Penyebab Anak Masih Mengompol dan Cara Mengatasinya

by - April 27, 2017

Blog dr.Dini - Mengompol pada malam hari atau nocturnal enuresis biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Mengompol biasanya dialami oleh 30% anak usia 4 tahun, 10% usia 5-6 tahun, dan 3% pada anak usia 12 tahun ( The University of British Columbia) .

mengompol, nocturnal enuresis

Sebagian orang tua berpikir bahwa mengompol adalah kesalahan anak yang malas untuk bangun tidur ketika hasrat untuk buang air kecil muncul. Ternyata, pada sebagian anak, mengompol adalah sesuatu yang tidak dapat ia kendalikan.

Apa penyebab anak masih mengompol?

Inilah penyebab anak masih mengompol.

  1. Infeksi saluran kemih,
  2. Anatomi saluran kemih tidak normal misalnya katup saluran kemih uretra letaknya di belakang (posterior uretral valve),
  3. Gangguan sistem saraf bisa akibat kondisi medis ,misalnya meningomielocele dan adanya trauma pada susunan saraf pusat,
  4. Penderita Diabetes Insipidus dan Diabetes Mellitus tipe I,
  5. Adanya masalah di luar saluran kemih yang menyebabkan anak harus buang air kecil lebih sering, walaupun kandung kemih belum penuh, misalnya adanya hernia inguinalis (turun berok) pada anak yang menyebabkan penekanan pada kandung kemihnya, atau akibat konstipasi,
  6. Faktor psikologis, misalnya Anak yang terlalu dimanja akan menyebabkan keterlambatan perkembangan psikis (maturation delay), atau bisa karena stres akibat metode pola asuh yang terlalu keras bagi Anak,
  7. Faktor keturunan,
  8. Faktor lingkungan, misalnya
  • Anak tidak diajarkan toillet training sehingga Anak tidak terbiasa pergi ke toilet karena biasanya sepanjang hari mengenakan diapers.
  • Anak tidak terbiasa pergi ke toilet sendiri karena biasanya selalu dibantu oleh orang tua atau pengasuh.
  • Anak tidak berani atau takut dimarahi saat menyatakan ingin buang air kecil pada orang tua ketika malam hari karena orang tua menerapkan pendidikan yang terlalu "keras" bagi Anak.
  • Adanya kecemasan yang tinggi bagi Anak misalnya kelahiran adik baru, pindah ke rumah baru, pindah sekolah, jarang bertemu orang tua akibat kesibukan, atau pengasuh yang tidak cocok.
  • Tempat tidur yang sama ketika Anak masih bayi.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang masih mengompol?

 

Inilah cara mengatasi Anak yang masih mengompol.

  1. Jika masalah mengompol Anak terkait dengan kondisi medis maka segerakan konsultasikan hal ini pada dokter Anak Anda,
  2. Masalah psikologis Anak dapat kita atasi sendiri atau menyertakan ahli psikologi dapat juga dipertimbangkan jika orang tua frustasi. Inilah yang dapat kita lakukan :
  • Yakinkan Anak bahwa mengompol adalah masalah umum dan beri dukungan padanya, jangan memarahinya, karena biasanya anak usia 5 tahun ke atas sudah sadar akan perasaan malu, merasa bersalah, dan memiliki kecemasan tersendiri. jika orang tua terlalu menekan Anak untuk segera berhenti mengompol dikhawatirkan Anak mengalami stres.
  • Beri penjelasan bahwa Anda akan membantu Anak untuk belajar menguasai ketrampilan menahan, atau bisa bangun dari tidurnya ketika kandung kemihnya penuh.
  • Ingatkan pada Anak bahwa biasanya Anak yang sudah besar tidak mengompol lagi karena mengompol itu sangatlah tidak nyaman. Baju dapat basah, bau, dan menimbulkan gatal ketika Anak mengompol.
  • Perhatikan waktu kapan diapers Anak basah, catat jam-jam saat Anak biasanya mengompol,lalu latihlah Anak untuk bangun dan buang air kecil di toilet sekitar jam-jam tersebut. Lakukan beberapa malam dan perhatikan diapers pada pagi harinya, apakah Anak bisa menjaganya tetap kering. Bila Anak sudah terbiasa bangun tidur pada malam hari atau dapat menahan buang air kecil sampai pagi hari maka itulah tandanya Anak Anda sudah siap melepaskan diapers nya.
  • Biasakan mengajarkan Anak untuk mandiri pergi ke toilet sendiri tanpa dibantu orang tua atau pengasuh.
  •  Jangan mempermalukan Anak jika masih mengompol dengan memberitahukan tentang kebiasaan mengompolnya di depan orang lain. Selain tidak ada manfaatnya bagi keberhasilan latihan, Anak pun dapat "mogok" dan sengaja untuk terus mengompol.
  • Batasi jumlah cairan Anak pada malam hari terutama 1-2 jam sebelum tidur dan sebelum tidur biasakan Anak untuk buang air kecil terlebih dahulu.
  • Doronglah Anak untuk bertanggung jawab atas kebiasaan mengompolnya dengan ikut membantu membersihkan atau mengganti alas tidur yang basah. Agar Anak mempunyai motivasi lagi untuk tidak mengompol malam berikutnya.
  • Berikan pujian, pelukan, hadiah atau mainan stiker saat Anak berhasil tidak mengompol.Ini akan menumbuhkan semangat Anak untuk terus tidak mengompol dan mengetahui bahwa usahanya untuk berhenti mengompol tidak sia-sia.
Memang dibutuhkan kesabaran ekstra saat Anda melatih anak untuk tidak mengompol lagi.

Namun dengan dilakukan latihan rutin dan dukungan pada anak, upaya ini akan cepat berhasil. Pada banyak anak yang tidak dilatih, kebiasaan mengompol ini hilang dengan sendirinya saat usia remaja.

Inilah artikel tentang Penyebab Anak Masih Mengompol dan Cara Mengatasinya. Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.