Wasir Saat Puasa Ramadhan

by - May 04, 2017

Blog dr.Dini - Bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Kita akan berpuasa selama kurang lebih selama 14 jam per hari selama sebulan penuh.

wasir, kurma, kurma mencegah wasir, kurma puasa Ramadhan
 Di waktu malam hari setelah berbuka puasa, sebaiknya kita memilih berbagai makanan untuk menghindari atau mengatasi berbagai masalah pencernaan yang mungkin terjadi akibat salah pola makan.

Salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi saat berpuasa di bulan Ramadhan adalah wasir. Wasir sering terjadi bukan akibat dari ibadah puasa kita. Namun, karena salah pola makan setelah kita berbuka puasa.


Wasir adalah ...


Wasir atau biasa disebut hemoroid dan ambeien adalah suatu pembengkakan dari suatu struktur pembuluh darah di area anus akibat proses peradangan. Struktur pembuluh darah di anus ini sebenarnya normal adanya namun karena berbagai keadaan misalnya konstipasi, struktur pembuluh darah anus dapat meradang dan membengkak.

Pembengkakan struktur pembuluh darah anus menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi tipis sehingga saat dilalui feses/tinja yang keras, struktur pembuluh darah anus tersebut menjadi lebih mudah pecah dan terjadilah perdarahan.

Perdarahan saat buang air besar merupakan tanda awal terjadinya wasir. Jika gejala wasir yang timbul hanya perdarahan saja, tanpa ada benjolan yang keluar, maka wasir tersebut masih dalam stadium I.

Memangnya ada berapa stadium wasir?


Wasir terdiri dari wasir eksternal atau wasir internal.

Wasir eksternal adalah pembengkakan struktur pembuluh darah anus yang dapat tampak dari luar, seperti daging tumbuh di sekitar anus. Ia akan tetap terlihat di luar anus meskipun wasirnya telah sembuh, kecuali jika dilakukan operasi pengangkatan wasir eksternal ini dengan anestesi lokal.

Wasir eksternal biasa menimbulkan rasa nyeri saat kambuh. Kadang juga disertai rasa gatal disekitar anus. Atau terdapat gejala iritasi seperti kemerahan di sekitar anus.

Bedanya dengan wasir internal adalah bahwa wasir internal biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri pada stadium I dan II.

Wasir Internal ini sendiri mempunyai 4 stadium, yaitu ;
  • Stadium I : Wasir dengan gejala perdarahan saat buang air besar, tidak nyeri, tanpa ada tonjolan yang keluar melalui anus. Saat BAB akan keluar darah segar selama BAB atau menetes setelah BAB.
  • Stadium II : Wasir dengan adanya tonjolan yang keluar melalui anus saat proses BAB namun tonjolan tersebut akan masuk lagi ke dalam anus secara spontan setelah selesai BAB.
  • Stadium III : Wasir dengan adanya tonjolan yang keluar melalui anus saat proses BAB yang tidak bisa masuk kembali ke dalam anus secara spontan. Jadi Bunda harus memanipulasi dengan bantuan tangan, mendorong wasir masuk lagi ke dalam anus.
  • Stadium IV : Wasir dengan tonjolan keluar anus yang tidak bisa diperbaiki dengan manipulasi tangan. Biasanya harus dioperasi segera untuk menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.
Biasanya stadium III dan IV sudah merupakan indikasi dilakukannya operasi.

Mengapa wasir sering timbul saat berpuasa di Bulan Ramadhan?


Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pola makan yang tidak tepat saat malam hari setelah berbuka puasa lah yang menjadi faktor risiko utama yang bisa menimbulkan wasir atau membuat wasir lama menjadi kambuh.

Menurut sunnah Rasulullah SAW, saat berbuka puasa kita dianjurkan untuk makan buah kurma dan air. Air untuk memberikan hidrasi pada tubuh kita setelah kurang lebih 14 jam berpuasa. Sedangkan kurma untuk menyediakan energi pada tubuh setelah seharian tidak mendapatkan asupan makanan.

Kurma mengandung gula yang berfungsi sebagai sumber energi. Selain itu, dalam buah kurma terdapat serat yang berfungsi sebagai agen anti konstipasi. Konstipasi adalah faktor utama timbulnya wasir.

Setelah berbuka puasa dengan air dan buah kurma, kita sebaiknya menjalani ibadah sholat Maghrib terlebih dahulu sebelum memulai menyantap makan besar untuk mempersiapkan sistem pencernaan kita dalam menerima 'tugas' mencerna makanan besar setelah seharian beristirahat.

