Ibu Hamil, Jangan Lupa Minum Vitamin D

by - May 30, 2017

Blog dr.Dini - Ibu hamil jangan lupa minum vitamin D. Karena vitamin D sangat penting Anda konsumsi selama kehamilan. Bukan saja untuk supply kalsium untuk tulang Anda, namun ternyata vitamin D juga baik untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.

hamil vitamin D

Melihat berbagai manfaat konsumsi vitamin D saat hamil, diharapkan ibu hamil jangan lupa minum vitamin D. 

Namun, seringkali vitamin D seperti terlupakan sebagai suplemen tambahan untuk wanita hamil. Vitamin D kalah tenar dengan multivitamin lainnya yang juga diperlukan ibu hamil seperti asam folat, zat besi, dan kalsium.

Beruntunglah, negara kita adalah negara Indonesia yang termasuk negara tropis di mana setiap hari kita selalu mendapatkan pancaran sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D.

Sehingga, meskipun ibu hamil tidak minum vitamin D, kebanyakan ibu hamil tidak mengalami gangguan pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D, ibu hamil perlu berada di bawah paparan sinar matahari di antara pukul 6.00-8.00 pagi. Jika saat hamil, Anda melakukan rutinitas ini, Anda akan mendapatkan asupan vitamin D secara alami sebanyak 80% kebutuhan tubuh.

Tambahan lagi, jika Anda suka mengkonsumsi makan makanan yang banyak mengandung vitamin D seperti telur, susu, ikan, udang, kedelai, tahu, keju, dan makanan sumber vitamin D lainnya, maka kebutuhan vitamin D tubuh Anda dapat tercukupi selama hamil.

Namun, kalau Anda tidak pernah melakukan rutinitas terpapar sinar matahari pagi atau Anda juga jarang mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin D, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan yang mengandung vitamin D.

Karena tercukupinya kebutuhan vitamin D saat hamil sangat penting maka Anda perlu mengkonsultasikan pada Dokter Kandungan Anda. Tanyakan padanya apakah Anda perlu mengkonsumsi vitamin D atau tidak.

Pentingnya tambahan suplemen vitamin D pada ibu hamil  dijelaskan pada sebuah penelitian di India yang menemukan banyak ibu hamil yang kekurangan vitamin D yang berefek pada terjadinya kelainan menetap pada bayi yang dikandungnya. 

Mengapa ibu hamil di India tetap kekurangan vitamin D padahal India juga termasuk negara tropis?
Menurut penelitian tersebut, ibu hamil yang kekurangan vitamin D di India, ini berkaitan dengan berbagai faktor risiko seperti jarangnya ibu hamil di India yang melakukan kegiatan di luar ruangan sehingga mereka kurang terpapar sinar matahari pagi.

Selain itu juga, di India terdapat banyak polusi udara, yang mengakibatkan sinar matahari pagi menjadi terhalang. Sehingga asupan vitamin D yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui paparan sinar matahari menjadi tidak maksimal.

Dikatakan dalam penelitian tersebut, bahwa warna kulit yang gelap pada sebagian besar ibu hamil di India menjadikannya kurang responsif untuk menerima sinar matahari masuk ke dalam kulit. Kulit yang berwarna gelap mengandung banyak melanin yang mampu menahan efek dari sinar matahari, termasuk efek supply vitamin D.

Dan juga, ibu hamil di India kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium. Kurangnya asupan kalsium pada ibu hamil menyebabkan kekurangan vitamin D yang bersifat sekunder (defisiensi vitamin D sekunder).

Berdasarkan penelitian tersebut akhirnya para ahli menyarankan ibu hamil untuk menambahkan suplemen vitamin D dalam diet sehari-hari.

Manfaat minum vitamin D selama hamil adalah agar ibu hamil tidak mengalami kekurangan vitamin D, karena kekurangan vitamin D saat hamil dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Suplementasi vitamin D pada ibu hamil agar tidak terjadi defisiensi vitamin D berdasarkan pada kadar vitamin D yaitu 1,25 (OH)2 D dalam serum ibu hamil agar mencapai level normal yaitu 20 ng/mL (The Institute of Medicine -IOM).  

Namun penelitian terbaru di India  merekomendasikan level normal yang lebih tinggi untuk ibu hamil yaitu 32 ng/mL ke atas. Untuk level 32 ng/mL masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE) guidelines, UK tambahan vitamin D 400 IU per hari sudah cukup untuk memelihara kadar vitamin D dalam darah untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin D pada ibu hamil.

Namun American Congress of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) menetapkan 1000-2000 IU vitamin D per hari yang dibutuhkan ibu hamil .  

Memang masih banyak perdebatan para ahli untuk menentukan dosis yang tepat untuk suplementasi vitamin D pada ibu hamil ini.

Apa saja gangguan kesehatan selama kehamilan yang dapat terjadi karena kekurangan vitamin D?
Inilah gangguan kesehatan selama kehamilan yang dapat terjadi karena ibu hamil kekurangan vitamin D :

1/ Preeklampsia,
2/ Diabetes Melitus Gestasional,
3/ Bayi lahir prematur, dan
4/ Meningkatkan risiko persalinan caesar (International Journal of Clinical Medicine,2015).

Efek kekurangan vitamin D selama kehamilan bukan hanya mempengaruhi ibu saja, tetapi juga mempengaruhi perkembangan janin yang dikandung ibu. Efek ibu hamil kekurangan vitamin D terhadap janinnya adalah sbb

1/ berat badan lahir rendah,
2/ riketsia yaitu pembentukan tulang yang lunak,
3/ pembesaran tulang pada ujung tulang panjang, misalnya lengan, tungkai,
4/ kejang tetani akibat kekurangan kalsium dalam darah (hipokalsemia)  karena vitamin D mempunyai peranan dalam penyerapan kalsium di usus,
5/ perkembangan motorik yang terlambat.

Untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan terkait dengan defisiensi vitamin D yang sudah saya sebutkan di atas, sebaiknya ibu hamil, jangan lupa minum vitamin D, ya.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.