Kehamilan dan Penyakit Ginjal

by - May 23, 2017

Blog dr.Dini - Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal apakah tidak masalah? Bagaimana pengaruh penyakit ginjal terhadap perkembangan janin? Bagaimana kelangsungan kehamilan dan komplikasi yang mungkin timbul ? Bagaimana pengaruh kehamilan terhadap fungsi ginjal yang sedang tidak sehat?

kehamilan dan penyakit ginjal

Pertanyaan ini kerap muncul bagi ibu yang sedang sakit ginjal namun ingin hamil

Memang kehamilan dengan penyakit ginjal apalagi yang sudah kronis adalah kehamilan dengan risiko tinggi. Yang harus mendapat perhatian berkali-kali lipat dari kehamilan normal.

Beberapa Ahli mengatakan bahwa kehamilan sedikit mempengaruhi perjalanan penyakit ginjal kecuali jika fungsi ginjal telah menurun (kreatinin serum > 1,5 mg%) atau bila ada hipertensi.

Perjalanan penyakit ginjal yang tidak berpengaruh pada kehamilan adalah penyakit :
  1. Glomerulonefritis,
  2. Tuberkulosis ginjal,
  3. Ginjal polikistik,
  4. Batu ginjal,
  5. Infeksi ginjal.
kecuali jika telah terjadi penurunan fungsi ginjal seperti yang Saya sebutkan di atas.

Pada ibu yang perjalanan penyakit ginjalnya sudah menyebabkan penurunan fungsi, kreatinin > 1,5 mg%, adanya kehamilan akan semakin membuat penyakit ginjalnya bertambah buruk.

Apakah kehamilan akan berakhir baik atau tidak, hal tersebut tergantung pada keadaan penyakit ginjal saat mulai terjadi pembuahan (kehamilan).

Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal disertai kelainan penyerta yang dapat berakibat buruk, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kebocoran plasma (proteinuria), harus mendapatkan pengawasan Dokter yang ekstra.

Ibu dianjurkan menjalani kunjungan ANC (Antenatal care) ke Dokter SpOG rutin setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu, lalu kontrol setiap 1 minggu setelahnya.

Setiap kunjungan biasanya akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan urin, skrining akan adanya infeksi saluran kemih, dan pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin.

Dengan demikian untuk ibu yang memiliki penyakit ginjal dan ingin merencanakan kehamilan, dianjurkan agar melakukan program kehamilan sewaktu fungsi ginjal masih baik (serum kreatinin < 1,5mg%).

Seandainya fungsi ginjal sudah menurun dan ibu mengalami kehamilan, ini tidak bisa dianggap sebagai kehamilan yang biasa saja. Meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dokter sangat ketat, namun risiko /bahaya kehamilan terhadap penurunan fungsi ginjalnya mungkin saja terjadi.

Penurunan fungsi ginjal yang semakin buruk pada kehamilan bahkan bisa menyebabkan seorang ibu hamil harus menjalani cuci darah (dialisis).

Jika sudah diharuskan cuci darah bagi ibu hamil tersebut akibat perjalanan penyakit ginjalnya yang memang sebelumnya sudah mengalami penurunan fungsi ginjal, maka angka ketahanan hidup janin yang ada dalam kandungan menjadi 52%.

Pada keadaan ibu yang sehat, angka ketahanan hidup janin sebesar 95%.

Komplikasi yang mungkin saja terjadi pada janin akibat kehamilan ibu dengan penyakit ginjal adalah berat bayi lahir rendah (BBLR), persalinan kurang bulan (prematur), dan kemungkinan buruk (dan jangan sampai terjadi) adalah IUFD (Intra Uterine Fetal Death) atau lahir mati.

Sebaliknya, ibu dengan penyakit ginjal kronis yang harus menjalani cuci darah (dialisis) dilarang untuk hamil. Kehamilan adalah kontraindikasi untuk ibu yang menjalani cuci darah.

Pada ibu yang cuci darah, hanya 23-35% kehamilan yang bayinya masih bisa hidup. Kebanyakan terjadi keguguran yang spontan pada usia kehamilan sebelum 20 minggu, Bayi yang bisa bertahan kebanyakan prematur.

Komplikasi yang paling buruk untuk ibu yang cuci darah lalu hamil adalah kematian ibu dan janinnya.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.