Hati-Hati! Jahitan Perineum Pasca Melahirkan Bisa Terlepas

by - July 24, 2017

Blog dr.Dini - Kondisi ibu pasca melahirkan sangatlah rentan baik fisik maupun psikis. Meskipun persalinan caesar mempunyai risiko yang lebih besar jika dibandingkan dengan persalinan normal, namun bukan berarti persalinan normal tidak memiliki risiko. 

jahitan perineum

 Salah satu risiko setelah melahirkan secara normal, adalah terlepasnya jahitan perineum.

Daerah perineum adalah area yang terletak di antara jalan lahir (vagina) dan anus. Pada saat proses persalinan, daerah perineum ini bisa saja mengalami robekan. Robekan bisa saja terjadi dengan sendirinya dengan bentuk robekan yang tidak teratur. 

Untuk menghindari terjadinya robekan yang tidak beraturan ini, biasanya Dokter Kandungan atau Bidan melakukan tindakan episiotomi.

Tindakan episiotomi adalah tindakan yang dengan sengaja melakukan robekan perineum dengan tujuan untuk memudahkan proses persalinan normal dan untuk mencegah terjadinya robekan perineum yang tidak teratur. 

Dengan dilakukannya episiotomi, bekas robekan setelah persalinan akan lebih mudah dijahit kembali.

Hal yang sering terlupakan bagi ibu pasca melahirkan secara normal adalah bahwa jahitan perineum itu bisa saja terlepas. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan jahitan perineum pasca melahirkan terlepas. Apa sajakah faktor yang menyebabkan jahitan perineum pasca melahirkan terlepas?

Inilah faktor yang bisa menyebabkan jahitan perineum pasca melahirkan terlepas. 

1.Bergerak Terlalu Aktif

Kebanyakan ibu muda yang melahirkan secara normal dan tanpa keluhan, lupa bahwa pada saat melahirkan secara normal, perineumnya telah dijahit, dan jahitan perineum pasca melahirkan bisa terlepas.

Selama 7 hari pasca melahirkan normal, seorang Ibu harus menjaga pergerakannya mulai dari cara ia berjalan, duduk, atau berbaring. Itulah mengapa di beberapa daerah, jika seorang ibu baru saja melahirkan, ia diwajibkan memakai pakaian seperti kebaya agar pergerakannya terbatas dan teratur.

Jadi, jika Anda baru saja melahirkan, Anda tidak boleh berjalan, duduk, berbaring, atau melakukan berbagai aktivitas dengan lincah seperti sebelum melahirkan, karena jahitan perineum pasca melahirkan belum terserap secara sempurna dan luka perineum belum sembuh secara total.

Jika Anda bergerak terlalu aktif, terutama selama 7 hari pertama pasca melahirkan, maka jahitan perineum bisa saja terlepas.

Dari beberapa kasus yang saya temui, memang kebanyakan ibu muda yang jahitan perineum pasca melahirkannya terlepas, itu akibat terlalu aktif bergerak tanpa berhati-hati.

Biasanya ibu muda ini tersadar bahwa jahitan perineum pasca melahirkan terlepas ketika melihat benang jahitan perineum terlepas dan menempel di pakaian dalam. 

Pada daerah perineum yang terlepas jahitannya sebelum lukanya sembuh total, akan menyisakan rasa nyeri dan sedikit perdarahan.

Jika Anda mengalami ini, segeralah berkonsultasi dengan Dokter Kandungan. Jika jaringan perineum Anda masih bagus, biasanya Dokter Kandungan akan menjahit kembali robekan perineum pasca melahirkan yang terlepas jahitannya.

Tapi, jika jahitan perineum pasca melahirkan ini sudah terlepas dalam jangka waktu lama, dan luka perineum ini sudah terlanjur menutup, menyisakan area perineum yang menganga begitu saja, Anda harus menjalani operasi kecil untuk menutup dan memperbaiki jaringan perineum yang menganga tadi.

