Penyakit pada Usia Lanjut (Lansia) dan Cara Pencegahannya

by - May 06, 2017

Blog dr.Dini - Penyakit-penyakit pada usia lanjut (lansia) sering terkait dengan fenomena alami manusia di mana setelah terjadi kelahiran, perkembangan dan pertumbuhan sampai batas tertentu, lalu setelah itu timbul kemunduran fungsi organ, dan akhirnya terjadi kematian.

lansia, usia lanjut, penyakit usia lanjut, penyakit lansia

Terjadinya berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) adalah berdasarkan proses kemunduran fungsi organ saat manusia menempuh perjalanan hidupnya menuju kematian.

Berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) bisa dicegah secara ilmiah menurut ilmu kedokteran untuk menghambat terjadinya kemunduran fungsi organ yang harapannya bisa memperpanjang harapan hidup Anda.

Tapi ilmu kedokteran secanggih apapun tidak dapat menandingi takdir-Nya.

Kenyataannya, umur kita yang sudah digariskan oleh takdir tidak bisa diperpanjang dengan berbagai pola hidup sehat yang sifatnya preventif terhadap berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) ini.

Upaya pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) hanya bisa mencegah timbulnya kematian dini dengan cara menghambat sampai semaksimal mungkin agar tidak terjadi berbagai kemunduran fungsi organ yang dapat menimbulkan penyakit kronis, yang bisa mempercepat kematian.

Upaya pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) tidak bisa memperpanjang rentang hidup alami atau yang disebut Natural Life Span. Karena Natural Life Span kita adalah kuasa-Nya.

Namun, siapa sih yang ingin mengalami penyakit kronis menjelang usia lanjut (lansia)? Kita semua inginnya selalu sehat sampai kematian menjemput kita, ya, kan.

Nah, Semoga dengan mengetahui apa saja penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi dan cara untuk mencegahnya, Anda bisa mengatur pola hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) ini, ya.

Menurut Anda, apa saja penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi?

Inilah penyakit-penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi.


1. Hipertensi

 

Penyakit hipertensi pada usia lanjut (lansia) bisa dianggap biasa oleh kebanyakan orang yang belum paham tentang kesehatan. Kebanyakan dari mereka mengatakan jika tekanan darah 150/90 mmHg dialami oleh lansia, maka hal itu sangatlah biasa.

Hipertensi pada lansia dianggap biasa karena pada lansia telah terjadi perubahan fungsi tubuh terkait proses penuaan, sehingga menurut mereka, normal saja jika terjadi peningkatan tekanan darah pada lansia.

Padahal kenyataannya, tekanan darah tinggi 150/90 mmHg pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akibat tekanan darah yang tidak normal tersebut seperti penyakit jantung dan stroke.

2. Penyakit Jantung Koroner


Timbulnya penyakit jantung koroner biasa dikaitkan dengan seseorang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik dan memiliki profil lipid darah yang buruk.

Penyakit jantung koroner bisa disebabkan akibat adanya sumbatan akibat penumpukan lemak pada pembuluh darah yang keluar atau menuju jantung.

Akibat adanya sumbatan lemak pada pembuluh darah jantung timbul gangguan peredaran darah yang keluar masuk jantung. Akibatnya jantung kesulitan mendapatkan oksigen untuk meregenerasi sel-sel yang rusak.

Dengan demikian, jantung mudah mengalami kerusakan dan akhirnya muncul penyakit jantung koroner.

3. Stroke


Stroke pada usia lanjut (lansia) paling banyak disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan penyakit kolesterol yang biasanya tidak disadari tanpa Anda melakukan cek darah untuk kolesterol.

Tekanan darah tinggi dapat menekan pembuluh darah dari dalam sehingga pembuluh darah dapat pecah. Pecahnya pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke akibat perdarahan (Stroke hemorraghic) yang bisa mengancam nyawa saat itu juga.

Sedangkan kadar kolesterol jahat dalam darah yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah tak terkecuali pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke tanpa perdarahan, yang dalam istilah medis disebut sebagai stroke ischemic.

4. Kanker


Penyakit kanker dahulu paling banyak ditemui pada usia lanjut, tapi tidak pada zaman sekarang. Gaya hidup serba instan membuat kebanyakan orang jarang melakukan olahraga dan makan makanan sehat yang alami.

Apalagi mereka yang bekerja dari pagi hingga larut malam. Kebanyakan orang akan memakan makanan yang mudah ditemui dan siap saji (junk food) yang sebenarnya sangat minim nilai gizi. 

