Perlukah Suplemen Vitamin Anak?

by - June 01, 2017

Blog dr.Dini - Orangtua mana yang tidak ingin buah hatinya selalu sehat, tidak gampang sakit, dan berkembang secara maksimal dalam proses pertumbuhannya. Berbagai cara dilakukan orangtua agar anaknya tetap sehat. Salah satu cara yang ditempuh orangtua untuk menjaga kesehatan anak adalah dengan memberikan suplemen vitamin anak.

suplemen, vitamin c

Dari sini, orangtua yang peka tentu akan bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya perlukah suplemen vitamin anak?  

Jika ditelaah, suplemen vitamin anak memang bermanfaat untuk memenuhi kekurangan gizi akan berbagai vitamin dan mineral terutama pada kondisi tertentu saat anak sakit, setelah sakit, susah makan, berat badan turun, dan anak terlihat lemas, atau anemia (kekurangan sel darah merah).

Suplemen vitamin anak juga sering diresepkan Dokter untuk membantu memulihkan dan menunjang kondisi tubuh saat sakit atau setelah sakit. Jadi tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi suplemen vitamin anak.

Suplemen vitamin anak juga ada yang mempunyai kegunaan untuk meningkatkan nafsu makan anak sehingga menolong pada kondisi anak yang berat badannya kurang dari normal.

Tapi, jika anak Anda sudah sehat walafiat, tetap perlukah suplemen vitamin anak?

Sebetulnya jika anak sudah sehat walafiat dan nafsu makan anak kembali seperti semula atau bahkan lebih baik, lebih baik Anda membatasi pemberian suplemen vitamin anak untuk anak Anda.

Biar bagaimanapun, meskipun namanya suplemen vitamin anak, tetap saja yang memproduksi suplemen tersebut adalah pabrik. Artinya suplemen vitamin anak tidak sepenuhnya alami.

Suplemen vitamin anak juga terkadang diracik dengan mencampurkan bahan-bahan kimia sedemikian rupa agar bisa menghasilkan vitamin atau mineral yang hampir sama dengan vitamin atau mineral yang dihasilkan dari sayur dan buah asli.

Meskipun kandungan vitamin atau mineral yang terdapat dalam suplemen vitamin anak itu hampir sama dengan vitamin atau mineral yang terdapat dalam sayur dan buah asli, tetap saja nutrisi yang didapatkan anak akan berbeda.

Anak yang mendapatkan vitamin dan mineral dari buah dan sayuran asli, akan mendapatkan nutrisi yang fresh, dengan berbagai kandungan vitamin dan mineral yang masih utuh dan tanpa campuran bahan artifisial.

Buah dan sayuran yang segar akan mengandung serat yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan. Serat yang terdapat dalam buah dan sayuran asli bisa mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi pada anak.

Jadi, anak yang makan buah dan sayuran asli untuk mendapatkan asupan vitamin dan minerat akan berbeda dengan anak yang makan suplemen vitamin anak.

Suplemen vitamin anak memang bisa membantu dalam keadaan tertentu tapi bukan berarti suplemen vitamin anak bisa sepenuhnya menggantikan fungsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral alami.

Jadi, jika anak sudah sehat dari sakit dan tidak ada keluhan seperti kurang nafsu makan, pucat, atau anemia, masih perlukah suplemen vitamin anak?

Menurut saya, lebih baik kita memprioritaskan bahan yang fresh untuk makanan anak kita. Seperti ketika kita mau membeli daging sapi, daging sapi manakah yang Anda pilih? 

Daging sapi lokal yang masih fresh atau daging sapi impor yang sudah dibekukan entah berapa lama untuk kemudian baru dijual.
Kalau saya lebih baik memilih sapi lokal saja, karena lebih fresh dan pastinya lebih sehat.

Demikian juga untuk kebutuhan vitamin dan mineral anak, Saya lebih memprioritaskan bahan alami yaitu buah dan sayuran asli. 

Kecuali saat anak sakit, di mana anak Saya sulit makan dan saya khawatir anak saya kekurangan vitamin dan mineral, barulah saya memberikan suplemen vitamin anak.

Mengapa?
Ya, jawabannya sederhana saja, saya ingin anak saya sehat. Dan kalau bisa lebih sehat dengan asupan vitamin dan mineral dari bahan buah dan sayuran asli, kenapa juga harus pakai artifisial.

Jadi, perlukah suplemen vitamin anak? Jawabannya ada pada diri Anda sendiri. 

O iya, Anda juga harus tau, bahwa konsumsi suplemen vitamin anak yang berlebihan, bisa berkontribusi dalam berbagai gangguan kesehatan anak. 

Faktornya bisa karena orangtua tidak dapat memprediksi apakah kebutuhan vitamin dan mineral anak sudah tercukupi atau belum. 

Jadi saat orang tua memberikan suplemen vitamin anak setiap hari, kalau kebutuhan vitamin dan mineralnya sudah cukup, justru malah mengakibatkan vitamin dan mineral tersebut tertumpuk dalam tubuh anak.

Karena dibuat oleh pabrik, suplemen vitamin anak tentu akan lebih sulit dicerna oleh pencernaan anak, jadi vitamin dan mineral lebih lama akan berada dalam tubuh.

Selain itu, ada beberapa vitamin yang memang tidak bisa dikeluarkan dari tubuh jika berlebihan. Seperti vitamin A, D, E, K yang akan menumpuk dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidaklah baik. Bukannya anak menjadi sehat, malah justru berpotensi mengakibatkan gangguan kesehatan.

Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang anaknya mengalami sindrom nefrotik. Anaknya berusia sekitar 2 tahun. 

Hati orangtua mana yang tidak hancur, ketika mendengar anaknya yang berusia 2 tahun mengalami sindrom nefrotik.

Sindrom nefrotik adalah penyakit ginjal dimana anak akan mengalami bengkak di seluruh tubuh akibat pengeluaran protein yang secara berlebihan melalui urin.

Setelah diusut oleh Dokter Spesialis Anak (DSA), ternyata akibat anak terlalu sering diberikan suplemen vitamin anak.

Menurut DSA, jika komposisi makanan sudah seimbang, maka suplemen vitamin anak tidak diperlukan lagi. 

Biarkan organ pencernaan anak terlatih untuk mencerna sesuatu yang berbahan alami agar kemungkinan terjadinya gangguan fungsi kesehatan di kemudian hari dapat diminimalisir.











You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.