Penyebab Konstipasi-Susah Buang Air Besar

by - July 25, 2017

Blog dr.Dini - Pernah mengalami konstipasi atau susah buang air besar, Sahabat? Konstipasi atau susah buang air besar sering atau setidaknya pernah dialami oleh banyak orang, baik wanita, pria, anak-anak, dan orangtua.

Jika tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari. Disepakati buang air besar yang normal frekuensinya adalah 3 kali sehari sampai 3 hari sekali.

Selain itu, dikatakan mengalami konstipasi jika dalam buang air besar diharuskan untuk mengejan karena feses yang keras.

Konstipasi adalah gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi, perasaan tidak puas setelah buang air besar seperti masih ada yang tersisa, rasa sakit saat mengejan, dan konsistensi feses yang keras.



Berbagai penyebab terjadinya konstipasi adalah sbb :

  1. Pola Hidup : diet rendah serat, kurang minum, kurang aktivitas, dan kebiasaan menahan buang air besar.
  2. Obat-obatan : obat sakit maag, suplemen penambah darah, suplemen kalsium, obat penenang biasanya mempunyai efek samping berupa konstipasi.
  3. Kelainan Struktur Usus Besar : adanya tumor, hemoroid, abses perineum menghambat pengeluaran feses yang dapat menimbulkan feses menjadi keras dan akhirnya timbul konstipasi.
  4. Penyakit Sistemik : kelainan hormon hipotiroid, gagal ginjal kronik, dan diabetes melitus juga dapat menimbulkan konstipasi.
  5. Penyakit Neurologis (Saraf) : Hirschprung Disease, kelainan saraf tulang belakang (medulla spinalis), dan gangguan saraf pusat dapat menimbulkan konstipasi.
  6. Kelainan fungsi otot penyangga dinding dasar panggul juga dapat menyebabkan konstipasi.
  7. Kelainan idiopatik atau yang tidak diketahui penyebab terjadinya konstipasi.
Mengetahui bahwa penyebab konstipasi bukan hanya diet makanan yang kurang serat, sebaiknya jika Bunda mengalami konstipasi, segeralah periksakan kondisi Bunda ke Dokter terutama saat :
  1. konstipasi tidak kunjung sembuh dengan diet tinggi serat dan obat pencahar,
  2. konstipasi diikuti dengan gejala penurunan berat badan,
  3. konstipasi diikuti dengan gejala perdarahan saluran cerna,
  4. konstipasi yang sering terjadi dengan adanya riwayat keluarga yang menderita kanker usus besar,
  5. konstipasi yang disertai dengan adanya benjolan di dalam perut.
Konstipasi bisa timbul dan mudah disembuhkan namun bisa juga merupakan pertanda penyakit lain yang berbahaya. Jangan abaikan konstipasi ini, Bunda.

Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.