Umur Berapa Bayi/Anak Boleh dioperasi?

by - April 03, 2017

Blog dr.Dini - Pertanyaan 'umur berapa bayi/anak boleh dioperasi?' sering muncul dalam benak orang tua yang memiliki anak dengan gangguan kesehatan yang harus menjalani operasi tertentu demi kesembuhannya.

operasi anak, operasi bayi, umur berapa bayi/anak boleh dioperasi


Sebetulnya jenis operasi secara medis ditentukan menjadi dua, yaitu operasi cito dan operasi elektif. 

Operasi cito adalah tindakan operasi yang harus segera dilakukan terkait dengan kedaruratan kondisi kesehatan bayi atau anak tersebut. Sedangkan operasi elektif adalah tindakan operasi yang waktu pelaksanaannya bisa direncanakan.

Sehingga pertanyaan 'umur berapa bayi/anak boleh dioperasi?' tentu saja tertuju pada tindakan operasi elektif.

Apakah bayi/anak boleh dioperasi sebenarnya ditentukan bukan hanya melihat faktor umur saja namun juga tergantung pada keadaan kesehatan bayi/anak yang optimal.

Penentuan umur berapa bayi/anak boleh dioperasi dilakukan berdasarkan oleh sifat-sifat kelainan/gangguan kesehatan yang terjadi pada bayi/anak itu, misalnya seperti pada bayi/anak dengan kelainan Hernia Umbilicalis.

Pada Hernia Umbilicalis, terjadi penonjolan usus pada pusar bayi/anak akibat adanya lubang pada dinding perut sehingga sebagian usus bisa masuk dan terlihat menonjol pada bagian pusar. Lubang ini dapat menutup sendiri sampai umur bayi/anak mencapai 2 tahun.

Jika pada umur 2 tahun, masih terdapat penonjolan pada pusar bayi/anak, barulah boleh dilakukan operasi elektif. Jadi, operasi Hernia Umbilicalis dilakukan setelah umur bayi/anak 2 tahun. 

Tindakan operasi pada bayi/anak juga baru boleh dilakukan pada kelainan yang tidak bisa sembuh dengan pengobatan biasa. Dan juga adanya jaminan perbaikan kesehatan dari sisi anatomis, kosmetik, fungsi, dan psikologis sang anak kelak.

Tetapi bila kelainan anatomi tersebut mempunyai potensi yang bisa membahayakan nyawa bayi/anak Anda, maka operasi atau pembedahan bisa saja dilakukan tanpa mempertimbangkan umur berapa bayi/anak boleh dioperasi.

Inilah beberapa contoh kelainan medis yang berkaitan dengan fungsi dan anatomi tubuh bayi/anak beserta umur optimal bayi/anak untuk dilakukan operasi/pembedahan :

 

1. Bibir Sumbing


Pada bibir sumbing dilakukan tindakan operasi Labioplasty yang mengikuti rule of ten. Jadi operasi bibir sumbing dilakukan pada umur bayi lebih dari 10 minggu, hemoglobin lebih dari 10%, dan leukosit kurang dari 10.000.

2.  Sumbing pada Langit-Langit Mulut (Palato Schiziz)


Operasi/pembedahan pada sumbing langit-langit mulut (palatum) atau Palatoplasty dikerjakan sebelum anak mulai belajar bicara yaitu umur 11-12 bulan. Maksudnya agar proses belajar bicara tidak terganggu. Hasilnya akan baik bila anak bicara baik.

3. Micro atau Macro Auricle (Daun Telinga Terlalu Kecil atau Terlalu Besar)

Pembentukan daun telinga agar kedua telinga mempunyai ukuran yang relatif sama dapat dikerjakan setelah umur anak 5 tahun. Sebab setelah usia 5 tahun, daun telinga tidak akan tumbuh lagi sehingga hasil operasi/pembedahan akan bersifat permanen.

Di Eropa, banyak bayi/anak yang memiliki telinga yang terlalu besar (Macro Auricle).

4. Hernia Umblicalis


Hernia umbilicalis ditemukan 1 dari 10 bayi (P.Jones 1970). Umumnya hernia umbilicalis dapat menutup sendiri. Pemasangan plester dengan cara yang tepat dapat mempercepat penutupan tersebut. 

Tetapi bila lobangnya terlalu besar dan setelah umur 2 tahun tetap menonjol, baru diperlukan tindakan operasi herniorhaphy.

Bentuk yang serupa adalah hernia para umbilicalis dengan bentuk seperti belalai gajah. Hernia seperti ini tidak dapat menutup secara spontan dan memerlukan operasi.

5. Polidactily dan Syndactily


Polidactily adalah kelainan fisik bawaan lahir di mana jumlah jari-jari tangan atau kaki lebih dari lima.

Untuk operasi polidactily pada jari tangan dilakukan setelah umur bayi 3 bulan, sedangkan pada polidactily jari-jari kaki dilakukan pada umur anak 1 tahun, bila mengganggu proses belajar berjalan. Bila tidak mengganggu, operasi dilakukan atas permintaan.

Selain polidactily, kelainan bawaan jari lain yang sering terjadi adalah syndactily. Syndactily adalah kelainan bawaan di mana kedua jari menempel menjadi satu. Syndactily tersering adalah antara jari tengah dan jari manis, jari manis dan jari kelingking, dan ibu jari dan jari telunjuk.

Operasi pemisahan syndactily pada jari tangan adalah saat anak berumur 5 tahun, sedangkan pada syndactily jari kaki umur 1 tahun.

6. Hypospadia


Hypospadia adalah kelainan bawaan di mana uretra (lubang kencing) berada pada bagian bawah penis. Operasi hypospadia biasanya melalui 2 fase. 

Fase pertama adalah tindakan operasi kordektomi pada umur 1 tahun untuk meluruskan bentuk penis. Fase kedua adalah tindakan operasi uretroplasti yang dapat dikerjakan pada umur 2 tahun dan selambat-lambatnya umur 5 tahun.

Pada umur 2-5 tahun, penis anak sudah cukup panjang dan anak belum bersekolah.

7. Gangguan Penurunan Testis (Kriptorkismus)


Kriptorkismus adalah suatu kondisi di mana testis (biji pelir) gagal turun dari rongga perut ke kantong skrotum. Operasi dilakukan saat anak berumur 2 tahun, sesuai dengan pematangan jaringan testis, kalau terlambat kemungkinan terdapat gangguan pada pembentukan sperma, yang akan mempengaruhi kesehatan reproduksinya di masa mendatang.

Selain faktor umur berapa bayi/anak boleh dioperasi, faktor-faktor lain untuk menjamin keselamatan anak sewaktu dan sesudah operasi juga perlu diperhatikan.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk menjamin keselamatan anak sewaktu dan sesudah operasi adalah sebagai berikut ;

1. Keadaan gizi anak,
2. Adanya infeksi akut yang ditandai dengan demam atau leukositosis (leukosit lebih dari 10.000),
3. Kadar hemoglobin anak,
4. Adanya kelainan pembekuan darah (hemofilia),
5. Lingkungan keluarga yang tidak kondusif seperti ketegangan dalam perceraian, dll.

Tentu saja faktor-faktor tersebut tidak terlepas dari faktor kemampuan ahli bedah, ahli anestesi yang bertugas, dan juga fasilitas yang tersedia di rumah sakit.

Inilah artikel tentang Umur Berapa Bayi/Anak Boleh dioperasi?. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :















You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.