Makanan Bayi 0-12 Bulan

by - April 29, 2017

Blog dr.Dini - Banyak ibu baru yang bingung tentang bagaimana perubahan pola makanan bayi usia 0-12 bulan. Kebingungan mulai terjadi ketika bayi memasuki usia 4 bulan. Di kala bayi berusia 4 bulan, muncul berbagai pertanyaan dalam diri terkait apakah bayi siap untuk memulai MPASI.


Karena tidaklah sulit untuk memberi makanan pada bayi usia 0-4 bulan atau 0-6 bulan. Bayi usia 0-4 bulan atau 0-6 bulan cukup diberi ASI atau susu formula saja. ASI atau susu formula sanggup memenuhi kebutuhan gizi bayi dalam 4 atau 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Lalu bagaimana cara memberikan makanan bayi usia 0-12 bulan dengan pola makan yang benar?

 

Inilah contoh pemberian makanan bayi usia 0-12 bulan.


ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama 6 bulan pertama bayi Anda.

Namun, jika pada usia 4 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi Anda, misalnya bayi Anda sering menangis karena merasa lapar padahal sudah diberikan ASI atau bayi Anda menunjukkan ketertarikan yang kuat saat melihat makanan, Anda boleh memberikan MPASI.

Bayi usia 4-6 bulan sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) berupa biskuit atau bubur serealia yang diperkaya zat besi yang dicampur susu.

Serealia beras merupakan makanan padi-padian yang paling hipoalergenik (paling kecil risikonya untuk menyebabkan alergi pada bayi), dan biasanya diperkenalkan pertama kali saat bayi memulai MPASI nya.

Pada bayi usia 4-6 bulan, hendaknya MPASI mampu menyediakan sumber zat besi karena simpanan zat besi tubuh bayi saat lahir mulai berkurang.




Di samping serealia beras, bayi usia 5-7 bulan mulai diperkenalkan buah dan sayuran tunggal yang dijadikan bubur atau disaring,

Buah dapat juga dijus lalu diberikan melalui cangkir untuk dapat diseruput bayi. Bayi diperkenalkan sayuran untuk mengurangi kecenderungan untuk menyukai makanan yang manis-manis ketika bayi besar.

Pada bayi usia 5-7 bulan, komposisi makan bayi berperan untuk menyediakan sumber vitamin, mineral, dan kalori, di samping mengajarkan bayi untuk mempunyai dasar kebiasaan makan yang baik.

Pada bayi usia 6-9 bulan dapat diberikan makanan kombinasi misalnya bubur dengan daging yang disaring, makanan yang dapat bayi pegang sendiri untuk melatihnya makan mandiri sekaligus untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi (finger foods) seperti biskuit, cheese-stick, kacang-kacangan yang dijadikan bubur, keju, yogurt murni, atau telur.

Makanan kombinasi tersebut berperan dalam menyediakan sumber protein, vitamin, dan zat besi tambahan untuk pertumbuhan bayi yang cepat.

Daging ukuran gigitan, produk ayam, dan ikan sudah dapat diperkenalkan pada saat usia bayi 9-12 bulan.  

Finger foods mendorong perkembangan koordinasi tangan-ke-mulut bayi dan mengunyah yang benar.

Pada bayi usia 9-12 bulan sudah dapat diberikan sayuran yang dipotong kecil dan direbus. Buah mentah yang sudah dikupas sudah dapat diberikan, tentu saja dengan memperhatikan tekstur makanan yang mudah hancur/lembek dan ukurannya yang kecil sesuai dengan daya kunyah bayi.

Bayi sudah dapat disapih dari botol bagi bayi yang diberikan susu formula karena pada usia ini bayi dapat mulai minum dari cangkir.

Bayi memperoleh lebih banyak kebebasan dalam pilihan makanan. Bahkan spageti, makaroni, kentang sudah dapat dikunyah bayi usia ini. Transisi bertahap dari makanan bayi ke menu keluarga mulai dilakukan.

Perubahan pola makanan bayi 0-12 bulan merupakan transisi bertahap dari makanan bayi ke menu keluarga.

Bayi usia 12 bulan ke atas, semua kebutuhan nutrisi bayi dipenuhi oleh makanan kombinasi. Di atas usia 1 tahun, bayi dapat minum susu sapi UHT dan dapat disapih dari susu formula khusus bayi.

Makanan menu keluarga yang diberikan pada bayi usia ini tetap diperhatikan tekstur dan ukurannya agar tidak membuat bayi tersedak. Pada usia ini, nafsu makan bayi menurun, oleh karena itu berikan bayi makanan yang bernilai gizi lebih.

Inilah artikel tentang Makanan Bayi 0-12 Bulan. Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.