1 dari 5 Bayi Mengalami Kolik. Apakah Bayi Anda Juga?

by - May 15, 2017

Blog dr.Dini - Terkadang dalam suatu waktu tertentu, bayi suka menangis terus, kadang sampai berjam-jam, tanpa alasan yang bisa dimengerti oleh Anda. Ternyata, bayi yang menangis terus menerus, tanpa alasan yang jelas, dan tidak seperti biasanya, bisa jadi karena bayi mengalami kolik.

kolik, bayi kolik

Kolik terjadi 1:5 pada bayi, suatu keadaan yang lumrah terjadi pada bayi, dan biasanya akan hilang seiring dengan makin sempurnanya perkembangan sistem pencernaan bayi, yaitu ketika bayi berumur sekitar 4 bulan.

 Apa itu kolik?

Kolik adalah suatu keadaan nyeri dan tegang pada perut bayi akibat bayi menelan banyak udara ketika menyusu, membuat lambung menjadi meregang (distensi), kembung, dan dapat mengganggu pencernaan bayi.

Kolik sangat tidak nyaman bagi bayi sehingga bayi biasanya menangis terus tanpa alasan dengan tangisan yang keras. Kolik sangat membingungkan bagi orangtua baru, mengapa bayi terus menangis meskipun popoknya bersih, dalam kondisi kenyang minum susu, tidak mengantuk, dan tidak sakit. 

Apa penyebab kolik?
  
Penyebab kolik secara pasti masih belum diketahui, namun hipotesa tentang faktor pemicu kolik ini terus berkembang, di antaranya,
  1. Bayi menelan terlalu banyak udara ketika menyusu,
  2. Sistem pencernaan belum mentoleransi protein susu formula, sehingga bayi dengan susu formula lebih sering terkena kolik dibandingkan bayi ASI.
  3. Ukuran lubang dot yang tidak sesuai pada bayi yang diberikan susu formula,
  4. Sistem pencernaan dan sistem saraf bayi belum sempurna sehingga bisa menimbulkan refluks isi lambung (isi lambung misalnya asam lambung, susu, akan kembali naik ke kerongkongan bayi), 
  5. Adanya gas dalam usus,
  6. Bayi yang cenderung alergi, 
  7. Konsumsi kafein atau kopi pada ibu yang memberikan ASI,
  8. Ketidaknyamanan yang dirasakan pada bayi yang terlalu sensitif terhadap cahaya dan suara,
  9. Ketegangan rumah tangga.
Adakah cara untuk mencegah kolik?
Cara untuk mencegah kolik pada bayi adalah sbb.

1. Posisi bayi tegak lurus setelah menyusu.

Cara tradisional untuk mencegah terjadinya kolik adalah mengatur posisi bayi agar dalam POSISI TEGAK LURUS setelah menyusu. Ini akan membantu mengeluarkan udara yang tertelan, bayi akan bersendawa. Usahakan lakukan ini setiap kali selesai menyusu.

Bayi dapat digendong dengan dengan tegak lurus, satu tangan orangtua untuk menggendong bayi sementara satu tangan lainnya menepuk lembut punggung bayi. Untuk memudahkan bayi bersendawa, tenangkan dahulu bila bayi menangis.

2. Baringkan bayi dalam posisi kepala lebih tinggi dari kaki.

Dengan membaringkan bayi dalam posisi kepala lebih tinggi dari kaki sejenak, Anda dapat mencegah timbulnya kolik pada bayi Anda.

Namun, ada hal yang penting diperhatikan sebelum Anda membaringkan bayi dalam posisi kepala lebih tinggi dari kaki, yaitu leher bayi tidak boleh sampai menekuk yang akan membuatnya kesulitan bernapas, posisi tulang punggung bayi harus tetap lurus, berikan bantal pada kepala bayi yang tidak terlalu tinggi dan sesuaikan dengan posisi leher bayi.

3. Jika Anda menyusui, jangan minum kopi!

Ibu yang sedang menyusui jangan  mengkonsumsi kafein atau kopi. Kandungan kafein dalam kopi mungkin bisa disekresikan dalam ASI sehingga efek kafein terhadap saluran pencernaan juga bisa mempengaruhi pencernaan bayi sehingga bayi mudah mengalami kolik.

4. Sesuaikan ukuran dot botol susu untuk bayi Anda.

Pada bayi yang diberikan susu formula, Anda harus menyesuaikan ukuran dot sesuai umur bayi atau yang paling pas untuk bayi.

Ukuran lubang dot bayi yang terlalu besar akan membuat bayi menyusu dalam jumlah banyak sekaligus yang dapat memicu terjadinya kolik. Sedangkan ukuran lubang dot yang terlalu kecil membuat bayi menghisap lebih kuat sehingga bayi akan menelan udara lebih banyak.

5. Hindari gangguan saat bayi Anda menyusu.

Jangan membuat bayi terganggu dengan suara bising atau cahaya yang terlalu menyilaukan. Biarkan bayi dalam kondisi yang tenang dan nyaman agar risiko masuknya udara ke dalam perut bayi bisa diminimalisir.
 Kapan Anda harus segera membawa bayi ke Dokter?
  1. Saat bayi terserang kolik, menangis terus tanpa henti meskipun sudah dilakukan berbagai cara di atas. Bayi bunda mungkin memerlukan obat untuk mengatasi ketegangan pada perutnya. Segera konsultasikan ini pada Dokter Anak.
  2. Kolik disertai dengan gejala lain misalnya demam, muntah, atau konstipasi. 
  3. Bayi Bunda berusia lebih dari 4 bulan.
  4. Akibat kolik yang hilang timbul, bayi Bunda tidak bisa menambah berat badannya.
  5. Bayi dengan tangisan mirip kolik, dapt disebabkan penyakit lain misalnya infeksi telinga dan penyakit pernapasan.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.