Penyebab Paling Sering Perdarahan pada Kehamilan

by - July 24, 2017

kehamilan dapat disertai penyulit, misalnya perdarahan, preeklampsia, kontraksi hebat sebelum waktu persalinan, muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum), nyeri saat buang air kecil, demam, ketuban pecah dini, dan ukuran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, bisa lebih besar atau bisa lebih kecil.

Kehamilan yang disertai penyulit ini hanya terjadi 10-12% pada kehamilan.



Di antara penyulit kehamilan tersebut, salah satu komplikasi terbanyak adalah perdarahan. Apa saja penyebab perdarahan pada kehamilan?

1. Keguguran (abortus)

-Perdarahan di bawah usia kehamilan 20 minggu.
-Berat Janin kurang dari 500 gram.
-Abortus spontan adalah keguguran yang berlangsung tanpa tindakan.
-Abortus provokatus adalah keguguran yang terjadi karena disengaja. Abortus provokatus ada 2 yaitu abortus provokatus medisinalis dan abortus provokatus kriminalis. Abortus provokatus medisinalis dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter untuk menyelamatkan nyawa ibu karena ada komplikasi kehamilan yang mengancam.

2. Kehamilan Ektopik (hamil di luar kandungan)

-Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kavum uteri(rahim). Lebih dari 95% terjadi di saluran telur tuba Fallopii.
-Perdarahan pada kehamilan muda merupakan gejala kedua dari kehamilan ektopik ini. Gejala terbanyaknya adalah nyeri hebat di perut bagian bawah.
-Ukuran rahim lebih kecil dari usia kehamilan.
-Di Indonesia, terjadi 5-6 kehamilan ektopik ini pada 1000 kehamilan.

3. Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

-Hamil anggur adalah hamil yang berkembang tidak wajar di mana tidak ditemukan janin. Kehamilan anggur ini terlihat seperti gelembung-gelembung putih, tembus pandang,dan berisi cairan jernih.
-Perdarahan yang terjadi pada hamil anggur biasanya terjadi pada usia kehamilan 12-14 minggu, namun ada juga yang mengalamai perdarahan pada bulan pertama sampai bulan ke tujuh kehamilan.
-Perdarahan bisa sedikit-sedikit atau banyak sekaligus sehingga dapat menyebabkan anemia, syok, atau kematian.
-Pembesaran rahim lebih besar dari usia kehamilan.

4. Plasenta Praevia (plasenta menutupi jalan lahir)

-Plasenta Praevia adalah plasenta yang berimplantasi menempel pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian (parsialis) atau seluruh (totalis) jalan lahir (ostium uteri internum).
-Perdarahan terjadi pada usia kehamilan lanjut yaitu di atas 20 minggu.
-Lebih banyak terjadi pada wanita yang sering hamil, usia di atas 30 tahun, dan kehamilan kembar.

5. Solusio Plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim)

-Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh permukaan plasenta dari lapisan desidua endometrium(rahim) sebelum anak lahir.
-Dapat terjadi akibat terbentur benda tumpul, kecelakaan dalam berkendaraan, dan kekerasan dalam rumah tangga.
-Merokok juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya solusio plasenta.

6. Rupturi Uteri (robekan pada rahim)

-Robekan pada rahim dapat terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya telah dioperasi sectio caesarea.
-Kecelakaan lalu lintas dan kejerasan rumah tangga juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya ruptur uteri ini.

Perdarahan adalah komplikasi yang tidak bisa ditunda-tunda penanganannya. Sekecil apapun perdarahan, misalnya berupa flek atau bercak-bercak kecil, dapat merupakan tanda yang fatal.

Pada saat hamil, kunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan sesuai anjuran, ya, Bunda atau saat ada tanda bahaya, demi keselamatan Bunda dan dede bayi dalam kandungan.

Semoga selama kehamilan tetap sehat ya, Bunda, dan saat persalinan berjalan lancar, AMIN.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.