Endometriosis

by - May 07, 2017

Blog dr.Dini - Rahim wanita terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar disebut perimetrium, lapisan tengah terdiri dari otot polos disebut miometrium, dan lapisan terdalam di mana janin tumbuh disebut endometrium.

endometriosis
Pada saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim maka keadaan tersebut disebut endometriosis. Jaringan endometrium yang tumbuh ke luar rahim ini disertai dengan perambatan pembuluh darah sehingga memungkinkan endometriosis makin besar dan melebar bahkan dapat membentuk kista endometriosis.

Radang atau kista endometriosis ini bisa melekat pada indung telur, usus halus, usus besar, vagina, bahkan bisa sampai ke organ yang jauh dari rahim, misalnya paru-paru. Kista endometriosis ini menimbulkan rasa nyeri yang sangat tidak tertahankan pada sebagian wanita.

FAKTOR RISIKO ENDOMETRIOSIS
  1. Keturunan,
  2. Siklus menstruasi nya kurang dari 28 hari,
  3. Panjang menstruasi lebih dari 7 hari,
  4. Pertama kali mendapat haid usia kurang dari 14 tahun,
  5. Melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun,
  6. mempunyai bentuk rahim yang tidak normal,
  7. kulit putih,
  8. Paparan terhadap pestisida (organoklorin),
  9. Kurang aktivitas fisik (olahraga),
  10. Berat badan kurang dari normal (kurang dari Indeks Massa Tubuh Normal),
  11. Diet (kurang serat dan asam lemak omega 3, tinggi protein hewani seperti sapi), dan
  12. Perilaku rumah tangga yang menyimpang misalnya berhubungan suami-istri saat menstruasi belum selesai.
Endometriosis sering dikaitkan pada terjadinya infertilitas/kemandulan karena keberadaan endometriosis dapat menghalangi jalannya sel telur menuju ke rahim.

PENYEBAB ENDOMETRIOSIS

Penyebab pasti terjadinya endometriosis belum dapat ditegakkan. Namun ada beberapa teori yang menjelaskan beberapa kemungkinan sebagai penyebab endometriosis, di antaranya :
  1. Jalannya menstruasi yang bergerak mundur ke saluran telur atau indung telur akibat adanya kelainan bentuk rahim atau faktor lain,
  2. Kelainan sistem kekebalan yang memungkinkan jaringan menstruasi tumbuh di luar dinding rahim,
  3. dan faktor genetika.
GEJALA ENDOMETRIOSIS

1. Nyeri haid dan kemandulan

Endometriosis menyebabkan nyeri haid karena pada saat siklus haid dimulai, jaringan endometriosis juga ikut dalam siklus itu. Jaringan endometriosis menebal dan terjadi peluruhan saat tidak ada pembuahan janin.

Jadi pada saat haid, jaringan endometriosis sama seperti dinding rahim yang sehat, meluruh dan mengeluarkan perdarahan haid, hanya saja perdarahan pada jaringan endometriosis sangat banyak dan menimbulkan nyeri.

Lama kelamaan, jaringan endometriosis yang ikut meluruh pada siklus haid ini akan membentuk jaringan parut dan menyebabkan perlengketan organ-organ di mana pun jaringan endometriosis berada.

Jika perlengketan jaringan endometriosis terjadi pada saluran telur, maka akan menghalangi sel telur berjalan menuju ke dinding endometrium yang sehat, akibatnya akan terjadi kemandulan.

2. Menstruasi yang tidak teratur

Pada saat siklus haid, perdarahan awal berupa bercak-bercak (spotting) yang berasal dari jaringan endometriosis. 

3. Dispareunia

Dispareunia adalah nyeri pada saat berhubungan suami-istri.

4. Pembengkakan perut

Jika jaringan endometriosis melekat pada usus besar, jalannya sisa makan akan terhambat sehingga menimbulkan pembengkakan perut. Biasanya timbul nyeri pada saat buang air besar, membuat penderita endometriosis trauma untuk pergi ke belakang.

5. Perdarahan

Kista endometriosis dapat melekat pada ovarium dan berisi darah. Pada suatu saat, kista endometriosis yang berisi darah (endometrioma) tersebut dapat pecah dan menimbulkan perdarahan, nyeri yang sangat hebat, dan apabila tidak ditangani secara cepat dapat membahayakan jiwa.

PENGOBATAN ENDOMETRIOSIS

Pilihan pengobatan endometriosis dapat berbeda-beda tergantung kepada usia penderita, rencana kehamilan, dan perjalanan penyakitnya.


Pengobatan endometriosis dapat berupa obat-obatan hormonal yang dapat menghambat perkembangan endometrium, bahkan sampai dilakukan pembedahan.

Pembedahan endometriosis seringkali menyertai pembuangan rahim, saluran telur, dan indung telur, dengan tujuan membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis.

Pengobatan endometriosis menjadi lebih kompleks jika penyebarannya sudah mencapai organ yang jauh, seperti misalnya paru-paru.

Meskipun demikian, kadang endometriosis dapat muncul tanpa gejala dan tidak terjadi perjalanan penyakit endometriosis lebih lanjut.






You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.