Demam Berdarah Dengue

by - May 25, 2017

Blog dr.Dini - Di negara kita jika musim hujan datang, identik dengan banjir dan penyebaran penyakit demam berdarah.

demam berdarah, demam dengue, nyamuk aedes aegypti

Meskipun bukan hal yang baru bahwa demam berdarah akan meningkat kejadiannya seiring dengan musim hujan, namun kita akan me-review mengenai penyakit infeksi demam berdarah dengue ini supaya kita selalu ingat akan tanda-tanda klinisnya.

Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang terdapat pada anak dan orang dewasa, dengan gejala utama demam, nyeri sendi dan otot, disertai beberapa gejala perdarahan dari ringan sampai paling berat.

Perjalanan penyakit demam berdarah biasanya memburuk setelah 3 hari pertama. Keadaan memburuk dapat membuat seseorang jatuh pada keadaan syok (tak sadarkan diri/koma).

Gejala perdarahan paling ringan yang dimaksud adalah berupa bercak-bercak perdarahan (bintik-bintik merah yang tidak hilang dengan penekanan/peregangan kulit).

Gejala perdarahan memberat dengan tanda mimisan, memar, muntah darah, buang air besar darah (hitam), dan tanda perdarahan lainnya.

Penyebab penyakit demam berdarah adalah virus Dengue, tergolong dalam famili Flaviviridae, dan dikenal ada 4 serotipe.

Dengue 1 dan 2 ditemukan di Papua ketika berlangsungnya Perang Dunia II, sedangkan Dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954.

Virus Dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, dan stabil pada suhu 70 derajat celcius.

Ke-4 serotipe virus Dengue ditemukan di Indonesia. Virus Dengue serotipe 3 yang paling sering beredar.

Vektor utama virus Dengue di Indonesia adalah Nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus. 

Nyamuk Aedes bersarang pada penampung air bersih seperti bak mandi, drum penyimpan air, kaleng bekas, talang air, dan lain-lain.


Adanya nyamuk Aedes tersebut berhubungan erat dengan dengan faktor sbb:
  1. kebiasaan warga menampung air bersih untuk keperluan sehari-hari,
  2. sanitasi lingkungan yang kurang baik,
  3. penyediaan air bersih yang langka,
  4. keadaan lingkungan di mana terdapat banyak genangan air hujan.
Terjangkitnya penyakit demam berdarah semakin sering jika :
  1. antar rumah jaraknya berdekatan, yang memungkinkan penularan karena jarak terbang Aedes aegypti 40-100 meter,
  2. dalam suatu daerah terdapat banyak warga, karena nyamuk Aedes aegypti betina mempunyai kebiasaan menggigit berulang (multiple biter), yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu yang singkat.
Oleh karena itu, penyakit demam berdarah semakin lama semakin meningkat jumlahnya, terutama di kota besar, di mana tingkat kepadatan penduduknya sangat tinggi.

Demam berdarah Dengue cenderung meningkat pada musim hujan, kemungkinan disebabkan  oleh :
  1. Perubahan musim mempengaruhi gigitan nyamuk, karena pengaruh musim hujan, puncak jumlah gigitan terjadi pada siang dan sore hari.
  2. Perubahan musim mempengaruhi sikap manusia sendiri dalam sikapnya terhadap gigitan nyamuk, misalnya lebih banyak berdiam diri selama musim hujan.
Gambaran klinis demam berdarah dengue sangat bervariasi di antaranya dari yang paling ringan Dengue Fever, Demam Berdarah Dengue, sampai yang paling berat Dengue Shock Syndrome. 

Seseorang yang digigit nyamuk Aedes aegypti, dan terinfeksi oleh virus Dengue, akan menimbulkan gejala setelah 3-15 hari, atau rata-rata 5-8 hari.

Gejala yang dapat timbul pada Dengue Fever atau Demam Dengue yaitu :
  1. Suhu meningkat secara tiba-tiba,
  2. Sakit kepala dapat menyeluruh atau berpusat pada daerah di atas mata atau di belakang mata,
  3. Nyeri hebat pada otot dan tulang (break bone fever),
  4. mual muntah,
  5. batuk ringan,
  6. Otot sekitar mata terasa berat dan pegal, terlihat pembengkakan sekitar mata, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
Jika pada stadium Demam Dengue dilakukan pemeriksaan lab darah maka hasil yang ditemukan hitung sel leukosit yang menurun (leukopenia), trombosit di sini belum menurun.

Jika daya tahan tubuh kuat dan mampu melawan virus Dengue, maka ia akan sembuh pada hari ke 4-5 hari. Namun jika infeksi virusnya berkembang maka Demam Dengue berubah menjadi Demam Berdarah Dengue.

Gejala pada Demam Berdarah Dengue berupa :
  1. Demam yang menurun pada hari ke 3-5, yang diikuti dengan tanda perdarahan yaitu bintik-bintik perdarahan (petekia), memar (hematoma), buang air besar hitam (melena), muntah darah (hematemesis), atau yang paling mudah dikenali seperti mimisan. Semua gejala tersebut di atas tidak semuanya dapat dialami oleh setiap penderita demam berdarah dengue.
  2. Terkadang ditemukan pembesaran kelenjar getah bening yang lunak tapi tidak nyeri di lipatan ketiak, lipatan paha, atau leher.
  3. Hati umumnya membesar dan menimbulkan nyeri pada perut sebelah kanan atas.
  4. Gejala tambahan yang mungkin timbul seperti lidah yang tampak kotor dan keputihan (coated tongue) kesulitan buang air besar.
Jika seseorang melakukan cek lab darah pada stadium ini, maka ditemukan kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia) dan pengentalan darah (hemokonsentrasi).

Pada hari ke 3-7 bukan selalu seseorang yang terinfeksi virus Dengue menjadi penderita Demam Berdarah Dengue, bahkan dapat jatuh pada keadaan syok yang mengancam pada kematian, yaitu DSS (Dengue Shock Syndrome).

Dengue Shock Syndrome adalah Demam Berdarah Dengue Derajat IV, yaitu derajat yang paling berat di mana saat ini tekanan darah dan nadi seseorang sudah tidak dapat terukur oleh Dokter yang merawat.

Sebelum seseorang jatuh pada keadaan syok, tanda-tanda klinis yang harus diperhatikan adalah :
  1. kulit menjadi lembab dan dingin,
  2. pada ujung hidung, jari-jari tangan dan kaki tampak kebiruan (sianosis perifer),
  3. penurunan tekanan darah (hipotensi).
Jika gejala-gejala renjatan tersebut muncul, harus segera dilakukan tindakan medis yang intensif agar keadaan tidak jatuh pada keadaan syok yang dapat menimbulkan kematian.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.