10 Tanda Ini Paling Sering Ditemukan Pada Penyakit Diabetes Melitus

by - June 03, 2017

Blog dr.Dini - Siapa yang tidak kenal dengan penyakit Diabetes Melitus. Penyakit Diabetes Melitus banyak ditemukan di negara kita karena mayoritas penduduk mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Mengkonsumsi nasi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Diabetes Melitus, loh, Sahabats

diabetes melitus

Kalau sudah terkena Diabetes Melitus, kerusakan fungsi bisa mengenai semua organ tubuh. Jadi, gejala diabetes melitus yang dirasakan tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang terkena.

Karena banyak variasi gejala diabetes melitus yang dapat ditimbulkan, Penyakit Diabetes Melitus sering disebut sebagai the great imitator.

Diabetes melitus dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga Anda tidak menyadari bahwa ternyata penyakit diabetes melitus sedang berkembang dalam diri Anda.

Meskipun diabetes melitus bisa mempunyai gejala yang berbeda-beda tergantung organ mana yang terkena, tapi biasanya tiap orang akan memiliki beberapa keluhan yang sama dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus. 

Apa saja 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus?

10 tanda ini paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.


1. POLIURIA


Tanda klinis diabetes melitus yang paling sering adalah poliuria, yaitu sering buang air kecil.

Jika Anda sebelumnya tidak pernah terbangun pada tengah malam hari karena ingin buang air kecil (nokturia), lalu tiba-tiba suatu saat Anda sering ingin buang air kecil pada tengah malam ,  sebaiknya Anda perlu melakukan cek kadar gula darah.

Pada penyakit diabetes melitus, tanda sering buang air kecil pada malam hari ini sering dikeluhkan oleh orang yang sudah terkena diabetes melitus ketika gula darah sedang tinggi.

Seandainya Anda sudah terlanjur mengalami diabetes melitus, sangat baik jika Anda menyediakan alat cek glukosa darah di rumah sehingga Anda bisa mengecek kadar glukosa darah kapan saja saat diperlukan.

2. POLIFAGIA


Pada penyakit diabetes melitus, sering merasa lapar secara terus menerus, bahkan ketika baru selesai makan, merupakan salah satu tanda khas yang paling sering.

Anda perlu waspada bila suatu saat Anda mengalami gejala polifagia.

Polifagia adalah gejala di mana Anda dapat merasa lapar terus menerus. Meskipun Anda baru selesai makan dengan porsi besar, Anda dapat terus merasa lapar.

Dan anehnya meskipun Anda makan makanan dalam jumlah besar dan frekuensi yang sering, Anda tetap akan merasa lemas, seperti kekurangan nutrisi makanan.

Jika gejala polifagia ini Anda rasakan, segeralah berkonsultasi dengan Dokter. Dokter kemudian akan menyarankan Anda untuk melakukan cek kadar gula darah.

3. POLIDIPSIA


Polidipsia adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Polidipsia adalah keadaan di mana Anda merasa selalu kehausan meskipun Anda sudah sering minum dan tanpa ada aktivitas yang berat.

Polidipsia dapat dengan mudah sekali Anda kenali. Cara mengetahui polidipsia adalah ketika Anda tetap merasa kehausan padahal baru saja Anda meminum segelas air.

4. BERAT BADAN MENURUN


Salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus adalah berat badan yang menurun.

Walaupun banyak makan, biasanya penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol akan tetap merasa lemas. Dan juga berat badannya makin lama makin menurun.

Dalam keadaan normal, saat kita makan dalam jumlah besar dan dalam frekuensi yang sering, harusnya kita akan merasa fit, tambah bersemangat,  lebih berenergi, dan berat badan kita akan bertambah.

Tapi, tidak demikian, jika Anda terkena penyakit diabetes melitus.

Hal ini terjadi karena energi yang dihasilkan dari makanan tidak dapat ditransport ke dalam otot dan organ-organ , energi (gula) tertumpuk dalam darah, sehingga kadar gula darah semakin lama semakin tinggi. Sedangkan berat badan makin lama makin menurun.

5. LEMAH


Lemah adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Dengan banyak makan dan minum, harusnya kita lebih bertenaga.

Namun, tidak demikian, jika diabetes melitus menyerang Anda.

