Gangguan Psikologis Ternyata Bisa Menyebabkan Kegemukan

by - May 26, 2017

Blog dr.Dini - Angka obesitas terus meningkat dan mengancam berjuta penduduk di dunia. Di Amerika Serikat, 34% penduduknya mempunyai berat badan berlebih (overweight) yaitu dengan nilai indeks massa tubuh antara 25-29,9 kg/m2. Sebanyak 30% penduduk yang obesitas, memiliki BMI lebih dari 30 kg/m2.

kegemukan, overweight

Selain karena faktor genetik, kerusakan otak dan aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan obesitas.

Gaya hidup serba instan merupakan faktor penambah berat badan yang paling banyak, misalnya dengan tersedianya kendaraan bermotor, elevator, telepon genggam, komputer, televisi, menyebabkan seseorang jarang bergerak dan penggunaan kalori menjadi berkurang.

Disamping faktor pemicu obesitas tersebut di atas, ternyata gangguan psikologis juga berperan dalam pertambahan berat badan (obesitas). Sebaliknya, obesitas juga dapat berdampak buruk terhadap psikologis seseorang.

Berikut ini adalah gangguan psikologis yang dapat menyebabkan kegemukan : 

1. Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan : BINGE-EATING DISORDER

Binge-eating disorder merupakan salah satu diagnosis gangguan jiwa. Gambaran klinis binge-eating disorder dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) adalah sbb.
  1. makan setiap periode tertentu, misalnya setiap 2 jam,
  2. mengkonsumsi makanan dalam jumlah sangat banyak,
  3. seseorang tsb menyatakan bahwa ia tak dapat mengontrol keinginannya untuk makan,
  4. tetap makan meskipun tidak lapar,
  5. sering makan sendiri (ada rasa malu bahwa makannya banyak akan diketahui oleh orang lain),
  6. makan dengan cepat hingga rasa kenyang yang berlebihan atau tidak nyaman,
  7. ada rasa jijik terhadap diri sendiri dan rasa bersalah,
  8. penderitaan yang nyata karena makan banyak,
  9. makan banyak terjadi paling sedikit satu kali seminggu selama tiga bulan,
  10. gangguan ini sering dikaitkan dengan depresi.
Seorang dengan obesitas yang datang berobat akibat Binge-eating disorder ini kira-kira sebanyak 30% dari seluruh penderita obesitas.

2. Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan : NIGHT EATING DISORDER

Night-eating disorder atau disebut juga sindrom makan malam  termasuk kelompok diagnostik Feeding and Eating Disorders dalam DSM-5. Gejalanya adalah sbb.
  1. berulangnya episode makan malam,
  2. makan setelah terbangun dari tidur di tengah malam,
  3. mengkonsumsi makanan secara berlebihan setelah makan malam,
  4. orang tersebut menyadari dan mengingat bahwa ia telah makan,
  5. makan malam tidak disebabkan oleh pengaruh eksternal misalnya budaya sosial secara lokal,
  6. tidak disebabkan oleh efek obat, gangguan medik, atau gangguan mental lainnya,
  7. sindrom makan malam menyebabkan penderitaan atau adanya gangguan fungsi penderitanya. 
Sebanyak 9% orang dengan obesitas datang berobat akibat penyakit night-eating disorder ini.

3. Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan : GANGGUAN CEMAS (ANXIETAS) DAN DEPRESI

Dikatakan bahwa banyak makan dikaitkan dengan perasaan cemas dan depresi. Beberapa individu menggunakan makanan sebagai "teman baiknya". 

Depresi yang terjadi pada masa kanak-kanak, terutama pada perempuan, dikaitkan dengan obesitas. Sebaliknya, obesitas itu sendiri dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan cemas dan depresi.

Pada lelaki, berat badan berlebih memiliki risiko yang rendah terhadap gangguan depresi. Sedangkan pada perempuan dengan obesitas mempunyai risiko untuk terjadinya depresi sebanyak 50%.

4. Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan : GANGGUAN AFEK TERKAIT MUSIM

Gangguan afek terkait musim (seasonal affective disorder) dikaitkan dengan berat badan berlebih. Seseorang dengan depresi terkait musim akan mengalami peningkatan nafsu makan ketika musim dingin dan nafsu makan menurun ketika musim panas. 

Sekitar 67% individu dengan depresi terkait musim mengalami penambahan berat badan sebanyak 4 Kg selama musim dingin dan mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya ketika musim panas.

5. Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan : PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA

Penggunaan obat psikotropika jangka panjang dapat berefek terhadap berat badan. Penderita gangguan depresi mayor, skizofrenia, dan gangguan bipolar yang sedang dalam pengobatan dapat mengalami penambahan berat badan.

Obat antidepresan dapat meningkatkan nafsu makan, menyebabkan ketagihan pada karbohidrat (craving), dan akhirnya menyukai makanan yang manis. 

Obat antipsikotik misalnya klozapin dan olanzapin dapat meningkatkan berat badan (paling banyak 4 Kg). Haloperidol dikaitkan dengan penambahan berat badan sekitar 1-2 Kg.

Gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan sangat bervariasi dan bersifat individual. Tidak ada tipe kepribadian tertentu yang cenderung menjadi gemuk. 

Mengingat berbagai faktor psikologis dapat berpengaruh dalam terjadinya obesitas, maka peran Psikiater (Dokter Spesialis Jiwa) sangat berperan dalam penanganan gangguan psikologis yang menyebabkan kegemukan

Beberapa individu dapat berhasil dengan terapi psikodinamik berorientasi tilikan. Kadang beberapa tahun setelah berhasil dengan psikoterapi, mereka  kembali makan berlebihan bila stres. 

Terapi perilaku adalah pendekatan utama dalam perubahan gaya hidup yang efektif untuk menurunkan berat badan. 

Terapi kelompok dengan penderita gangguan psikologi yang mengalami obesitas juga adalah cara untuk mempertahankan motivasi untuk menurunkan berat badan terkait gangguan jiwa tersebut di atas.


You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.