Kegemukan Bisa Disebabkan Karena Faktor Psikologis

by - May 12, 2017

Blog dr.Dini- Obesitas atau masalah kegemukan yang ditandai dengan berlebihnya jaringan lemak bawah kulit ternyata tidak disebabkan karena ketidakseimbangan antara asupan makanan dengan penggunaan energi saja.

kegemukan dan faktor psikologis

 Ternyata, obesitas atau masalah kegemukan bisa disebabkan karena faktor psikologis juga. Jadi jika Anda mengalami stres dan tidak bisa mengontrol emosi dengan baik, obesitas atau masalah kegemukan kemungkinan akan terjadi pada Anda.

Mengapa obesitas atau masalah kegemukan bisa disebabkan karena faktor psikologis?


Obesitas atau masalah kegemukan bisa disebabkan karena faktor psikologis ini berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur dan nafsu makan yang jauh lebih meningkat yang terjadi pada sebagian orang yang mengalami stres.

Memang tidak semua orang yang mengalami stres akan mempunyai pola makan yang tidak teratur dan nafsu makan yang meningkat. Namun, pada sebagian orang yang mengalami nafsu makan meningkat di kala sedang stres, akan mengalami obesitas atau masalah kegemukan.

Faktor psikologis yang mana yang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas atau masalah kegemukan?

Obesitas atau masalah kegemukan bisa disebabkan karena faktor psikologis sbb.
  1. Kecemasan yang berlebihan terhadap suatu peristiwa hidup,
  2. Depresi terhadap suatu masalah yang berkepanjangan,
  3. binge-eating disorder,
  4. night-eating disorder,
  5. Stres psikososial yang tidak bisa dikontrol dengan baik, dan
  6. Efek samping obat psikotropika yang digunakan untuk penderita gangguan jiwa.
Bukan hanya obesitas atau masalah kegemukan yang bisa disebabkan karena faktor psikologis, sebaliknya, berbagai stres atau masalah psikologis juga bisa disebabkan karena obesitas. Dalam hubungan sosial, orang gemuk sering menarik diri dari lingkungan karena malu atau takut dikritik, akhirnya mereka jarang mempunyai teman.

Jadi masalah psikologis dan obesitas mempunyai hubungan sebab akibat yang berlangsung 2 arah. Masalah psikologis bisa menyebabkan kegemukan atau kegemukan bisa menyebabkan masalah psikologis buat Anda.

Masalah psikologis dan obesitas ini juga terjadi pada anak-anak. ketika orang tua berpikir bahwa anak gemuk itu lucu, yang terjadi sebenarnya adalah hal sebaliknya. Anak-anak yang gemuk paling banyak memiliki masalah psikologis terkait dengan rasa percaya diri yang minim.

Bermula ketika obesitas atau masalah kegemukan ini dimulai dari usia dini ketika orang tua yang gagal paham tentang kelebihan berat badan pada anak menganggap bahwa anak kecil yang gemuk itu lucu. 

Anak-anak yang gemuk sejak usia 3-6 tahun sering digambarkan sebagai anak yang malas, kotor, bodoh, dan bebal bila dibandingkan dengan anak yang berat badannya ideal.

Sikap lingkungan yang negatif terhadap anak-anak yang obesitas juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan anak sehingga anak tidak percaya diri dan enggan untuk melakukan hal-hal positif yang bisa mengembangkan dirinya.

Parahnya, masalah ketidakpercayaan diri anak yang gemuk, jika tidak segera diluruskan, akan terus berlanjut dan bisa membawa anak ke dalam masalah jiwa yang lebih kompleks, yaitu depresi.

Depresi yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat berlanjut ketika mereka tumbuh menjadi dewasa. Ketika dewasa, mereka mencari pengobatan untuk menurunkan berat badan, dan sekitar 20-30% orang dengan kegemukan ternyata menderita depresi.

Penurunan berat badan 5-10% saja dapat mengontrol dan memperbaiki komplikasi fisik akibat obesitas, di samping komplikasi psikis akibat obesitas.

Di samping obesitas atau masalah kegemukan bisa menyebabkan masalah psikologis dan sebaliknya, obesitas juga berdampak buruk terhadap kesehatan Anda terkait dengan distribusi jaringan lemaknya.

