Pengapuran Sendi Osteoartritis

by - May 25, 2017

Blog dr.Dini - Apakah Anda pernah mengalami kesulitan untuk berjalan karena sendi lutut Anda terasa sangat nyeri dan kaku? Jika Anda pernah mengalaminya, kemungkinan besar Anda mengalami pengapuran sendi Osteoartritis.

pengapuran sendi, osteoartritis

Pengapuran sendi Osteoartritis adalah suatu penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembangnya sangat lambat. Karena berkembangnya sangat lambat, Anda tidak akan menyadari bahwa selama ini telah terjadi proses pengapuran sendi osteoartritis.

Pengapuran sendi osteoartritis sebetulnya belum diketahui penyebab pastinya. Namun, terjadinya pengapuran sendi osteoartritis dikaitkan dengan berbagai faktor risiko seperti ketika mulai terjadi proses penuaan dalam diri Anda.

Dahulu, pengapuran sendi osteoartritis banyak dihubungkan pada lansia atau mereka yang berusia di atas 40 tahun, tapi ternyata, karena berbagai faktor risiko, pengapuran sendi osteoartritis dapat dialami sebelum usia 40 tahun.

Banyak orang tua yang tidak dapat berjalan walaupun hanya dari kamar tidur ke dapur akibat penyakit degeneratif ini. Pengapuran sendi osteoartritis benar-benar dapat sangat membatasi aktivitas Anda karena biasanya terjadi pada sendi-sendi lutut dan tangan, sendi yang menanggung suatu beban.

Meskipun penyebab pengapuran sendi osteoartritis belum diketahui, dengan mengetahui berbagai faktor risiko pengapuran sendi osteoartritis, Anda dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pengapuran sendi osteoartritis.

Apa saja faktor risiko pengapuran sendi osteoartritis?

Inilah faktor risiko pengapuran sendi osteoartritis.

1. UMUR

Angka kejadian pengapuran sendi osteoartritis dengan bertambahnya umur, semakin meningkat. Tingkat keparahan pengapuran sendi osteoartritis pun meningkat seiring bertambahnya usia.

Pengapuran sendi osteoartritis hampir tidak pernah terjadi pada anak-anak, jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun, dan sering terjadi di atas 60 tahun.

2. JENIS KELAMIN

Wanita lebih sering terkena pengapuran sendi osteoartritis lutut dan pengapuran sendi osteoartritis banyak sendi. Sedangkan laki-laki lebih sering terkena pengapuran sendi osteoartritis paha, pergelangan tangan, dan leher.

Secara keseluruhan, pada usia 40-45 tahun, angka kejadian pengapuran sendi osteoartritis pada wanita dan pria adalah kurang lebih sama.

Namun pada usia di atas 50 tahun (setelah menopause), frekuensi pengapuran sendi osteoartritis lebih banyak pada wanita jika dibandingkan pada pria.

Hal ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengapuran sendi osteoartritis dengan hormon.

3. GENETIK

Anak-anak perempuan yang memiliki ibu yang terserang pengapuran sendi osteoartritis, mempunyai kecenderungan terjadi pengapuran sendi osteoartritis pula sebanyak 3 kali lipat, jika dibandingkan dengan anak-anak perempuan yang dilahirkan dari seorang ibu tanpa pengapuran sendi osteoartritis.

Adanya mutasi dalam gen prokolagen II atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan sendi seperti kolagen tipe IX dan XII, protein pengikat atau proteoglikan, dikatakan berperan dalam timbulnya kecenderungan familial pada pengapuran sendi osteoartritis tertentu.

4. KEGEMUKAN

Angka kejadian pengapuran sendi osteoartritis meningkat nyata akibat berat badan berlebih, baik pada wanita maupun pria.

Kegemukan ternyata tidak hanya berpengaruh pada sendi yang menanggung beban seperti sendi lutut, namun juga mempengaruhi sendi lainnya, seperti sendi pada tangan, dada, dan bahu (sterno-klavikula).

5. PENYAKIT METABOLIK

Seseorang dengan osteoartritis mempunyai risiko terjadinya hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang lain yang tanpa osteoartritis.

6. CEDERA SENDI, PEKERJAAN, DAN OLAHRAGA

Pekerjaan yang menggunakan hanya satu sendi secara terus menerus misalnya tukang gado-gado yang selalu menggunakan sendi pergelangan tangannya cenderung terserang osteoartritis pergelangan tangan.

Pekerjaan seperti tukang pahat cenderung terkena osteoartritis sendi bahu.

Cedera sendi, pekerjaan berat, dan bahkan olahraga yang mencederai sendi berkaitan dengan kejadian osteoartritis.

Beban benturan yang berulang dapat menjadi suatu faktor penentu lokasi terjadinya osteoartritis pada orang-orang yang memiliki kecenderungan terjadinya pengapuran ini. Misalnya pada riwayat genetik.

7. KELAINAN PERTUMBUHAN

Kelainan bawaan dan kelainan pertumbuhan paha, misalnya pada penyakit Perthes atau penyakit dislokasi kongenital paha, telah dikaitkan dengan timbulnya osteoartritis pada usia muda.

Mekanisme ini diduga berperan pada lebih banyaknya pengapuran paha pada laki-laki dalam ras tertentu.

8. TINGGINYA KEPADATAN TULANG

Kepadatan tulang yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya pengapuran.

Tulang yang padat atau keras tidak membantu saat tulang berbenturan ketika seseorang beraktivitas, akibatnya benturan ini mencederai sendi, bahkan sendi dapat robek.

MIsalnya saja pada pelari yang berusia lanjut, pelari akan memiliki kepadatan tulang yang tinggi, sementara tulang rawan sendinya memiliki risiko terjadinya pengapuran ketika usia lanjut.

9. FAKTOR-FAKTOR LAIN

Derajat keparahan osteoartritis tidak selalu berjalan selaras dengan keluhan yang dirasakan penderita. Meskipun derajat osteoartritisnya sama, keluhan bisa saja lebih dirasakan mengganggu pada individu yang lain.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada wanita dan orang gemuk cenderung lebih sering mempunyai keluhan seperti nyeri, pembengkakan sendi, keterbatasan/kekakuan sendi, dan perubahan anatomi sendi.

Seseorang yang merokok, menderita hipertensi, kulit putih, dan secara psikologis kurang baik, diduga meningkatkan timbulnya keluhan akibat osteoatritis yang dideritanya.



You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.