Episiotomi dan Persalinan Normal

by - May 06, 2017

Blog dr.Dini - Jika saat ini Anda tengah hamil dan berencana untuk melahirkan secara normal maka inilah yang patut Anda ketahui. Episiotomi dan persalinan normal bisa saja menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

episiotomy, spontaneous delivery, episiotomi dan persalinan normal

Episiotomi adalah sayatan yang dibuat di perineum - jaringan yang terletak di antara pembukaan jalan kelahiran dan anus (tempat pembuangan sisa makanan) - saat melahirkan. Episiotomi biasa dilakukan dengan menggunakan gunting bedah. 

Meskipun episiotomi dan persalinan normal pernah menjadi bagian rutin yang tidak terpisahkan, itu tidak lagi terjadi saat ini.

Dulu, episiotomi dan persalinan normal tak terpisahkan. Episiotomi dianggap sangat membantu proses kelahiran, membantu agar robekan yang terjadi di jalan lahir tidak lebar, dan membantu menjaga kekuatan otot dan jaringan ikat di sekitar jalan lahir. 

Namun efek episiotomi juga banyak dilaporkan pasien seperti pemulihan masa nifas yang tidak nyaman. Bahkan keluhan seperti sayatan episiotomi yang terlalu luas sering dilaporkan. 

Efek sayatan episiotomi yang terlalu luas ini dapat mempengaruhi timbulnya infeksi, perasaan nyeri yang dirasakan sampai beberapa bulan setelah melahirkan, dan pada beberapa wanita dapat terjadi inkontinensia alvi (tidak dapat menahan rasa ingin buang air besar).
 
Oleh karena itu, sekarang, Episiotomi dan persalinan normal yang menjadi bagian rutin tidak lagi direkomendasikan.  


Meski episiotomi dan persalinan normal sekarang tidak lagi menjadi bagian rutin, namun prosedur ini diperlukan pada beberapa kasus dimana episiotomi lebih baik dilakukan dibandingkan tidak dilakukan, yaitu pada kondisi sbb.
  1. Kemungkinan robekan jalan lahir yang terjadi akan luas dan tidak beraturan,
  2. Makrosomia yaitu berat badan bayi yang dilahirkan lebih dari 4 KG,
  3. Keadaan bayi dimana diperlukan persalinan yang cepat, misalnya hipoksia (kekurangan oksigen) yang diperiksa dengan alat CTG (CardioTocoGraphy).
Jika Dokter memutuskan untuk melakukan episiotomi pada proses persalinan Anda, maka Dokter akan memberikan obat bius lokal, sehingga Anda tidak akan merasakan nyeri saat dilakukan tindakan episiotomi. 
 
Ada dua jenis sayatan episiotomi:

1.Garis tengah atau sayatan median.  

Sebuah sayatan median dilakukan lurus arah vertikal. Untuk memperbaiki bekas sayatan median ini lebih mudah daripada sayatan mediolateral, namun risiko untuk merobek anus lebih besar.

2. Sayatan mediolateral.  

Sebuah sayatan mediolateral adalah sayatan yang letaknya agak ke pinggir jadi tidak searah dengan jalan lahir dan lubang anus.  

Sayatan mediolateral lebih sering dilakukan saat episiotomi karena mencegah risiko robekan vagina dan anus, meskipun lebih sulit untuk memperbaiki sayatannya setelah bayi lahir. 

Dilaporkan bahwa rasa nyeri pasca episiotomi dan persalinan normal dengan sayatan median lebih cepat hilang daripada episiotomi dengan sayatan mediolateral.
Jika Anda mengalami tindakan episiotomi saat persalinan atau robekan alami yang lebar, biasanya rasa nyeri akibat episiotomi dan robekan jalan lahir tersebut akan bertahan selama beberapa minggu setelah melahirkan. 

Bahkan untuk robekan atau sayatan yang lebih luas, rasa nyeri akan bertahan lebih lama. Rasa tidak nyaman akibat jahitan perineum juga dirasakan mengganggu beberapa minggu setelah melahirkan.

Benang jahitan yang digunakan dalam tindakan episiotomi akan terserap dengan sendirinya.

Adakah yang bisa Anda lakukan agar luka pasca tindakan episiotomi dan persalinan normal cepat sembuh?
 
Inilah beberapa tips agar luka jahitan akibat tindakan episiotomi atau robekan jalan lahir akibat persalinan normal bisa cepat sembuh.

1. Anda dapat mengatasi luka robekan atau episiotomi pasca melahirkan dengan menggunakan cairan antiseptik saat buang air besar dan buang air kecil.

2. Minumlah  obat antibiotika secara teratur dan jangan lupa untuk menghabiskannya. Biasanya Anda akan diberikan obat anti nyeri dan antibiotika selama beberapa hari untuk menghilangkan rasa nyeri dan mencegah terjadinya infeksi terutama pada bekas luka robekan/sayatan di perineum.
3. Jangan tunda untuk buang air kecil karena hal tersebut dapat memicu timbulnya infeksi saluran kemih (ISK) dan dapat memicu terjadinya konstipasi (kesulitan buang air besar).
4. Untuk mencegah susah buang air besar yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian perineum, Anda dapat minum obat pencahar. Konsultasikan pada Dokter ObGyn obat pencahar apa yang aman untuk Anda, terutama jika Anda memberikan ASI untuk bayi Anda..
5. Berhati-hatilah saat duduk. Dianjurkan duduk di tempat yang empuk atau tempat duduk berbentuk cincin agar bekas luka pasca tindakan episiotomi tidak terasa nyeri.
6. Makan makanan bernutrisi tinggi untuk mempercepat penyembuhan misalnya makanan yang mengandung protein tinggi seperti ikan, telur, dan ayam.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.