Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT)

by - April 21, 2017

Blog dr.Dini - Pernahkah Anda mendengar istilah Pertumbuhan Janin Terhambat? Janin dikatakan terhambat pertumbuhannya jika berat janin kurang dari 10% dari berat yang seharusnya dicapai pada usia kehamilan tertentu. Biasanya ini diketahui setelah 2 minggu tidak ada pertumbuhan.

pjt, pertumbuhan janin terhambat



Pertumbuhan janin terhambat dapat meningkatkan risiko kematian 6-10 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayi normal.

Jika bayi lahir dengan pertumbuhan janin terhambat, maka bayi tersebut akan terprogram dengan berbagai penyakit saat dewasa, misalnya hipertensi, arteriosklerosis, stroke, diabetes, obesitas, resistensi insulin, dan sebagainya.

Hal tersebut terkenal dengan isilah Barker Hipotesis, yaitu penyakit pada orang dewasa telah terprogram saat ia dalam kandungan.

Pertumbuhan janin terhambat dapat menjadi alasan mengapa bayi yang dilahirkan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Biasanya bayi dengan pertumbuhan yang terhambat yang dilahirkan 38-40 minggu mempunyai berat badan kurang dari 2500 gram.

Namun tidak semua BBLR merupakan kelainan akibat pertumbuhan janin terhambat. 25%-60% terdapat BBLR yang bukan merupakan kelainan, berkaitan dengan besarnya orang tua atau etnik tertentu.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi pertumbuhan janin terhambat ?


Pertumbuhan janin terhambat terjadi akibat sistem pertukaran zat antara plasenta dan rahim bunda tidak baik.


Perkembangan plasenta yang tidak normal akan menyebabkan pasokan oksigen, makanan, dari sirkulasi darah ibu menuju janin akan terhambat.


Demikian pula proses pengeluaran sisa metabolisme janin menuju sirkulasi darah ibu pun akan terhambat.


Akibatnya bayi akan kekurangan oksigen dan nutrisi yang sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhannya.

Selain faktor plasenta, pertumbuhan janin terhambat juga dapat terjadi akibat faktor janin dan faktor rahim. Janin yang memang sudah mengalami kelainan bawaan (genetik), umumnya Trisomi 21, 13, dan 18, akan mengalami pertumbuhan janin terhambat.

Faktor rahim yang berperan dalam pertumbuhan janin terhambat adalah bila ibu mempunyai penyakit kronis sebelum hamil, yaitu hipertensi dan diabetes, yang berpengaruh pada lingkungan rahim itu sendiri.


     Inilah penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat.



1. Hipertensi dalam kehamilan, Preaklampsia pada awal kehamilan.


Penyebab paling sering yang menimbulkan pertumbuhan janin terhambat adalah hipertensi. Preeklampsia menyebabkan kerusakan pada plasenta.


2. Kehamilan kembar


Angka kejadian pertumbuhan janin terhambat pada kehamilan kembar adalah 15-25%. Alasannya adalah masalah perebutan nutrisi dari ibu untuk kedua janin, atau masalah twin to twin transfusion Syndrome, yaitu keadaan dimana janin kembar tersebut memiliki satu plasenta, dimana nutrisi bayi yang satu mensupplai pertumbuhan janin kembar lainnya. Jadi satu janin bertumbuh, janin lainnya terhambat.


3. Kelainan kromosom pada janin / Trisomi.


Yang paling sering adalah Trisomi 21 (Sindrom Down) dan Trisomi 18 (Edwards Syndrome). Anak dengan Trisomi, biasanya disertai dengan kelainan bawaan, perkembangan intelektual terhambat, dan harapan hidup pendek. Trisomi 13 (Patau Syndrome) sangat jarang.


4. Penyakit Lupus (SLE)


Dikatakan pertumbuhan janin terhambat dapat terjadi pada ibu yang menderita penyakit lupus. Penggunaan obat-obatan Prednison, antibodi fosfolipid, dan aktivitas penyakit Lupus itu sendiri dapat mempengaruhi pertumbuhan janin terhambat.


5. Infeksi Rubela, CitoMegaloVirus (CMV), Toxoplasmosis, HIV, Herpes Simplex 1 & 2.


Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, CitoMegaloVirus, Herpes Simplex) dapat diketahui sebelum kehamilan dengan pengecekan darah, sehingga ibu dapat berobat, dan setelah sembuh, dapat merencanakan kehamilan tanpa TORCH.


6. Penyakit Jantung


7. Asma


8. Gaya hidup merokok, narkoba, alkohol.


Pada sebuah penelitian di Amerika Serikat, ditemukan ibu yang merokok 11 batang rokok atau lebih sehari, dapat menyebabkan berat badan bayi 330 gram lebih rendah dari yang diprediksikan.


9. Kekurangan gizi-ekonomi rendah.


Di Jakarta ditemukan pertumbuhan janin terhambat lebih tinggi pada golongan sosial ekonomi rendah (14%) daripada golongan menengah ke atas (5%).


Secara klinik awal pertumbuhan janin terhambat dikenal setelah 28 minggu, namun dengan USG dapat diduga lebih awal dengan taksiran berat janin yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.


Pemeriksaan arus darah secara Doppler dapat mencurigai secara awal adanya arus darah yang abnormal atau pertumbuhan janin terhambat. Sehingga adanya pertumbuhan janin terhambat ini dapat ditanggulangi lebih awal untuk meminimalisir sampai menghilangkan dampak buruk karenanya.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.