Penyakit Jamur Pada Organ Kewanitaan (Kandidiasis)

by - April 26, 2017

Blog dr.Dini - Wanita sering mengalami keputihan. Keputihan dapat normal dan abnormal. Untuk keputihan abnormal yang disebabkan jamur, 80% penyebabnya adalah Candida albicans , yang menyebabkan penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiadis).

kandidiasis

75% wanita dapat mengalami penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis) paling tidak sekali seumur hidup mereka.

40%-45% wanita yang pernah mengalami penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis) akan mengalami infeksi berulang (CDC, 1998).

Sebenarnya jamur Candida albicans ini adalah mikroorganisme yang normal ditemukan di organ kewanitaan. Juga jamur ini terdapat pada mulut, tenggorokan, usus, dan kulit baik pada laki-laki maupun perempuan.

Namun ketika situasi lingkungan tempat hidup jamur Candida albicans tersebut berubah oleh faktor tertentu maka gejala yang tadinya tidak ada mulai muncul sebagai penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis).

Gejala keputihan pada wanita disebabkan faktor tertentu yang mengubah keseimbangan flora bakteri yang terdapat pada vagina.

Berikut faktor pemicu terjadinya penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis):
  1. Kehamilan akibat faktor hormonal,
  2. Masa Haid, akibat perubahan suasana lingkungan organ reproduksi,
  3. Diabetes Mellitus,
  4. Pemakaian kontrasepsi hormonal,
  5. Terapi antibiotik, akibat bakteri flora normal tertekan kemudian peran jamur mendominasi,
  6. Pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintesis kurang menyerap keringat, kurang berpori sehingga sirkulasi udara kurang memadai akibatnya organ reproduksi terlampau lembab dan kelembaban berlebihan dapat memicu terjadinya infeksi jamur,
  7. Pemakaian pembersih organ kewanitaan pada sebagian wanita dapat memicu reaksi hipersensitivitas. Bahkan dikatakan bahwa penggunaan deodoran semprot dan kertas toilet berwarna dan mengandung pewangi turut serta memicu perkembangan jamur yang mendominasi (Fero, 1997).
  8. Faktor penyakit imunosupresif seperti HIV/AIDS dimana kekebalan tubuh tertekan akan memicu perkembangan infeksi jamur ini dan mempersulit pengobatannya. Kandidiasis pada HIV/AIDS biasanya membandel dan tak kunjung sembuh.
Sumber :
Sylvia A.Price;Lorraine M.Wilson : Yeast Infection Candida albicans,Pathophisiology, Ed 6, Vol 2,1347, 2002

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.