Dampak Minum Alkohol Saat Hamil

by - May 21, 2017

Blog dr.Dini - Seorang ibu yang kecanduan alkohol sebelum kehamilannya, terkadang tidak bisa melepaskan kebiasaan minum alkohol ketika hamil. Meskipun, dampak minum alkohol saat hamil bisa membahayakan janin, ternyata masih ada saja ibu hamil yang minum minuman beralkohol.

minum alkohol saat hamil, withdrawal syndrome

Entah, karena faktor ketidaktahuan mengenai dampak minum alkohol saat hamil, atau karena faktor lain. Ternyata, ada saja ibu hamil yang cuek akan apa yang dikonsumsinya meskipun sedang hamil.

Bahkan ada loh, ibu hamil yang berpesta alkohol bersama dengan suami dan kerabatnya. Dengan asumsi, bahwa dampak minum alkohol saat hamil dalam jumlah yang sedikit tidak akan terlalu mempengaruhi perkembangan bayi.

Padahal ketika hamil biasanya seorang ibu akan sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, minuman, atau bahkan obat-obatan karena sangat mengkhawatirkan keselamatan janin yang ada dalam kandungannya.

Benarkah dampak minum alkohol saat hamil dalam jumlah yang sedikit tidak berpengaruh?
Sebenarnya berapa dosis terendah alkohol yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil itu tidak diketahui. Karena, dampak minum alkohol saat hamil dalam jumlah yang sedikit ini belum ada penelitiannya.

Sulit untuk mencari audiens yang mau dijadikan penelitian mengenai dosis terendah alkohol yang tidak berefek negatif pada janin.

Karena siapa yang mau ambil risiko, saat hamil mencoba minum alkohol untuk dinilai batas keamanannya terhadap janin. Ini yang sulit. Jadi, penelitian semacam ini tidak dilakukan.

Jadi untuk memastikan bahwa dampak minum alkohol saat hamil ini tidak akan terjadi pada janin, ya, hanya dengan menghentikan konsumsi alkohol selama kehamilan.

Hanya dengan berhenti minum alkohol saat hamil, kelainan pada bayi akibat alkohol dapat dicegah. 
   
Meskipun belum ada penelitian mengenai batasan konsumsi alkohol yang aman dan tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, namun terdapat studi kasus yang menggambarkan bahwa konsumsi alkohol lebih dari 20 gram/hari berhubungan dengan meningkatnya kejadian persalinan kurang bulan (prematur) dan ikterus neonatorum (penyakit kuning bayi).

Bukan berarti, konsumsi alkohol kurang dari 20 gram/hari ini tidak memberikan dampak negatif, Hanya saja, kejadian prematur dan ikterus neonatorum bisa dihubungkan pada ibu yang minum alkohol saat hamil melebihi 20 gram/hari.

Dampak minum alkohol saat hamil juga meningkatkan risiko abortus trimester kedua (keguguran usia kehamilan 12-20 minggu) dan meningkatkan kematian janin hingga 50 %.

Dampak minum alkohol saat hamil dalam jumlah besar dan seorang ibu memang peminum alkohol berat adalah bayi dapat lahir dengan gejala  withdrawal syndrome.

Withdrawal Syndrome adalah sindroma putus obat 12 jam pertama pasca lahir, misalnya gejala kejang-kejang, gangguan kesadaran, denyut jantung yang tidak teratur, atau suhu tubuh melebihi suhu tubuh bayi normal. 

Gangguan pada wajah bayi sebagai dampak minum alkohol saat hamil yang sangat tinggi yaitu melebihi 80 gram/hari dapat terjadi.

Gangguan pada wajah tersebut berupa muka yang panjang, kepala kecil, hidung pendek, posisi telinga yang rendah dan tidak pararel.

Dampak minum alkohol saat hamil juga bisa mempengaruhi sistem saraf pusat bayi sehingga kelak mengganggu kecerdasan dan perilaku anak.

Dampak minum alkohol saat hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan bentuk jantung bayi, biasanya berupa kelainan katup jantung. Dapat pula terjadi kelainan anggota gerak.

Kumpulan gejala pada bayi akibat alkohol dikenal dengan istilah sindroma alkohol janin (FAS~ Fetal Alcohol Syndrome).


You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.