Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis)

by - April 18, 2017

Blog dr.Dini - Keguguran berulang kali yang terjadi secara spontan sebanyak 3 kali atau lebih secara berturut-turut dalam dunia medis dikenal sebagai abortus habitualis.

keguguran berulang, recurrent abortion, abortus habitualis

Keguguran berulang sebanyak 3 kali atau lebih secara spontan dapat dialami oleh sekitar 1-2% wanita usia reproduksi. Dan sekitar 5% wanita usia reproduksi mengalami keguguran berulang sebanyak 2 kali atau lebih secara spontan.

Apakah Anda salah satu yang mengalami keguguran berulang (abortus habiatualis)?

Bila Anda adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang sering mengalami keguguran berulang, Anda patut mengetahui apa penyebab keguguran berulang (abortus habitualis) yang terjadi pada Anda.

Apa saja yang dapat menjadi faktor penyebab keguguran berulang atau abortus habitualis?

Inilah penyebab keguguran berulang (abortus habitualis) yang patut Anda ketahui.


1. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Genetik


Faktor genetik yang dibawa oleh Anda atau pasangan dapat menyebabkan keguguran berulang (abortus habitualis). 

Faktor genetik penyebab keguguran berulang (abortus habitualis) yang mungkin saja dibawa oleh Anda atau pasangan berupa kelainan kromosom pembawa abnormal.

Kelainan kromosom terbanyak yang mungkin dibawa oleh orangtua dan diturunkan pada calon bayi adalah balanced translocation atau Robertsonian translocation di mana jumlah kromosom hanya 45 (seharusnya 46).

Hasil pembuahan (calon bayi) dari pasangan orang tua yang memiliki faktor pembawa kelainan kromosom abnormal umumnya akan mengalami keguguran pada trimester pertama.

Keguguran berulang (abortus habitualis) yang disebabkan oleh faktor genetik dapat terjadi sekitar 3-5%.

2. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Hormonal

 

Faktor hormonal mempunyai peranan dalam terjadinya keguguran berulang (abortus habitualis) yang mungkin Anda alami.

Contohnya kelainan hormon pada Diabetes Melitus. Ternyata, Diabetes Melitus bisa jauh mempengaruhi kehamilan Anda sampai terjadinya keguguran berulang (abortus habitualis). Diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan risiko terjadinya keguguran berulang pada trimester awal.

Sehingga Anda harus mempertahankan kadar gula darah sewaktu di bawah 200 mg/dl jika Anda mengalami Diabetes Melitus untuk mencegah terjadinya keguguran berulang pada kehamilan Anda.

Keguguran berulang (abortus habitualis) juga sering terjadi pada wanita dengan kadar hormon LH (Luteinising Hormon) yang tinggi. Menurut penelitian, Kadar hormon LH yang tinggi dapat menurunkan angka keberhasilan pembuahan calon bayi.

Kadar hormon LH yang tinggi juga dilaporkan menyebabkan tingginya risiko terjadi keguguran berulang (abortus habitualis).

Kelainan hormon pada wanita dengan sindroma polikistik ovarium di mana pada indung telur (ovarium) terdapat banyak kista, juga mempunyai peranan pada kegugiran berulang (abortus habitualis).

Wanita dengan gangguan hormon tiroid juga dapat mengalami keguguran berulang (abortus habitualis).

3. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Infeksi dan Penyakit Ibu


Penyakit infeksi yang Anda alami ketika Anda hamil mempunyai risiko tersendiri pada kehamilan Anda termasuk risiko terjadinya keguguran berulang (abortus berulang).

Bahkan penyakit infeksi ringan saja seperti misalnya influenza, bisa menyebabkan keguguran berulang.

Penyakit infeksi lainnya yang lebih serius seperti malaria, infeksi ginjal, sifilis, listeria monositogenes, mikoplasma, toxoplasmosis,juga dapat menyebabkan keguguran berulang (abortus habitualis), terutama pada trimester kedua kehamilan.

Selain itu, keputihan yang berwarna kuning kehijauan yang disebabkan oleh Bakterial Vaginosis, juga menyebabkan keguguran berulang pada trimester kedua, tapi tidak pada trimester pertama.

Oleh karena itu, jangan abaikan keputihan yang terjadi selama hamil. Konsultasikan pada Dokter Anda apakah Anda memerlukan pengobatan antibiotika untuk mencegah terjadi masalah kehanilan akibat keputihan yang abnormal.

4. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Anatomi


Kelainan bentuk rahim bisa menyebabkan terjadinya keguguran berulang (abortus habitualis) seperti uterus septate, uterus unikornu, uterus bikornu, dan uterus didelphys.

Adanya polip dan mioma dalam rahim juga bisa menyebabkan keguguran berulang.