Anda akan tetap merasa lemah meskipun sudah makan berbagai zat nutrisi. Hal ini terjadi karena sumber energi dari makanan tidak masuk ke dalam organ tubuh, oleh karena itu penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol merasa kekurangan energi.

6. KESEMUTAN


Kesemutan adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabets melitus.

Keluhan kesemutan ini sering dialami penderita diabetes yang telah lama tidak terkontrol. Kesemutan adalah salah satu gejala komplikasi diabetes, Neuropati Perifer, di samping rasa baal, dan rasa lemah.

Neuropati perifer ini berkisar 10%-60% terjadi pada diabetes melitus.

Kesemutan adalah tanda bahwa diabetes melitus yang diderita telah menjadi kronik, bukan pada stadium awal.

7. GATAL


Jika Anda mengalami penyakit diabetes melitus, maka Anda akan sering merasa gatal-gatal tanpa penyebab yang jelas. Tiba-tiba saja Anda merasa gatal.

Kelainan kulit berupa gatal biasanya terjadi di daerah lipatan paha, lipatan ketiak, lipatan di bawah payudara pada wanita, yang biasanya tertutup, lembab.

Gatal pada daerah lipatan tubuh yang lembab tersebut biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Oleh sebab itu, gatal pada penderita diabetes biasanya memerlukan pengobatan anti fungi.

8. PENGLIHATAN KABUR


Keluhan penglihatan mata menjadi kabur akibat diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat disebabkan oleh komplikasi Retinopati Diabetik Katarak, atau gangguan-gangguan refraksi akibat perubahan-perubahan pada lensa oleh hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi).

Biasanya penglihatan kabur baru akan terjadi jika diabetes melitus sudah menyerang Anda cukup lama dan biasanya dalam keadaan gula darah yang tidak terkontrol dengan baik.

9. BISUL/LUKA TAK KUNJUNG SEMBUH


Seseorang dengan luka atau bisul yang tak kunjung sembuh atau bahkan semakin lama semakin parah, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Akibat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan luka/infeksi menjadi sukar sembuh. Meskipun luka tersebut disebabkan oleh hal-hal yang sepele, misalnya akibat memakai sepatu, tertusuk jarum, dsb.

10. KEPUTIHAN


Pada wanita, keputihan merupakan salah satu keluhan yang pada awalnya membuat ia datang ke Dokter Spesialis Kandungan, Sp.OG, dan ternyata setelah diperiksa lebih lanjut, diabetes melitus yang melatar belakangi timbulnya keputihan tersebut.

Keputihan tidak selalu diakibatkan oleh diabetes melitus. Terdapat banyak penyebab yang dapat menimbulkan keputihan.

Nah, Sahabats, 10 tanda inilah yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Kesimpulannya adalah ketika Anda mengalami perubahan kebiasaan seperti minum menjadi lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih sering, atau berat badan yang menurun, segeralah berkonsultasi pada Dokter.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, kadang sampai timbul komplikasi diabetes yang bersifat permanen seperti retinopati diabetik (kerusakan retina mata akibat diabetes yang tidak terkontrol).

Kebanyakan saat komplikasi timbul, penderita diabetes melitus baru berkonsultasi pada Dokter, dan mendapati kadar glukosa darahnya tinggi. Terkadang pula gejala yang dirasakan seseorang tidak jelas mengarah pada diabetes, bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala sama sekali pada awalnya (asimtomatik).

Setelah Anda mengetahui 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus, semoga Anda bisa lebih peka terhadap keberadaan penyakit ini.

Jangan sampai Anda terlambat menyadari keberadaan penyakit diabetes melitus karena komplikasi penyakit ini bisa bersifat permanen atau tidak bisa disembuhkan.

Berhati-hatilah ketika Anda mengalami beberapa gejala diabetes melitus sebagai berikut.
  1. Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh,
  2. Kelainan kulit seperti gatal tanpa penyebab yang jelas,
  3. Kelainan yang berkaitan dengan kandungan seperti keputihan,
  4. Kesemutan dan rasa baal,
  5. Kelemahan tubuh, misalnya setelah bangun tidur pagi, badan terasa lemas dan mengantuk, dan
  6. Infeksi saluran kemih.
Segeralah berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan pengobatan secepatnya sebelum komplikasi diabetes melitus terjadi pada Anda.


You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.