Menurunkan Berat Badan Saat Puasa

by - June 09, 2017

Blog dr.Dini - Buat Anda yang overweight atau mempunyai kelebihan berat badan, bulan Ramadhan bisa Anda jadikan saat yang tepat untuk menurunkan berat badan saat puasa. Saatnya mengukuhkan niat bahwa tahun ini, Anda menjalankan puasa untuk pelangsingan juga.

     langsing karena puasa,

Jika Anda bisa mengatur menu yang tepat saat puasa, selain untuk menjalankan ibadah, Anda juga bisa langsing karena puasa di bulan Ramadhan.

Berikut tips menurunkan berat badan saat puasa.


1. MENURUNKAN BERAT BADAN SAAT PUASA : PILIH MENU YANG TEPAT SAAT SAHUR


Saat sahur Anda bisa memilih menu yang tepat untuk menurunkan berat badan saat puasa. Namun, jangan karena ingin menurunkan berat badan saat puasa, Anda tidak makan sahur sama sekali. It's big no no.

Karena ketika Anda tidak makan sahur, Anda kehilangan kesempatan untuk bisa menutrisi diri Anda sepanjang siang hari, saat Anda butuh energi untuk beraktivitas.

Saat Anda tidak makan sahur, asupan gizi yang diperlukan untuk metabolisme otak juga tidak terpenuhi dengan baik, akibatnya Anda bisa merasa keliyengan, pusing, dan sulit berkonsentrasi.

Otak memerlukan glukosa (gula) dalam batas tertentu untuk menjalankan metabolismenya. Karena itu, saat sahur Anda tetap memerlukan sejumlah karbohidrat agar bisa mensuplai glukosa ke otak.

Tapi bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan saat puasa, pilihlah karbohidrat kompleks yang mengandung banyak serat dan mempunyai nilai indeks glikemik yang rendah, misalnya oat meal dan roti gandum sebagai pengganti nasi.

Yang dimaksud dengan karbohidrat kompleks dengan nilai indeks glikemik rendah adalah karbohidrat yang memerlukan waktu yang agak lama dan memerlukan lebih banyak energi untuk diubah menjadi glukosa sebagai sumber energi tubuh.

Karbohidrat dengan nilai indeks glikemik rendah sangat sedikit pengaruhnya dengan kadar gula darah yang tinggi dan level insulin, sehingga ini akan membantu Anda menurunkan berat badan dan mencegah Anda dari Diabetes Melitus.

Pada awalnya, sebagai sumber energi tubuh, karbohidrat hanya dibagi menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana terdiri atas satu atau dua glukosa dalam molekulnya yaitu fruktosa dan sukrosa. Sementara rantai gula yang kompleks terdapat pada glukosa, sehingga glukosa disebut sebagai karbohidrat kompleks.

Tapi, ternyata pembagian karbohidrat seperti ini tidaklah cukup untuk mengklasifikasikan makanan. Karena meskipun sama-sama mengandung glukosa, makanan karbohidrat kompleks memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah dan level insulin yang berbeda-beda.

Maka dari sini, dibagilah lagi, makanan karbohidrat kompleks berdasarkan nilai indeks glikemiknya.

Nasi adalah salah satu contoh makanan dengan nilai indeks glikemik yang tinggi.

Makanan dengan nilai indeks glikemik yang tinggi artinya makanan yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap kadar gula darah. Tidak butuh waktu lama untuk memecah makanan karbohidrat dengan nilai indeks glikemik tinggi.

Sehingga saat Anda makan nasi, nasi akan segera dipecah menjadi glukosa, dan saat itu kadar glukosa darah Anda akan meningkat. Bersamaan dengan itu, Anda akan cepat merasa lapar kembali.

Berbeda saat Anda mengkonsumsi makanan dengan nilai indeks glikemik yang rendah seperti oat meal. Butuh waktu yang lebih lama untuk memecah oat meal menjadi glukosa sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama, dan kadar gula darah Anda akan terkontrol.

Semakin tinggi nilai indeks glikemik, semakin cepat makanan itu dimetabolisme tubuh menjadi glukosa, sehingga cepat meningkatkan kadar gula darah, dan memicu rasa lapar kembali, yang bisa meningkatkan berat badan Anda jika Anda tidak bisa mengontrol nafsu makan yang berlebihan.

Nilai indeks glikemik dikelompokan menjadi 3, yaitu;

1.Nilai indeks glikemik rendah yaitu di bawah 55
2. Nilai indeks glikemik sedang yaitu di antara 56-70
3. Nilai indeks glikemik tinggi yaitu di atas 70

Nasi putih yang biasa kita makan sehari-hari mempunyai nilai indeks glikemik 89. Sedangkan oat meal nilai indeks glikemiknya 55.

Selain nilai indeks glikemik suatu karbohidrat, Anda juga harus memperhatikan kadar lemak makanan sahur Anda agar tujuan Anda menurunkan berat badan saat puasa bisa berhasil.

Jadi, makan makanan berlemak, bersantan, atau goreng-gorengan, sebaiknya Anda hindari selama sahur dan berbuka supaya Anda bisa berhasil langsing saat puasa.