Makanan junk food biasanya mengandung pengawet makanan dan penyedap rasa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu timbulnya kanker.
 

5. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)


Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebenarnya sudah mulai berproses ketika seseorang mulai merokok. Paru-paru akan kesulitan untuk mendapatkan oksigen karena saluran napas yang menuju paru-paru mengalami gangguan.

Pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), perjalanan penyakitnya makin lama makin progresif. Tidak ada obat yang bisa mengembalikan fungsi paru seperti keadaan semula sebelum orang tersebut merokok.

Maka, sebelum penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ini semakin berjalan lebih lanjut, hentikan merokok, mulai dari sekarang.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sudah berlangsung lama biasanya menimbulkan kelainan jari berupa jari tabuh (clubbing finger).

6. Diabetes Mellitus Type-2


Kebanyakan lansia memang mengidap penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini. Tapi sekarang zaman sudah bergeser, penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini sekarang menyerang anak dan remaja.

Diabetes melitus tipe-2 pada usia lanjut (lansia) tanpa general check up, biasanya baru diketahui ketika lansia mengalami berbagai komplikasi.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda kenali lebih jauh 10 tanda klinis Diabetes Melitus tipe-2 ini agar Anda dapat lebih mewaspadai dan segera berkonsultasi dengan Dokter ketika gejala diabetes melitus muncul. 

7. Osteoporosis


Osteoporosis pada usia lanjut (lansia) sering terjadi. Sebenarnya, osteoporosis atau pengeroposan tulang sudah terjadi sejak usia 40 tahun, yang kemudian berlanjut hingga usia 85-90 tahun.

Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana massa tulang Anda semakin lama semakin berkurang per unit volume, sampai tulang tidak bisa menopang berat badan Anda lagi. Puncaknya, jika pengeroposan tulang ini terus berlangsung, tulang Anda dapat mengalami patah tulang spontan meskipun tanpa aktivitas.

Yang terjadi pada tulang ketika osteoporosis ini, dapat Anda cegah dengan rajin berolahraga, terpapar sinar matahari pagi sebelum jam 8 untuk mendapatkan asupan vitamin D alami, makan makanan tinggi kalsium dan suplemen kalsium.

Hendaknya pencegahan osteoporosis ini Anda lakukan sebelum mencapai usia 35 tahun agar osteoporosis benar-benar dapat Anda cegah secara optimal.

8. Osteoarthritis


Pengapuran sendi (osteoarthritis) sering terjadi pada usia lanjut (lansia).Namun, tidak menutup kemungkinan, pengapuran sendi (osteoarthritis) dapat terjadi bahkan sebelum usia 40 tahun.

Osteoarthritis yang terjadi sebelum usia 40 tahun terkait dengan banyak tidaknya faktor risiko untuk terjadinya pengapuran sendi (osteoarthritis).

Semakin banyak faktor risiko pengapuran sendi, semakin mungkin orang itu mengalami pengapuran sendi (osteoarthritis).

9. Kolelithiasis


Kolelithiasis adalah istilah medis untuk penyakit batu empedu. Penyakit batu empedu sering dialami lansia terkait pola makan yang tinggi lemak dan minim serat.

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu empedu yang hanya bisa disembuhkan melalui jalan operasi ini.

Membicarakan pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) tentu tak lepas dari suatu cabang ilmu kedokteran yaitu Gerontologi. 

Gerontologi adalah suatu ilmu yang mempelajari proses menua yang lahir dari kesadaran manusia atas adanya fenomena kelahiran, kemunduran, dan kematian.

Gerontologi sangat terkait dengan ilmu kedokteran karena masalah gangguan kesehatan pada usia lanjut (lansia) adalah yang paling menonjol dari masalah kesehatan yang lain.

Sehingga dengan adanya ilmu gerontologi medis ini, penyekit-penyakit pada usia lanjut (lansia) bisa dipelajari untuk dicari bagaimana cara pencegahan penyakit usia lanjut (lansia) agar tidak sampai terjadi.

Bagaimana cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia)?

Cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) adalah sebagai berikut.


Sebenarnya cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) itu sendiri terbagi atas 3, yaitu :
  1. Pencegahan primer,
  2. Pencegahan sekunder, dan 
  3. Pencegahan tersier
  4.  

1. Pencegahan Primer Terkait Penyakit pada Lanjut Usia (Lansia)


Yang dimaksudkan upaya pencegahan primer adalah bagaimana cara Anda untuk mengurangi atau lebih baik lagi jika Anda bisa menghindari faktor risiko untuk menderita sakit pada usia lanjut, misalnya dengan cara melakukan imunisasi.

