Infertilitas Pada Suami. Apa saja Faktor Risikonya?

by - June 04, 2017

Blog dr.Dini - Selain bisa terjadi pada istri, infertilitas pada suami juga bisa terjadi saat pasangan suami istri tidak kunjung mendapat momongan setelah lebih dari 1 tahun menikah.

infertilitas pada suami

Dikatakan infertilitas , atau disebut tidak subur,  jika suatu pasangan suami istri tidak dapat menghasilkan hasil konsepsi yaitu kehamilan, dalam jangka waktu satu tahun, walaupun telah dilakukan upaya dalam menghasilkan kehamilan secara teratur dan tanpa dilakukan program KB.

Kegagalan untuk terjadinya kehamilan ini bisa disebabkan oleh infertilitas pada pria, infertilitas pada wanita, ataupun keduanya.

Kebanyakan penyebab infertilitas pada pria adalah jumlah sperma yang kurang, kualitas sperma yang buruk (pergerakan sperma tidak normal, bentuk sperma tidak normal), atau keduanya.

Meskipun ada beberapa infertilitas yang disebabkan oleh kelainan anatomi organ reproduksi pria, ketidakseimbangan hormon, dan faktor bawaan/genetik.

Apa saja yang menjadi faktor risiko infertilitas pada Suami?

Inilah faktor risiko terjadinya infertilitas pada suami.

 1. Penuaan

    Aging process  mengurangi jumlah sperma dan menurunkan kualitas sperma.

 2. Merokok

     Merokok merusak komposisi kimiawi sperma yang membuat sperma gagal membuahi sel telur, atau bila sperma berhasil membuahi sel telur , embrio hasil pembuahan tersebut gagal bertahan karena kerusakan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas dari rokok.

3. Alkohol

    Alkohol dapat menghalangi produksi hormon testosteron yang menyebabkan hilangnya libido, selain itu alkohol juga menyebabkan penurunan pada kualitas sperma, kerusakan struktur sperma, dan kelainan pergerakan sperma dalam mencapai sel telur, dalam hal ini tentu saja alkohol dapat mencegah sperma mencapai sel telur.

4. Berat Badan berlebih/overweight atau obesitas
    
    Cek berat badan Anda apakah termasuk dalam berat badan yang ideal. Menjadi overweight atau obese dapat menjadi faktor risiko timbulnya infertilitas baik pada pria maupun wanita.

    Pada berat badan berlebih biasanya produksi hormon testosteron akan terganggu dan menurunkan kualitas sperma. Begitu juga yang terjadi pada berat badan yang kurang atau underweight. Underweight bila perhitungan indeks massa tubuh < 18.5.

5. Riwayat penyakit menular seksual

    Penyakit menular seksual yang diderita saat ini dapat merusak sperma. Dan penyakit menular seksual yang terjadi masa lampau dapat menimbulkan jaringan parut pada organ reproduksi pria. Penyakit menular seksual tersebut misalnya gonorrea, herpes simpleks tipe 2, sifilis, HIV/AIDS, dll

6. Terpapar zat yang bersifat racun

    Kafein dapat menjadi toksin yang sering menyebabkan pergerakan sperma untuk membuahi sel telur menjadi lambat, di samping minuman berkarbonasi dan energy drink.
   
7. Organ vital pria terpapar suhu yang panas

    Paparan suhu panas di sekitar organ vital (testis) pria dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Salah satu yang menyebabkan suhu menjadi panas di sekitar organ vital pria adalah pemakaian celana ketat, berendam air panas, atau sauna.

Paparan panas akibat radiasi telepon genggam atau alat elektronik lainnya di sekitar organ vital juga memegang peranan pada ketidaksuburan pria.
    
8. Trauma yang mengenai organ vital pria

    Sebuah penelitian oleh Department of Urologic Surgery, University of Minnesota Medical Center, Minneapolis, USA menyimpulkan bahwa terdapat hubungan trauma testis terhadap fungsi potensial reproduksi pria, di antaranya efek trauma testis menyebabkan testis menjadi mengecil dengan produksi sperma yang mungkin dapat berkurang (oligospermia) namun jika dilakukan perbaikan medis segera setelah terjadi trauma testis, gangguan hormon reproduksi dan infertilitas dapat dihindari.

9. Sumbatan saluran sperma

    Pada beberapa kasus infertilitas disebabkan oleh sperma yang tidak dapat keluar akibat adanya sumbatan. Sumbatan saluran sperma disebabkan oleh batu, kista, atau jaringan parut yang menghalangi saluran prostat. Kondisi  ini bisa diperbaiki agar kehamilan dapat terjadi.

10. Varicocele

       Varicocele adalah varises pembuluh darah balik (vena) yang membesar dan memutar yang terhubung ke organ penghasil sperma (testis). Varicocele menjadi sebab dari 42% pria infertilitas. Namun ditemukan pria subur juga memiliki varicocele ini sebanyak 15%.


You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.