Puasa Saat Hamil Muda

by - May 01, 2017

Blog dr.Dini - Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Tak sampai hitungan bulan, bulan suci Ramadhan akan datang menyejukkan hati kaum Muslim dengan ibadah puasa selama satu bulan.

puasa saat hamil muda

Masih jelas dalam ingatan Saya, ketika Saya mempunyai tekad untuk tetap bisa menjalani ibadah puasa saat hamil muda setahun yang lalu.

Saat itu, usia kandungan Saya baru memasuki usia 6 minggu. Saat itu, usia kehamilan 6 minggu buat Saya sangatlah nyaman. 

Kalau biasanya usia kehamilan 6 minggu Saya mulai mengalami mual muntah yang berlebihan (hiperemesis gravidarum) pada kehamilan sebelumnya, pada kehamilan anak ke-4 tahun lalu, sama sekali tidak.

Itulah yang meyakinkan Saya bahwa sepertinya Saya bisa menjalani ibadah puasa saat hamil muda tanpa kendala. Malah kalau bisa, puasa saat hamil muda selama satu bulan full.

Namun, ternyata impian Saya untuk bisa berpuasa saat hamil muda ini tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh Dokter Obgyn Saya kala itu. 

Menurut Dokter Obgyn, berpuasa adalah ibadah wajib yang memang harus dijalankan oleh kaum Muslim. Keberadaan bulan Ramadhan yang hanya datang setahun sekali memang sangat sayang untuk dilewatkan.

Namun, menurut beliau, wanita hamil mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika puasa saat hamil muda dikhawatirkan bisa mengganggu pertumbuhan janin yang sedang dalam tahap pembentukan organ.

Lalu, jika berpuasa saat hamil muda memang berisiko untuk menjaga amanah Allah SWT, sedangkan Islam meringankan ibadah puasa itu sendiri untuk wanita hamil, mengapa harus Anda memaksakan untuk berpuasa saat hamil muda?

Toh, menjaga kehamilan yang merupakan amanah Allah SWT juga merupakan ibadah.

Jadi, Saya memutuskan untuk menjalani apa yang dinasehatkan oleh Dr.dr.H.Heru, SpOG (KFer) yang berpraktek di Sidoarjo ini.

Alasan mengapa Beliau tidak menganjurkan Saya untuk puasa saat hamil muda adalah sbb :

 

Pada saat trimester pertama, yaitu usia kehamilan sampai 12 minggu, pembentukan organ janin masih belum sempurna, dan kebanyakan ibu pada awal kehamilan akan mengalami hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis Gravidarum adalah gejala mual dan muntah-muntah yang berlebihan akibat pengaruh hormon kehamilan sehingga menyebabkan produksi asam lambung meningkat.

Saat ini, ibu akan kesulitan mendapatkan asupan makanan karena muntah-muntah tadi. Bagaimana dalam kondisi seperti ini Anda ingin berpuasa ? Jika tidak berpuasa saja, Anda sulit untuk makan. 

Lalu, bagaimana janin bisa mendapatkan asupan nutrisi yang optimal?

Jika saat hamil muda Anda mengalami keluhan mual muntah, tidak nafsu makan, pusing, dan berbagai keluhan lainnya yang sebenarnya lumrah terjadi pada ibu yang hamil muda, lebih baik Anda jangan berpuasa.

Islam pun meringankan ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa di Bulan Ramadhan dan menggantinya di hari-hari lain. Jadi, jika kondisi hamil muda sang ibu tidak mendukung, lebih baik jangan mempersulit diri sendiri sementara Islam meringankan.

Banyak juga, ibu yang memutuskan untuk tetap berpuasa. Hal ini tentu saja sah-sah saja. Dokter ObGyn tidak menganjurkan untuk berpuasa saat hamil muda namun bukan berarti melarang untuk berpuasa.

Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan Anda dan perkembangan janin saat hamil muda. Karena itu, lebih baik tanyakan terlebih dahulu pada Dokter ObGyn Anda. Apakah Anda diperbolehkan berpuasa atau tidak.


Hal yang penting diperhatikan saat memutuskan berpuasa saat hamil muda adalah :


1. MAKAN TIGA KALI SEHARI


Kalau kehamilan Anda tidak bermasalah dengan mual muntah dan nafsu makan Anda baik-baik saja maka berpuasa saat hamil muda boleh dilakukan asalkan tetap makan besar 3 kali sehari.

Anda makan setelah berbuka puasa, setelah tarawih, dan saat sahur. Perhatikan zat gizi yang dikonsumsi  harus lengkap mengandung Karbohidrat, Protein, dan Lemak Baik (Ikan). Jangan lupa sertakan susu untuk menyempurnakan nutrisi.

Minum sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas per hari. Jangan dikurangi jumlahnya meskipun Anda berpuasa di siang hari.

Usahakan jangan sahur ketika waktu imsak masih lama. Kalau perlu sahurlah dengan waktu yang cukup mendekati imsak agar Anda tidak berpuasa dalam waktu yang lebih lama dari jarak waktu sahur sampai berbuka puasa.

2. HINDARI MAKANAN PEDAS DAN ASAM


Meskipun terlihat 'menyegarkan', makanan pedas dan asam sebaiknya benar-benar jangan dikonsumsi oleh ibu hamil muda yang akan berpuasa.

Ini untuk mencegah meningkatnya asam lambung yang memang saat hamil muda akan meningkat akibat pengaruh hormon kehamilan.

Anda sangat beruntung jika saat hamil muda tidak merasakan mual muntah yang mengganggu.

3. JANGAN MEMAKSAKAN DIRI


Jika Anda merasakan pusing, mual, muntah, mata berkunang-kunang, pandangan gelap, berkeringat, gemetar, lemas, atau diare, jangan paksakan diri untuk melanjutkan puasa. Ingatlah bahwa ada titipan Allah SWT yang sedang tumbuh dalam rahim Anda.

4. KONSUMSI SUPLEMEN KEHAMILAN

Saat hamil muda, biasanya Dokter akan meresepkan 3 jenis obat, yaitu suplemen kehamilan, obat anti mual, dan obat penguat kandungan.

Suplemen kehamilan biasanya terdiri dari asam folat, kalsium, dan zat besi. Usahakan jangan lupakan untuk mengkonsumsinya ya.

Saya pribadi memutuskan untuk mendengarkan nasehat Dokter untuk tidak berpuasa saat hamil muda meskipun saat itu Saya tidak mengalami mual muntah yang berlebihan.

Dan, benar saja, memasuki minggu ke-7 kehamilan, mual muntah itu mulai berasa, makin lama makin intens.

Berpuasa saat hamil muda itu merupakan pilihan. Namun, bijaksanalah dalam memilih apakah kita boleh berpuasa atau tidak saat hamil muda, terkait kondisi kita dan janin yang ada dalam kandungan.

You May Also Like

1 komentar

  1. Wah ... sangat bermanfaat sekali. Terimakasih bu dokter.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.