2. Pencegahan Sekunder Terkait Penyakit pada Lanjut Usia (Lansia)


Pencegahan sekunder adalah saat Anda melakukan general check up lalu kemudian melakukan terapi terhadap gangguan kesehatan yang ditemukan pada hasil pemeriksaan. Misalnya Anda melakukan general check up meliputi cek darah. 

Saat hasil laboratorium sudah selesai, Anda menemukan ada beberapa gangguan kesehatan berupa hasil laboratorium yang abnormal seperti kadar kolesterol darah yang tinggi atau kadar asam urat darah yang tinggi. Lalu Anda berkonsultasi ke Dokter untuk mengobati keadaan tersebut agar tidak muncul komplikasi yang lebih berat.

Misalnya untuk kadar kolesterol yang tidak normal jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke di masa yang akan datang.

3. Pencegahan Tersier


Pencegahan tersier adalah ketika penyakit kronis degeneratif ini sudah terlanjur terjadi, lalu Anda melakukan berbagai upaya agar penyakit tersebut tidak berkembang menjadi lebih parah dan menimbulkan ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu (disabilitas).

Misalnya ketika seseorang terkena penyakit pada lanjut usia (lansia) yang menyerang sendi lutut, yaitu osteoarthritis (pengapuran). Jika ia tidak mencari bantuan pengobatan, osteoarthritis ini akan berkelanjutan menyebabkan ketidakmampuan untuk berjalan.

Osteoarthritis yang berkepanjangan tanpa pengobatan akhirnya bisa menyebabkan kelumpuhan akibat sendi lututnya terlalu kaku, sehingga sulit untuk digerakkan.

Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah penyakit pada usia lanjut (lansia)?


Ini yang harus Anda lakukan untuk mencegah penyakit pada usia lanjut (lansia).

Sebagai pencegahan primer penyakit hipertensi pada usia lanjut (lansia), Anda dapat melakukannya sekarang! Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan yang asin, berlemak, sehingga Anda dapat mengontrol berat badan Anda.

Konsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Tambahan lagi jika Anda memiliki postur tubuh yang gemuk (overweight). Kegemukan meningkatkan penyakit hipertensi. Jadi jika Anda gemuk dan penyuka makanan asin, waspadalah, penyakit hipertensi siap menyerang Anda.

Jika penyakit hipertensi sudah terlanjur menyerang Anda, maka lakukanlah pencegahan sekunder yaitu dengan mengkonsumsi obat anti hipertensi secara teratur. Minum obat anti hipertensi secara teratur dapat menurunkan risiko terkena komplikasi akibat penyakit hipertensi.

Mungkin timbul pertanyaan dalam benak Anda tentang apa saja komplikasi akibat penyakit hipertensi. 

Komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit hipertensi pada usia lanjut yang tidak mendapat pengobatan secara teratur misalnya penyakit jantung HHD (Hypertensive Heart Disease), Stroke akibat perdarahan otak (Haemorraghic Stroke), atau penyakit ginjal hipertensi.

Jika penyakit jantung HHD, stroke, dan berbagai penyakit lain akibat komplikasi ini sudah muncul, maka yang dapat Anda lakukan hanya berusaha agar penyakit-penyakit tersebut tidak menimbulkan disabilitas (ketidakmampuan) untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Misalnya pada penyakit stroke. Meskipun penyakit stroke telah bisa diobati, namun hendaya yang muncul akibat serangan stroke akan tersisa. Hendaya pasca serangan stroke yang sering terjadi adalah kelumpuhan.

Jika sudah terjadi kelumpuhan, maka hal yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pencegahan tersier agar kelumpuhan ini tidak berjalan lama sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen.

Biasanya fisioterapi dan terapi akupunktur kerap disarankan oleh Dokter untuk dilakukan oleh mereka selepas serangan stroke.

Penyakit jantung koroner dan stroke adalah dua penyakit yang terkait dengan tekanan darah tinggi yang tidak segera diobati. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai riwayat hipertensi, lakukanlah pemeriksaan rutin untuk mengecek tekanan darah Anda.

Upayakan agar tekanan darah selalu dalam batas normal. Dengan mengontrol tekanan darah Anda agar selalu dalam nilai yang normal, Anda dapat mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke di kemudian hari.

Selain mengontrol tekanan darah Anda, untuk mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke pada usia lanjut (lansia), Anda harus melakukan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat seperti tidak merokok, menjaga berat badan agar tetap ideal, mengurangi konsumsi lemak, dan rajin berolahraga, dapat sangat jauh menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.