Baru setelah kita menjalankan sholat Maghrib, kita memulai makan besar kita.

Namun, tak sedikit mereka yang sekaligus menyantap makanan besar saat berbuka puasa. Hal ini akan menimbulkan beberapa masalah pencernaan termasuk wasir, akibat sistem pencernaan berikut enzim-enzim yang membantu mencerna makanan 'belum siap' untuk menerima makanan dalam jumlah besar tersebut.

Apalagi jika Anda menyiapkan makanan yang sulit dicerna seperti daging, dengan rasa pedas dan bumbu masakan yang berminyak, serta minim serat. Hal ini dapat memicu timbulnya wasir.

Kurangnya sayur, buah, dan asupan cairan juga bisa memicu konstipasi yang dapat menimbulkan wasir. Jadi pola makan selama bulan puasa tetap harus seimbang untuk mencegah wasir.

Bagaimana cara mengatasi wasir saat berpuasa?


Jika wasir sudah terlanjur muncul, maka inilah cara mengatasinya :

1. SERAT

Perbanyak makan makanan berserat tinggi setelah berbuka puasa. Berbuka puasa mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan air dan kurma juga bisa membantu permasalahan konstipasi yang berujung pada wasir.

Atau jika Anda ingin berbuka puasa dengan kolak atau sup buah juga tidak masalah. Saran Saya, setelah berbuka puasa dengan kolak atau sup buah, sholat Maghrib lah terlebih dahulu untuk mengadaptasi saluran pencernaan agar optimal mencerna makanan berat dalam jumlah banyak setelah seharian berpuasa.

Pengalaman pribadi Saya dalam membuat kolak untuk hidangan pembuka puasa dengan selalu menyertakan kolang kaling, sangat membantu sekali melancarkan pencernaan. Konstipasi apalagi wasir tidak pernah timbul selama bulan puasa.

Kolang Kaling juga mengandung serat kasar dan kandungan air yang cukup tinggi. Manfaatnya untuk melancarkan pencernaan patut diacungi jempol. Kolang kaling bahkan dapat mengatasi permasalahan konstipasi yang sudah terjadi berhari-hari.

Serat tinggi yang dianjurkan dikonsumsi selama bulan puasa adalah buah pepaya dan agar-agar. 

2. AIR

Selama bulan puasa Ramadhan kebutuhan air kita tetap sama yaitu 8-10 gelas per hari bahkan lebih sesuai dengan penggunaan energi masing-masing individu.

Bedanya dengan hari-hari biasa adalah kebanyakan Bunda dan keluarga lebih memilih minuman manis seperti teh, sirup, atau kopi yang justru dapat memicu timbulnya konstipasi.

Boleh-boleh saja Anda mengkonsumsi minuman manis namun jumlahnya sebaiknya dibatasi, misalnya hanya saat berbuka puasa saja. Hal ini dilakukan sebagai siasat untuk mencegah konstipasi yang dapat memicu wasir.

3. POSISI KE BELAKANG

Jika sudah terjadi wasir, maka jangan berlama-lama dalam posisi BAB saat Anda belum benar-benar ingin BAB.

Saat BAB pun usahakan jangan terlalu mengejan dan setelah BAB selesai, usahakan cepat bangun dan jangan berlama-lama duduk di toilet untuk mencegah wasir keluar melalui anus.

4. OBAT

Jika sudah diterapkan konsumsi serat dan air putih yang cukup namun karena tingkat keparahan wasir, wasir belum juga sembuh. Tidak ada pilihan lain selain Anda harus mengkonsumsi obat anti-hemoroid pada malam hari.

Anda juga dapat membantu memperlancar BAB dan mencegah terjadinya konstipasi dengan suplemen herbal atau suplemen serat.

Ada juga obat anti hemoroid supositoria yang dimasukkan melalui anus.

Jika Anda tidak mempunyai riwayat wasir sebelumnya, biasanya dengan tips-tips di atas dapat sangat membantu mencegah timbulnya wasir untuk Anda dan seluruh keluarga.

Penulis pribadi hanya menjalankan sunnah Rasulullah SAW saja dengan berbuka puasa memakan kurma, kolak kolang kaling, dan air. Setelah sholat Maghrib lalu memulai makan makanan besar. Konsumsi air tetap sebanyak 8-10 gelas per hari.

Alhamdulillah, pencernaan lancar tanpa konstipasi dan wasir selama berpuasa di bulan Ramadhan.





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.