasanya terjadi pada 20% wanita, dan 3% laki-laki, karena mereka tidak memiliki kandungan zat besi dalam jumlah yang cukup dalam tubuh mereka. Dan juga 50% wanita hamil mengalami anemia defisiensi zat besi.

Tubuh kita membutuhkan zat besi untuk membuat suatu protein yang bertanggung jawab sebagai pembawa oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ tubuh agar semua metabolisme tubuh bekerja dengan baik.

Protein penting yang membutuhkan zat besi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh ini kita kenal sebagai Hemoglobin. Atau suatu protein yang angkanya tertulis dalam kertas laporan hasil laboratorium sebagai Hb.

Jika angka Hb lebih kecil dari nilai normal, maka keadaannya disebut sebagai anemia.

Pada anemia defisiensi besi, nilai Hb yang rendah ini berkaitan dengan kadar zat besi yang tidak mencukupi dalam sirkulasi darah tubuh, sehingga tubuh Anda akan kekurangan oksigen yang dibutuhkan.

Saat tubuh kekurangan oksigen, maka bisa terjadi kerusakan sel, yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Oleh karena itu, saat Anda mengalami berbagai keluhan yang biasanya terjadi pada anemia, segeralah melakukan pemeriksaan darah, agar anemia bisa segera terdeteksi.

Apa saja keluhan yang berhubungan dengan anemia?

 

Keluhan yang biasa timbul jika Anda mengalami anemia adalah sbb :
  • Lemah, Letih, Lesu
  • Kurang konsentrasi
  • Kurang bersemangat
  • Hipersensitif atau emosi tidak stabil
  • Mudah tersinggung
  • Wajah terlihat pucat
  • Sering sakit kepala
  • Merasa sesak meski tidak ada riwayat penyakit paru
  • Berdebar-debar
  • Sering kesemutan
  • Ujung jari kaki dan tangan terasa dingin
  • Lidah terasa membengkak, dan
  • Daya tahan tubuh menurun sehingga gampang sakit
Bila Anda memiliki keluhan seperti tsb di atas, kemungkinan Anda mengalami anemia.

Dan, apakah Anda tau, Sahabat, bahwa ternyata anemia defisiensi besi itu ada tingkatannya, loh.

Apa saja tingkatan anemia defisiensi besi?


Anemia defisiensi besi dibagi menjadi tiga tingkat yaitu:

1, Deplesi Besi

Deplesi besi atau iron depleted state adalah suatu keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh kita menurun, tetapi fungsi pembentukan sel darah merah (eritropoesis) masih belum terganggu.

Berarti meski kadar zat besi dalam tubuh jumlahnya kurang dari normal, nilai Hb masih normal secara laboratorik.

2. Eritropoesis defisiensi besi

Eritropoesis defisiensi besi atau iron deficient erythropoesis adalah keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh untuk fungsi pembentukan sel darah merah sudah kosong, sehingga penyediaan zat besi untuk membentuk sel darah merah (eritropoesis) sudah terganggu, tetapi nilai Hb masih normal secara laboratorik.

Pada keadaan eritropoesis defisiensi besi, meskipun cadangan zat besi dalam tubuh sudah kosong, tanda-tanda terjadinya anemia belum terlihat.

3. Anemia defisiensi besi

Pada keadaan anemia defisiensi besi, cadangan zat besi dalam tubuh sudah kosong dan sudah tampak pula keluhan secara fisik dan tanda-tanda anemia secara laboratorik. Jadi saat Anda melakukan pemeriksaan darah di laboratorium, nilai Hb sudah kurang dari normal.

Pada anemia defisiensi besi, biasanya saat nilai laboratorik Hb sudah turun, morfologi (bentuk) sel darah merah juga berubah dari bentuk normal menjadi bentuk mikrositik hipokrom.

Bentuk mikrositik hipokrom ini adalah suatu bentuk sel darah merah yang lebih kecil dan lebih pudar warnanya.

Terjadinya anemia defisiensi besi, pasti berkaitan dengan adanya faktor penyebab. Apa saja faktor penyebab anemia defisiensi besi yang mungkin terjadi pada Anda?

Menurut American Society of Haematology (ASH), defisiensi besi merupakan penyebab utama dari anemia, di mana faktor penyebabnya meliputi :


1. Faktor nutrisi

Anemia defisiensi besi bisa Anda alami bila Anda kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi, sehingga tubuh Anda akan kekurangan cadangan zat besi dalam tubuh.

Makanan yang kaya akan zat besi adalah telur, daging, dan sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, daun singkong, dan sawi.

Asupan zat besi dalam makanan harus mencukupi terutama pada anak-anak dan wanita hamil, karena anak-anak dan wanita hamil lebih membutuhkan zat besi untuk masa perkembangan dan pertumbuhan.

2. Faktor absorpsi

Anemia defisiensi besi bisa juga terjadi meskipun asupan zat besi dari makanan sudah mencukupi. Jika ini terjadi, artinya ada gangguan pada penyerapan makanan di organ pencernaan.