Penyakit kanker saat ini marak terjadi bukan hanya pada usia lanjut saja karena gaya hidup instan jaman sekarang sudah mempengaruhi pola makan dari makanan yang natural ke makanan junk food. 

Penyakit kanker pada usia lanjut seakan menurun angka kejadiannya dikarenakan penyakit kanker sudah menyerang pada usia yang lebih muda dari usia 60 tahun.
Untuk mencegah timbulnya kanker di masa yang akan datang, sebaiknya Anda hanya makan makanan sehat yang alami ketimbang makanan instan yang minim nilai gizi bagi tubuh Anda.

Juga jika Anda adalah perokok aktif, sebaiknya hentikan merokok. Merokok mengandung zat-zat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker.

Makanan yang mengandung banyak lemak dan pengawet juga berpotensi menimbulkan kanker. Jadi sebaiknya Anda mulai mengurangi makanan berlemak dan junk food.

Beralihlah ke makanan yang lebih sehat dan alami yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Untuk Kanker serviks yang banyak menyerang wanita belakangan ini, bisa Anda cegah dengan melakukan imunisasi.

Penyakit paru obstruktif kronik pada usia lanjut berhubungan dengan aktivitas merokok. Maka, untuk mencegah terjadinya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Anda harus berhenti merokok atau terbebas dari pajanan asap rokok.

Pada usia lanjut, penyakit Diabetes Melitus tipe-2 juga sering terjadi. Untuk mencegah terjadinya penyakit Diabetes Melitus tipe-2 saat usia lanjut, Anda dapat melakukan olahraga teratur agar proses metabolisme tubuh Anda berjalan dengan semestinya.

Pada usia lanjut, proses metabolisme tubuh menurun. Jika saat usia lanjut, pola makan Anda tetap sama dan jarang melakukan olahraga, sedangkan proses metabolisme tubuh sudah menurun, maka pertambahan berat badan pasti akan terjadi.

Itulah mengapa orang tua cenderung gemuk dan susah menurunkan berat badan. Padahal mempunyai berat badan ideal adalah penting untuk dilakukan untuk menurunkan risiko terkena penyakit Diabetes Melitus tipe-2.

Selain memiliki berat badan ideal, terdapat berbagai cara mencegah penyakit DIABETES MELITUS TIPE-2 lainnya yang bisa Anda terapkan sehari-hari.

Osteoporosis pada usia lanjut dapat dicegah jika sebelum usia Anda 35 tahun, asupan kalsium Anda mencukupi. Makanan tinggi kalsium saat lanjut usia tidak begitu membawa pengaruh besar, karena transpor kalsium untuk bisa masuk ke dalam tulang adalah hormon estrogen.

Pada usia lanjut, Wanita sudah mengalami menopause di mana hormon estrogen sudah tidak diproduksi lagi.

Sehingga konsumsi kalsium saat usia lanjut untuk dapat mencegah osteoporosis masih dipertanyakan tentang keberhasilannya, mengingat transportasi kalsiumnya sendiri, yaitu hormon estrogen, sudah tidak diproduksi lagi.

Hindari juga mengkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol karena bisa mempengaruhi kesehatan tulang dan sendi.

Masalah tulang dan sendi memang banyak dialami oleh lansia. Masalah pengapuran sendi (osteoarthritis) bahkan bisa menjadi penyakit serius meskipun tidak mengancam nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain.

Pengapuran sendi (osteoarthritis) pada usia lanjut (lansia) bisa menyebabkan kelumpuhan jika tidak segera ditangani yang akan diperparah dengan kegemukan. Karena itu, Anda harus menjaga diet sehat dan alami yang sesuai dengan kebutuhan kalori Anda agar tidak kelebihan berat badan.

Anda dapat menghitung sendiri kebutuhan kalori harian Anda jika berat badan Anda saat ini sudah normal dengan cara ini.

Namun, jika berat badan Anda saat ini overweight, maka hasil perhitungan kebutuhan kalori harian Anda dengan cara tadi, harus dikurangi lagi dengan kalori yang harus dihilangkan untuk mencapai penurunan berat badan yang diinginkan guna mencapai berat badan ideal.

Berat badan ideal mempunyai peran penting untuk kesehatan dan juga penampilan Anda. Berat badan ideal juga bisa mencegah terjadinya penyakit kolelitiasis (batu empedu) pada usia lanjut (lansia) selain berbagai penyakit yang tersebut di atas.













You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.