Yerepan, Kota Tertua di Dunia yang Serba 'Pink'

by - August 30, 2017


Sahabats, jika kita berbicara tentang kota tertua yang ada di Dunia, apa yang Anda pikirkan? Mungkin saja Anda akan membayangkan bangunan-bangunannya yang tua dan artefak-artefaknya.

Apa yang Anda pikirkan memang tidaklah salah. Namun, kota tua yang satu ini memiliki ciri khas bangunan yang tidak dimiliki negara-negara tua lainnya. 

Adalah Kota Kuno Yerapan, yang merupakan Ibu Kota dari Armenia. 

Saat pertama datang ke Yerepan, jangan sampai Anda melewatkan Republik Square atau yang kita kenal di Indonesia adalah Alun-Alunnya Ibu Kota. Jika di Jakarta sama dengan Bundaran Hotel Indonesia. 

Sejauh mata memandang Anda akan melihat bangunan-bangunan yang bergaya neoklasik dengan warnanya yang pink. Tak hanya satu atau dua bangunan, mulai dari gedung Museum Sejarah Nasional hingga bekas kantor kementerian luar negeri pun berwarna pink. 

Namun, pink pada bangunan-bangunan tersebut bukanlah dari cat. Melainkan dari batu vulkanik yang digunakan untuk bahan bangunan. Hal tersebut sangatlah wajar karena Armenia memanglah Negara yang dikaruniai sebagai penghasil batu vulkanik berwarna pink dan satu-satunya di Dunia. 

Maka dari itu, Yerepan dijuluki sebagai Kota Pink. 

Ditangan kreatif Alexander Tamanyan, batu vulkanik yang memiliki ciri khas ringan, memiliki tektur indah dan keras disulap menjadi bangunan-bangunan kuno, klasik dan berasitektur indah. 

Selain dikenal sebagai Kota Pink, Yerepan juga merupakan Kota tua yang memiliki banyak museum, lho! Museum di sini bertebaran di setiap sudut kota baik yang dikelola pribadi maupun Negara. Dua Museum yang terkenal di Yerepan adalah Genosida dimana di museum tersebut Anda dapat melihat korban-korban masyarakat Armenia yang dibantai oleh pasukan Turki. Kedua yakni Museum Manuskrip, museum penghargaan untuk rakyat Armenia yang menghargai sejarah. 

Penasaran mengapa rakyat Armenia sampai dibuatkan Museum? Rakyat Armenia memang patut mendapatkan penghargaan. Bagaimana tidak, negara Armenia ini dulunya diperebutkan oleh tiga negara. Hingga 14 kali terjadi pergantian kekuasaan di Armenia. 

Namun, masyarakatnya hingga sekarang tetap mempertahankan keindahan yang ada dan memadukan unsur-unsur sejarah. Tak ketinggalan, Cascade salah satu tempat iconic di Yerepan. Masyakarat Yerepan menjadikan Cascade sebagai tempat pertunjukan seni. Pergelaran musik jazz, klasik ataupun akustik Anda dapat lihat di bagian luarnya sembari menikmati secangkir kopi dan kudapan. 

Cascade Yerepan merupakan tangga raksasa yang menghubungkan pusat kota dengan museum. Dibalik semua keindahan yang dimiliki Yerepan ada hal lain yang pastinya membuat Anda ingin segera mencari tiket pesawat promo ke Armenia. 

Kota Yerepan yang diyakini telah ditinggali manusia sejak 4000 SM merupakan tempat mendarat bahtera Nabi Nuh Alaihissalam. Banyak wisatawan yang melakukan tapak tilas ke Armenia karena kisah ini. Penamaan Yerepan pun berasal dari kata Yerepal yang artinya terlihat. 

Dulu, Nabi Nuh Alaihissalam mendarat dan keluar dari bahtera kemudian melihat Kota Yerepan. Namun beberapa pendapat mengatakan bahwa nama Yerepan diambil dari pendiri kota tersebut yakni Raja Ara. 

Nah, jika Anda tertarik untuk tapak tilas salah satunya perkembangan islam. Jangan sampai lewatkan untuk datang ke Mesjid biru (Blue Mosque). Masjid Biru terletak Mastots Avenue No. 12. Dari kubah masjid ini nampak berwarna biru.Masjid Biru Armenia satu-satunya Masjid yang tersisa di Armenia dari tujuh masjid yang ada dulu. 

Sebelum merdeka di tahun 1990, Masjid Biru dibawah kendali Pemerintah Soviet hanya digunakan sebagai Museum. Masjid Biru Yerepan dibangun pada 1766 pada saat Dinasti Safawiyah. Masjid Biru berada dalam komplek dengan luas 7.000 meter persegi yang berbentuk segi empat. 

Saat masuk, Anda akan disambut dengan taman yang luas dan kolam air yang berada di tengah. Gerbang dari Masjid Birru memang tidak terlalu tampak karena ukurannya kecil. Patokan Masjid Biru ini ialah tulisan kaligrafi yang berada di atas masjid dengan tinggi hingga dua sampai tiga meter. 

Yerepan, Armenia salah satu tempat yang tepat jika Anda ingin tapak tilas kejayaan Islam. Negara yang berada di perbatasan Asia-Eropa ini telah mengenal islam sejak abad ke tujuh. Posisi muslim di Armenia semakin kuat sejak Turki Utsmani mengambil alih. 

Namun, di tahun 1900 banyak muslimin yang meninggalkan Armenia. Setelah Armenia merdeka, warga muslim didominasi dari Iran. Bagaimana, menarik bukan untuk dijadikan destinasi selanjutnya? 

Mulai persiapkan keberangkatan dan cari tiket pesawat murah melalui situs Reservasi.

Perhatikan juga waktu keberangkatan, saat musim semi cuaca seringkalli berubah. Terkadang panas dan hujan. Sebaiknya datanglah saat awal musim gugur, dimana cuacanya tidak terlalu panas dan dingin. 

Sedangkan untuk pakaian, tak ada aturan khusus untuk wisatawan saat berlibur ke Armenia karena gaya berbusananya yang lebih condong ke Eropa. Pun begitu dengan hotelnya, kamu bisa memilih hotel di pusat Kota dengan harga yang beragam.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.