Gangguan pencernaan bisa mengganggu penyerapan zat besi sehingga tubuh akan tetap kekurangan zat besi meskipun asupan makanan yang kaya zat besi sudah mencukupi.

Misalnya, pada kasus pembedahan saluran cerna seperti pada operasi bypass lambung. Keadaan ini bisa membatasi penyerapan zat besi dalam tubuh. 

Pada anak-anak, perlu diperhatikan apakah ada kemungkinan bahwa anak terinfeksi cacing tambang. Karena infeksi cacing tambang bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam saluran cerna.

Beberapa obat untuk mengatasi gangguan pencernaan bisa juga mengganggu penyerapan zat besi. Obat tersebut termasuk dalam golongan antasida dan Proton Pump Inhibitor. 

3, Faktor Perdarahan

Jika Anda merasa sudah mengkonsumsi banyak makanan yang kaya zat besi dan fungsi pencernaan Anda berjalan dengan baik tetapi masih saja mengalami anemia defisiensi besi, kemungkinan anemia defisiensi besinya disebabkan karena adanya perdarahan.

Anemia defisiensi besi akibat perdarahan sering dialami oleh wanita ketika menstruasi atau pada saat persalinan. Kehilangan banyak darah pada saat persalinan, terutama secara operasi caesar, bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.

Bukan hanya wanita yang bisa mengalami anemia defisiensi besi akibat perdarahan. Pada kondisi tertentu, misalnya gangguan pencernaan seperti tukak lambung, tukak usus, polip usus, atau kanker usus, baik pria dan wanita dapat mengalami anemia defisiensi besi akibat perdarahan.

Terlalu banyak mengkonsumsi obat anti nyeri seperti aspirin juga bisa menimbulkan perdarahan pada saluran cerna.

Untuk mendeteksi bahwa Anda terkena anemia defisiensi besi, maka Anda harus melakukan pemeriksaan darah.

Pemeriksaan darah apa untuk memastikan adanya anemia defisiensi besi?

 

Anda bisa melakukan pemeriksaan darah berupa Tes Darah Lengkap atau CBC (Complete Blood Cell) Test pada laboratorium atas permintaan Anda sendiri atau atas petunjuk Dokter.

Tes Darah Lengkap akan memberikan informasi apakah Anda terkena anemia defisiensi besi atau tidak. Tes Darah Lengkap penting untuk menegakkan diagnosa anemia defisiensi besi.

Tes Darah Lengkap meliputi pemeriksaan sel darah merah (RBCs) yaitu MCV, MCH, MCHC, sel darah putih (WBCs), Hemoglobin (Hb), dan trombosit.

Selain itu, Tes Darah Lengkap juga memberikan informasi tentang ukuran sel darah merah, level hemoglobin, dan level hematokrit.

Jika Anda mengalami anemia defisiensi besi, nanti akan ketahuan bahwa nilai Hematokrit dan Hemoglobin berada dalam level yang lebih rendah dari normal dan ukuran sel darah merah juga lebih kecil dari ukuran normal.

Nilai normal Hemoglobin
Wanita : 12 g/dl-15.5 g/dl
Pria      : 13.5 g/dl-17.5 g/dl

Nilai normal Hematokrit
Wanita : 34.9%-44.5%
Pria      : 38.8%-50%

Dengan melakukan Tes Darah Lengkap, Anda dapat segera mengetahui apakah Anda mengalami  anemia defisiensi besi atau tidak.

Biasanya Tes Darah Lengkap memang menjadi pemeriksaan darah rutin sebagai indikator mengenai kesehatan seseorang secara umum dan untuk prosedur sebelum menjalani operasi.

Nah, jika Sahabat sudah melakukan pemeriksaan darah lengkap, dan ternyata memang benar Anda terkena anemia defisiensi besi, jangan tunda untuk segera berkonsultasi ke Dokter, karena anemia yang lama tidak diobati akan merusak fungsi organ tubuh sampai akhirnya menimbulkan penyakit.

Anda juga harus segera memperbaiki pola makan Anda untuk membantu peningkatan kadar zat besi dalam tubuh melalui asupan makanan.

Makanan apa saja yang banyak mengandung zat besi?

 

Makanan sumber zat besi misalnya :
  • Sayuran berwarna hijau seperti bayam, daun singkong, sawi, dan brokoli
  • Buah-buahan seperti buah bit
  • Daging merah seperti daging sapi dan daging kambing
  • Hati ayam atau hati sapi
  • Kacang-kacangan, dan
  • Makanan seafood seperti kepiting dan kerang 
Pada anemia defisiensi besi, selain konsumsi makanan yang kaya zat besi biasanya Dokter akan meresepkan suplemen zat besi untuk bisa segera mengatasi anemia. Suplemen vitamin C juga diperlukan, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Inilah artikel tentang Anemia Defisiensi Besi. Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :























You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.