Banyaknya lemak yang terdistribusi pada tubuh bagian atas (upper-body-fat distribution), terutama jaringan lemak viseral, dikaitkan dengan tingginya risiko penyakit kardiovaskuler, resistensi insulin, diabetes mellitus tipe-II, dan stroke, bila dibandingkan dengan banyaknya lemak yang terdistribusi pada tubuh bagian bawah.

Pengurangan berat badan  untuk mengatasi masalah kegemukan dikaitkan dengan perbaikan kesehatan fisik dan psikologis. Perubahan gaya hidup sangat penting dalam pengurangan berat badan Anda.

Karena masalah psikologis juga mempengaruhi masalah kegemukan, maka dengan demikian masalah psikologis juga mempengaruhi program pengurangan berat badan yang ingin Anda jalani.

Jadi, saat Anda memutuskan untuk melakukan perubahan gaya hidup demi mengatasi masalah kegemukan, Anda perlu mencari bantuan terapis dalam bidang psikologi.

Psikiater dan profesional kesehatan jiwa lainnya berperan dalam usaha penurunan berat badan. Terapi perilaku merupakan pendekatan utama yang bertujuan untuk mengubah kebiasaan Anda secara bertahap sehingga terjadi penurunan berat badan secara terus menerus.

Karena obesitas atau masalah kegemukan bisa disebabkan karena faktor psikologis jadi peranan Psikiater akan sangat membantu Anda dalam menyiapkan strategi modifikasi gaya hidup untuk menurunkan berat badan yang efektif.

Apa yang dapat dapat Anda lakukan untuk mengatasi obesitas atau masalah kegemukan terkait dengan masalah psikologis Anda?

Anda dapat melakukan strategi modifikasi gaya hidup dan pola makan yang dianjurkan oleh Psikiater pada terapi perilaku terkait dengan masalah kegemukan yang disebabkan karena faktor psikologis.

Strateginya seperti apa?

Anda dapat melakukan strategi modifikasi gaya hidup dan pola makan pada terapi perilaku seperti:
  1. makan lebih lambat dan menikmati setiap suap,
  2. mengunyah 30 kali sebelum menelan,
  3. meletakkan sendok ketika mengunyah,
  4. menunda makan 2 atau 3 menit,
  5. menunda memakan makanan kecil sekitar 10 menit,
  6. menyediakan makan dalam piring kecil,
  7. porsi makan dibagi dua.
Mengurangi isyarat makan :
  1. makan hanya pada satu tempat yang ditentukan,
  2. segera tinggalkan meja makan setelah selesai makan, 
  3. jangan mengkombinasikan makan dengan aktivitas lain, misalnya membaca atau menonton TV,
  4. jangan meletakkan mangkok makanan di atas meja,
  5. sediakan makanan sehat,
  6. rencanakan yang akan dimakan atau membuat jadwal makanan,
  7. substitusi makanan kecil dengan berbagai aktivitas.
Sebagian besar seseorang dengan obesitas mengharapkan penurunan berat badan sekitar 38%. Namun, rata-rata penurunan berat badan yang terjadi adalah 16,5% dalam satu tahun.

Di sinilah, peran Psikiater dan Ahli Jiwa lainnya sangat membantu dalam menentukan target penurunan berat badan Anda, mempertahankan motivasi dalam usahanya menurunkan berat badannya, dan memberikan terapi psikologis yang berorientasi tilikan dalam menurunkan berat badan.

Terkadang, sebagian orang yang suka ngemil tidak menyadari kalau dirinya sudah termasuk ke dalam kategori obesitas atau over weight. Sehingga tingkat kewaspadaan terhadap perubahan gaya hidup menuju berat badan ideal sangat sedikit.

Adakah cara untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah termasuk kategori over weight atau obesitas?

Ada beberapa cara untuk mengukur obesitas tetapi yang paling populer adalah mengukur
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI).

Nilai BMI 20-25 kg/m2 adalah berat badan yang sehat.

Nilai BMI 25-27 kg/m2 dikaitkan dengan tingginya risiko kesakitan.

Nilai BMI lebih besar dari 27 kg/m2 menunjukan tingginya risiko kematian.



You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.