Hindari Konsumsi Jahe, Jika Anda Mengalami Ini.

by - April 25, 2017

Blog dr.Dini - Jahe, atau dikenal dengan nama latin Zingiber officinale, memiliki banyak kandungan aktif , antara lain minyak atsiri, zingiberol, kamfena, bisabolena, lemonin, kurkumin, zingiberena, dan zat kimia lain seperti alkaloid, flavonoid, asam organik, dan terpenoid.

jahe

Berbagai kandungan dalam jahe menjadikan jahe banyak dikonsumsi dalam masakan, campuran minuman, jamu, dan obat-obatan, yang mempunyai manfaat sebagai berikut :
  1. anti bakteri,
  2. anti tusif,
  3. anti depresan,
  4. anti alergi,
  5. anti inflamasi (peradangan),
  6. anti rematik,
  7. anti oksidan,
  8. menurunkan panas, 
  9. menghilangkan nyeri, dan
  10. meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, perlu Anda ketahui, meskipun jahe merupakan bahan alami dengan banyak khasiat, konsumsi jahe lebih dari 4 Gram per hari , justru dapat menimbulkan reaksi yang tidak menguntungkan bagi tubuh.

Reaksi tidak menguntungkan tersebut misalnya berupa reaksi gastrointestinal (pencernaan) seperti nyeri lambung, mual, rasa tidak nyaman dalam perut, bersendawa, dan gejala saluran pencernaan lainnya.

Bahkan konsumsi jahe bagi sebagian orang dapat menimbulkan perdarahan terutama perdarahan dalam lambung. Karena jahe menghambat enzim COX-1 dan enzim COX-2 yang dapat menekan terjadinya perdarahan. Enzim tersebut terdapat dalam lambung.

Jika Anda mengkonsumsi jahe hendaknya tidak terlalu berlebihan, tidak dicampur dengan obat herbal yang lain, dan tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat anti-inflamasi non steroid (anti nyeri) misalnya aspirin dan naproxen.

Sebaiknya hindari konsumsi jahe, jika Anda mengalami :

1. Penyakit Ulkus Peptikum


    Jahe dapat menimbulkan gejala pencernaan terlebih lagi bagi orang yang sudah terganggu saluran pencernaannya seperti ulkus peptik, Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau gastritis.

2. Batu Empedu

    Jahe menstimulasi produksi empedu sehingga bagi Anda yang memiliki batu empedu sebaiknya menghindarinya.

3. Rencana Tindakan Bedah

    Menurut artikel yang dipublikasikan oleh “Der Anaesthesist”  tahun 2007, mengkonsumsi jahe sebelum operasi bedah, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.Setelah operasi, tidak dianjurkan mengkonsumsi jahe selama paling sedikit 2 minggu.

4. Kehamilan

    Jika Anda sedang hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi jahe karena
  1. dapat memicu terjadinya kontraksi uterus, 
  2. mengganggu penyerapan zat besi yang dibutuhkan wanita hamil untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan, dan 
  3. meningkatkan risiko perdarahan jika jahe dikonsumsi pada akhir trimester ketiga.
5. Gangguan Perdarahan

    Jahe dapat meningkatkan sirkulasi (peredaran) darah serta mencegah pembekuan darah. Jika Anda mengalami gangguan pembekuan darah atau sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, lalu Anda mengkonsumsi jahe, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan Dokter.

6. Berat Badan Kurang

    Berbagai penelitian menyebutkan bahwa jahe meningkatkan produksi hormon serotonin yang dapat menurunkan nafsu makan. Jika Anda hendak menambah berat badan, maka hindari konsumsi jahe.

7. Pengobatan Medis Yang Sedang Berlangsung

    Jahe dapat menimbulkan reaksi yang tidak menguntungkan bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan penyakit tertentu.

Pasien dengan terapi anti koagulan (anti pembekuan darah), beta-blockers (obat anti hipertensi), barbiturat, insulin, obat-obatan untuk penyakit jantung, anti histamin (anti alergi), dan terapi kanker, sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi jahe. 
  
  Jahe juga dapat menghambat daya kerja antasida ( obat sakit maag ) dengan memproduksi banyak asam lambung. 

8. Hipertensi

    Jika Anda memiliki hipertensi dan sedang dalam pengobatan, maka konsultasikan lebih dahulu dengan Dokter Anda jika hendak mengkonsumsi obat herbal yang mempunyai komposisi jahe di dalamnya, karena jahe dapat menurunkan tekanan darah.

9. Diabetes Mellitus

    Jahe dapat menurunkan kadar gula dalam darah, maka Anda dengan pengobatan anti diabetes oral atau insulin harus berhati-hati dalam mengkonsumsi jahe, khawatir dapat terjadi hipoglikemia.

10. Kombinasi Dengan Obat Herbal Lain

      Obat-obatan herbal yang mengandung ginkgo biloba, bawang putih, ginseng, kunyit, cengkeh, dapat meningkatkan aliran darah dan menghambat pembekuan darah. Jika obat-obatan herbal tersebut dikombinasikan dengan jahe, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.