Radang Payudara Ketika Menyusui : Mastitis Laktasi

by - April 09, 2017

Blog dr.Dini - Radang payudara ketika menyusui (laktasi) atau pada saat berhenti menyusui disebut mastitis laktasi atau mastitis puerperal, sering dialami oleh ibu yang baru melahirkan.

mastitis, laktasi, radang payudara
 
Radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi dapat terjadi setiap waktu, namun paling sering terjadi 2-3 minggu setelah melahirkan.

 Apa gejala radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi yang dapat Anda deteksi? 

Inilah gejala radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi. 

1. Pembengkakan Payudara

Pembengkakan payudara (breast engorgement) : payudara terasa penuh akibat ASI tidak dapat keluar, sehingga menekan aliran pembuluh darah balik (vena), aliran kelenjar getah bening (limfatik), dan aliran ASI.

Pada breast engorgement, payudara terasa berat, membesar, panas, kemerahan, dan keras. Kadang breast engorgement bisa disertai demam.
Begitu tegangnya payudara membuat puting menjadi datar dan menyulitkan bayi untuk mengisap ASI.

2. Terjadi Galaktokel pada Radang Payudara Ketika Menyusui

Radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi yang berlanjut dapat menyebabkan 'galaktokel', yaitu bentuk kista yang berisi ASI. 

Awalnya cairan kista tersebut encer lalu lama kelamaan menjadi kental dan mengeras menyerupai TUMOR. 

Diagnosis dapat ditegakkan dengan pengambilan cairan kista tersebut atau dengan pemeriksaan USG.

3. Tanda Telah Terjadi Radang Payudara

Radang payudara dengan gejala klinis payudara kemerahan, nyeri, panas, dan pembengkakan meliputi daerah sekitar payudara, dapat merupakan tanda telah terjadi abses payudara, yaitu terkumpulnya nanah akibat infeksi di dalam payudara. 


Apa penyebab terjadinya radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi? 

Inilah Penyebab terjadinya radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi.

  • Akibat masuknya bakteri/kuman melalui luka kecil akibat menyusui.
  • Produksi ASI tidak dapat keluar sehingga tertumpuk dalam payudara dan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.
  • Tersumbatnya saluran dalam payudara yang menyalurkan ASI.
  • Frekuensi pemberian ASI yang jarang atau tidak mengikuti kemauan bayi.
  • Lama pemberian ASI yang kurang atau tidak mengikuti kehendak bayi yang masih ingin menyusu.
  • Produksi ASI yang berlebihan.
  • Rasa nyeri saat menyusui menyebabkan ibu menghentikan kegiatan menyusui bayi sebelum bayi selesai menyusu.

Apa sajakah faktor risiko terjadinya radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi ?   

Inilah faktor risiko terjadinya radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi.

Faktor yang menentukan terjadinya mastitis laktasi adalah teknik memberikan ASI yang baik, meletakkan puting pada mulut bayi yang benar, memberikan ASI kapanpun bayi membutuhkannya, memberikan ASI sampai bayi selesai menyusu, sehingga ASI dapat dikeluarkan dengan baik.

Di antaranya faktor risiko mastitis laktasi adalah :
  1. Anda menyusui ketika  berusia 21-35 tahun.
  2. Kelahiran anak pertama lebih sering timbul mastitis laktasi.
  3. Jika Anda pernah mengalami mastitis sebelumnya mempunyai kecenderungan untuk mengalami mastitis laktasi pada kelahiran anak berikutnya sebesar 40-54%.
  4. Pada persalinan yang mengalami komplikasi sehingga pemberian ASI terlambat (inisiasi menyusui dini tidak dilakukan).
  5. Risiko terjadinya mastitis laktasi meningkat jika Anda menyusui dengan diet makanan tinggi lemak, kurang serat, tinggi garam, dan kekurangan zat besi (anemia defisiensi zat besi), Sedangkan asupan antioksidan (sayur dan buah), selenium, vitamin A, dan vitamin E menurunkan risikonya.
  6. Pekerjaan di luar rumah yang memungkinkan frekuensi pemberian ASI menjadi jarang.
  7. Adanya stres dan kelelahan akibat merawat bayi.
  8. Adanya trauma persalinan yang berefek pada masa nifas.
Terjadinya radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi ini tidak dapat diabaikan, mengingat penanganan radang payudara ketika menyusui, mastitis laktasi yang terlambat dan tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan jaringan payudara yang luas.

Seseorang yang mengalami mastitis laktasi kronis bahkan dapat kehilangan payudaranya akibat tindakan bedah mastektomi jika kerusakan payudara yang luas ini telah terjadi.

Masa menyusui adalah masa yang indah untuk menciptakan bonding antara seorang ibu dan buah hatinya, di samping manfaat nutrisi ASI yang tidak terbandingkan bagi bayi. Dalam hal ini, kesehatan payudara sangat mutlak agar proses laktasi berjalan lancar 2 tahun ke depan.

Inilah artikel tentang Radang Payudara Ketika Menyusui, Mastitis Laktasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.