Tentunya daerah perineum yang tidak menutup sempurna dapat menjadi masalah dalam keharmonisan rumah tangga Anda.

2.Tidak Menjaga Pola Makan

Jahitan perineum pasca melahirkan bisa terlepas juga disebabkan faktor nutrisi. Jika Anda tidak menjaga pola makan seperti makan makanan yang bernilai gizi rendah misalnya makanan instan, maka tubuh Anda tidak mempunyai kadar gizi yang cukup dalam proses penyembuhan luka jahitan perineum.

Pasca melahirkan, Anda harus mengkonsumsi makan makanan yang kaya protein, vitamin, mineral, dan serat. Makanan yang kaya akan zat protein membantu mempercepat penyembuhan luka sehingga luka jaterjadinya hitan perineum bisa segera menutup sempurna.

Faktor nutrisi yang tidak baik juga bisa menyebabkan jaringan perineum sulit menutup, akhirnya benang jahitan perineum tidak jua menyatu dengan jaringan dan menyebabkannya terlepas.

Perbanyaklah makan sayur dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh Anda. Setelah melahirkan, Anda memerlukan ekstra sayur dan buah agar tubuh Anda lekas pulih. Sayur dan buah juga sangat diperlukan untuk memperlancar produksi ASI. 

Konsumsi sayur dan buah dalam jumlah banyak pasca melahirkan juga membantu agar tidak terjadi kesulitan buang air besar atau konstipasi.

3.Menahan Hasrat Buang Air Besar

Pasca melahirkan normal, kebanyakan ibu merasa takut jika merasa ingin buang air besar. Kebanyakan ibu menahan hasrat buang air besar karena khawatir akan jahitan perineum yang belum sembuh sempurna.

Padahal, menahan buang air besar bisa menyebabkan kesulitan buang air besar dan menyebabkan kotoran sisa makanan menjadi keras. 

Saat kotoran sisa makanan menjadi semakin keras, Anda perlu usaha dan tenaga untuk proses mengejan. Dan proses mengejan ini bisa menyebabkan tekanan pada daerah perineum, yang meningkatkan risiko jahitan perineum akan terlepas.

4.Tidak Teratur Minum Obat

Pasca melahirkan, biasanya Dokter akan meresepkan obat anti nyeri, vitamin, dan antibiotika. Jangan sampai Anda tidak teratur minum obat dari Dokter, terutama antibiotika.

Antibiotika mencegah terjadinya infeksi pasca persalinan. Jika Anda sering lupa minum obat antibiotika, pencegahan terjadinya infeksi bisa menjadi kurang maksimal.

Akhirnya risiko terjadinya infeksi jalan lahir termasuk luka jahitan perineum pun meningkat.

Adanya infeksi area perineum yang dijahit bisa menyebabkan area tersebut menjadi sulit untuk menutup sempurna. Akhirnya benang jahitan perineum menjadi sulit terserap, dan terlepas dengan sendirinya. 

Oleh karena itu, minumlah obat antibiotika secara teratur sampai habis. Lalu jangan lupa kontrol kembali ke Dokter, setelah obat Anda habis.

5.Mengabaikan Adanya Penyakit Penyerta

Ibu yang mempunyai penyakit penyerta seperti Diabetes Melitus, menyebabkan jahitan luka perineum terlambat untuk sembuh.

Jika Anda mempunyai riwayat Diabetes, hendaknya Anda bercerita pada Dokter sehingga Dokter akan meresepkan obat anti diabetes yang baik untuk Anda.

Jangan abaikan penyakit penyerta yang Anda alami karena bisa mempengaruhi kesehatan Anda pasca melahirkan.

 

You May Also Like

1 komentar

  1. Sedang H2C menanti HPL. Mohon doanya semoga bisa lahiran normal, ya Dok. Semoga bisa tanpa jahitan. Aamiin... :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.