Untuk langsing saat puasa, Anda juga wajib menambahkan menu buah dan sayur saat sahur. Serat yang terkandung dalam buah dan sayur bisa membantu mempertahankan makanan lebih lama dalam saluran pencernaan Anda sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.
Banyak makan sayur dan buah juga membantu memperlancar buang air besar. Jadi risiko terjadinya perut buncit bisa dihindari. Di samping merusak penampilan, perut buncit bisa jadi pertanda berbagai penyakit.

So, jangan lupa makan sayur dan buah saat sahur, ya, Sahabats.

2. MENURUNKAN BERAT BADAN SAAT PUASA : JANGAN TIDUR SETELAH SAHUR


Saat perut terisi makanan lalu Anda tertidur, maka metabolisme tubuh akan berjalan melambat sehingga risiko terjadinya penumpukan lemak dan karbohidrat dalam tubuh akan meningkat.

Jadi, sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur. Lebih baik Anda melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat sehingga metabolisme tubuh Anda berjalan normal. Anda dapat mengaji sambil menunggu waktu adzan subuh.

Lalu setelah sholat subuh, Anda bisa berolahraga ringan misalnya pergi ke pasar dengan berjalan santai jika jarak pasar dan rumah Anda tidak begitu jauh.

Tumpukan lemak dalam tubuh Anda dijamin akan lebih mudah terbakar jika Anda langsung beraktifitas setelah sahur. Jangan tidur! Ini adalah salah satu cara agar Anda bisa sukses menurunkan berat badan saat puasa. 

3. JANGAN DENDAM SAAT BERBUKA PUASA


Saat tiba waktu berbuka puasa, kontrollah diri Anda untuk tidak memakan makanan dengan khilaf. Setelah seharian berpuasa, Anda jangan dendam saat berbuka. Katanya mau langsing karena puasa. Kok, makan buka puasanya 'dendam'?

Meskipun, dianjurkan berbuka puasa dengan minuman atau makanan yang manis, tapi untuk bisa langsing saat puasa, lebih baik Anda jangan konsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis.

Tahukah Anda, bahwa gula murni itu nilai indeks glikemiknya 100. Artinya langsung bisa dicerna tubuh dan langsung meningkatkan kadar gula darah. Semakin banyak Anda makan dan minum yang manis-manis, semakin sulit berat badan Anda akan turun.

Bukannya, menurunkan berat badan saat puasa, kalau berbuka puasanya dengan makanan dan minuman yang banyak mengandung gula, berat badan puasa Anda malah bisa naik. Makanya banyak Sahabat yang berat badannya malah naik saat puasa Ramadhan. Karena ya itu tadi, berbuka puasanya 'dendam'.

Supaya Anda berhasil menurunkan berat badan saat puasa, batalkan puasa Anda saat berbuka dengan air kelapa muda. Selain air kelapa muda mengandung banyak elektrolit yang bisa mengganti cairan tubuh selama berpuasa dan mencegah dehidrasi, air kelapa muda juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Air kelapa muda bisa membuat metabolisme tubuh menjadi meningkat jadi proses pembakaran lemak bisa terjadi lebih cepat sehingga penumpukan lemak dalam tubuh bisa dikurangi. Alhasil berat badan puasa Anda akan menurun. 

Sifat diuretik air kelapa, bisa membuang seluruh toksin dan kelebihan cairan dalam tubuh, sehingga air kelapa muda sangat tepat untuk Anda konsumsi saat berbuka jika Anda ingin langsing saat puasa. Dengan catatan, minum air kelapa mudanya jangan ditambah dengan gula ya, Sahabats.

Menu makanan Anda juga usahakan jangan banyak mengandung lemak, minyak, dan nasi putih. Jika Anda bisa mengganti nasi putih dengan beras hitam, itu jauh lebih baik. 

Karena beras hitam mempunyai nilai indeks glikemik yang rendah dan mengandung banyak serat sehingga sangat cocok untuk Anda yang ingin langsing saat puasa.

Jangan lupa untuk makan sayur dan buah. Juga perbanyaklah makan protein seperti ikan, ayam, atau daging saat Anda berbuka puasa ketimbang makan nasi putih.
Protein sangat baik untuk daya tahan tubuh Anda selama puasa. Dan dengan makan protein, Anda akan merasa kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah Anda makan lebih banyak karbohidrat.

Saat Anda makan protein, tubuh akan memerlukan energi yang lebih banyak untuk dapat mencerna protein, Sehingga saat tubuh memerlukan energi yang banyak sementara konsumsi karbohidrat Anda batasi, maka lemak akan dipecah oleh tubuh.

Jadi, makan banyak protein sangat membantu Anda untuk menurunkan berat badan saat puasa.

Hindarilah cemilan-cemilan, gorengan, kue-kue yang mengandung banyak gula, lemak, dan minyak.

Jika Anda benar-benar menjalani tips menurunkan berat badan saat puasa yang saya tulis di sini, Saya yakin Anda akan berhasil langsing saat puasa. Selamat mencoba, Sahabats.

 

 






You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.