Penyakit Hipertensi pada Usia Lanjut (Lansia)

by - May 05, 2017

Blog dr.Dini - Hipertensi pada usia lanjut pada awalnya dianggap normal akibat adanya perubahan fungsi tubuh terkait proses penuaan. Ternyata, hipertensi pada usia lanjut yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang terkait hipertensi.

hipertensi lansia, hipertensi, hipertensi usia lanjut

Diperkirakan 2/3 penderita hipertensi pada usia lanjut , di atas usia 60 tahun, akan mengalami gagal jantung, infark miokard (penyakit jantung), dan stroke , dalam 5 tahun ke depan, jika hipertensi pada usia lanjut ini tidak diobati.

Hipertensi pada usia lanjut ini adalah bila tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih.

Tekanan darah sistolik meningkat sampai usia 70 tahun, sedangkan tekanan darah diastolik meningkat sampai usia 50-60 tahun, lalu kemudian menetap atau menurun pada usia 70 tahun.

Mengapa pada usia lanjut dapat terjadi hipertensi?


Pada usia lanjut, terjadi perubahan-perubahan fungsi tubuh yang memudahkan seseorang terkena hipertensi. Perubahan fungsi tubuh usia lanjut berupa :

  1. curah jantung yang rendah, 
  2. jumlah denyut jantung yang berkurang (bradikardia), 
  3. aliran darah ginjal menurun, 
  4. kemampuan ginjal menyaring zat-zat buangan urin menurun (filtrasi glomerulus menurun), 
  5. aktivitas hormon renin plasma rendah, 
  6. terjadi gangguan kapasitas konservasi air dan natrium, 
  7. aktivitas simpatik meningkat, dan 
  8. volume darah dalam pembuluh darah berkurang (intravaskuler).

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada hipertensi usia lanjut adalah :

  1. Pemeriksaan tekanan darah pada usia lanjut memerlukan beberapa kali pengukuran tekanan darah sebelum benar-benar memastikan apakah orang usia lanjut tersebut terkena hipertensi atau tidak.
  2. Pada usia lanjut, kekakuan pembuluh darah arteri bisa saja terjadi, sehingga pada waktu diukur tekanan darahnya, hasilnya lebih tinggi dari tekanan darah pembuluh darah arteri yang sebenarnya. Hal ini disebut pseudo-hipertensi.
  3. Tekanan darah sebaiknya diukur dengan posisi duduk maupun berdiri, untuk memeriksa adanya hipertensi postural, yaitu tekanan darah sistolik yang menurun 20 mmHg atau lebih pada posisi berdiri).
  4. Tekanan darah pada saat berdiri biasanya dipakai untuk menghentikan pengobatan hipertensi, pada hipertensi postural.
  5. Penyebab terbanyak hipertensi pada usia lanjut adalah hipertensi esensial dan hipertensi renovaskular (ginjal).
Pengobatan hipertensi pada usia lanjut harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ akibat hipertensi. Konsultasikan segera pada Dokter Keluarga Anda.

Gaya hidup yang perlu dimodifikasi pada hipertensi usia lanjut berupa :

  1. penurunan berat badan bagi penderita hipertensi yang gemuk,
  2. melakukan gerak badan yang teratur (jalan pagi),
  3. menghentikan konsumsi alkohol jika mungkin,
  4. berhenti merokok jika penderita hipertensi merokok,
  5. diet rendah garam,
  6. diet tinggi serat dan sayur, 
  7. penanganan rutin jika penderita hipertensi juga mengalami diabetes melitus dan dislipidemia (kolesterol tinggi), dan
  8. kurangi stres.
Hipertensi pada usia lanjut dikatakan sudah berhasil diobati jika tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 80 mmHg atau kurang.

You May Also Like

1 komentar

  1. Terimakasih informasinya, dan setahu saya hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi penyakit, seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, kerusakan pembuluh darah dan lain sebagainya, sehingga memang harus segera dicegah sejak dini

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.