Ada kelainan rahim bernama inkompetensi serviks yang sering menyebabkan keguguran berulang (abortus habitualis). Pada inkompetensi serviks, leher rahim tidak sanggup menyangga calon bayi untuk tetap aman berada dalam kandungan.

Sehingga pada inkompetensi serviks, keguguran berulang (abortus habitualis) tidak dapat dihindarkan.

Pada inkompetensi serviks, keguguran berulang biasanya terjadi pada trimester kedua. Selain itu, inkompetensi serviks juga bisa menyebabkan persalinan prematur.

Pada inkompetensi serviks, keguguran berulang yang terjadi biasanya berlangsung begitu saja, terjadinya sangat cepat dan tidak nyeri, perdarahan yang dialami pun bisa sangat sedikit, sehingga Anda bisa saja tidak menyadarinya.

Untuk menegakkan diagnosa inkompetensi serviks pada keguguran berulang (abortus habitualis) yang mungkin saja Anda alami, Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan busi Hegar saat Anda tidak hamil atau pemeriksaan USG atau histerogram.

Inkompetensi serviks ini bisa terjadi karena bawaan atau karena proses persalinan sebelumnya yang menyebabkan perlukaan atau kerusakan pada leher rahim.

5. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Autoimun

 

Kelainan autoimun seperti Lupus (SLE : Systemic Lupus Erythematosus) merupakan faktor imunologi yang dihubungkan dengan kejadian keguguran berulang.

Pada wanita penderita Lupus, selain keguguran berulang, kematian janin dalam kandungan, pertumbuhan janin terhambat, preeklampsia, juga sering terjadi, yang berhubungan dengan antifosfolipid antibodi.

Antifosfolipid antibodi (aPL) - lupus antikoagulan (LA) dan antikardiolipin antibodi (ACA) ditemukan pada wanita yang mengalami keguguran berulang sebanyak 15%.

Jika seorang wanita hamil dengan Lupus, dan ia tidak mendapat pengobatan selama kehamilan terkait penyakit Lupus yang dideritanya, maka kemungkinan angka keberhasilan calon bayi hidup adalah sebanyak 10%.

6. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Kekurangan Asam Folat


Kekurangan asam folat selama kehamilan terutama pada kehamilan trimester pertama dapat menyebabkan keguguran berulang (abortus habitualis).

Keguguran berulang pada kekurangan asam folat terjadi karena calon bayi gagal tumbul atau tidak berkembang ke tahap perkembangan selanjutnya.

Pada kekurangan asam folat dapat terjadi defek pada calon bayi di mana terjadi Activated protein C Resistence (APCR).

Wanita yang mengalami keguguran berulang akibat mengalami APCR dilaporkan sebanyak 20%.

7. Penyebab Keguguran Berulang (Abortus Habitualis) : Faktor Alloimun


Menurut penelitian, terjadi keguguran berulang (abortus habitualis) juga bisa disebabkan pleh adanya reaksi penolakan tubuh ibu terhadap calon bayi.

Adanya reaksi penolakan tubuh ibu terhadap calon bayi yang dapat menyebabkan keguguran berulang ini disebut faktor alloimun.

Reaksi penolakan tubuh ibu terhadap calon bayi yang akan dikandungnya ini terjadi akibat kadar HLA (Human Leucocyte Antigens) meningkat, sehingga calon bayi ini dianggap sebagai 'benda asing' oleh reaksi imun sang ibu sehingga harus dikeluarkan.

Dengan mengetahui berbagai penyebab keguguran berulang (abortus habitualis) di atas, kita jadi lebih memahami betapa sulitnya proses untuk bisa mendapatkan kehamilan yang berhasil.

Banyak calon ibu yang begitu mendambakan kelahiran bayi yang sehat, setelah mengalami keguguran berulang. Bahkan banyak pula wanita yang sama sekali tidak berhasil untuk mendapatkan keturunan setelah mengalami keguguran berulang.

Betapa berharganya makna sebuah kehamilan dan kelahiran sang buah hati.

Sayangnya, di luar sana masih banyak bayi yang sudah dilahirkan dengan sehat, kemudian disia-siakan oleh ibu kandungnya sendiri.


You May Also Like

2 komentar

  1. waah terima kasih informasinya.. bermanfaat sekali
    saya termasuk yang takut sekali dengan keguguran berulang, soalnya tahun lalu keguguran pas trimester awal
    sekarang pengen coba hamil lagi, tapi masih agak was was

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba .. jangan was was untuk coba hamil lagi.. saran saya lebih baik anda cek ke dokter obgyn sebelum memulai untuk hamil kembali.. biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk pasien dengan riwayat keguguran agar tidak terjadi keguguran berulang pada kehamilan berikutnya.

      Delete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.