Gejala TBC pada Anak

by - April 19, 2017



Blog dr.Dini - Penyakit Tuberculosis paru masih sering terjadi pada masyarakat di Indonesia. Indonesia adalah 5 besar dari 22 negara dengan beban penyakit Tuberculosis ini. Saat ini timbul suatu kedaruratan TBC yaitu TBC Resisten obat (Multi-Drugs-Resisteances/MDR).

tbc anak

 Penyakit TBC ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, di mana jika terjadi pada anak-anak, kemungkinan besar anak-anak tertular dari orang dewasa yang mengidap penyakit TBC aktif.

Pada orang dewasa, gejala klinis TBC adalah :
  • Batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, yang tidak jelas penyebabnya, atau tidak sembuh dengan antibiotika spektrum luas.
  • Semua pasien batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, patut diperiksa spesimen dahaknya sebanyak 3 botol. Masing-masing botol terdiri dari dahak sewaktu-dahak pagi-dahak sewaktu.
  • Batuk disertai dahak, dapat bercampur darah atau batuk darah. 
  • Keluhan dapat disertai sesak napas, nyeri dada atau pleuritic chest pain (bila disertai peradangan pleura), badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemas.
  • Berkeringat malam tanpa kegiatan fisik, dan demam meriang lebih dari 1 bulan.
Pada pemeriksaan penunjang radiologi dengan foto toraks PA-Lateral/ top lordotik terdapat gambaran infiltrat dengan batas yang tidak jelas atau bila dengan batas jelas membentuk tuberkuloma, pada bagian atas (apeks) paru.

Gambaran lain yang dapat menyertai yaitu, kavitas (bayangan berupa cincin berdinding tipis), pleuritis (penebalan pleura), efusi pleura (sudut kostrofrenikus tumpul).

Pada pemeriksaan darah, terdapat lumfositosis (peningkatan sel limfodit), Laju Endap Darah
meningkat, dan HB turun.

Pada auskultasi (pemeriksaan stetoskop), terdengar suara napas bronkhial/amforik/ronkhi basah/suara napas melemah di apex paru, tergantung luas kelainan dan kondisi pasien.

Pemeriksaan mikroskopis kuman TBC (Bakteri Tahan Asam/ BTA) atau kultur kuman dari spesimen sputum/ dahak sewaktu-pagi-sewaktu.

Pada anak-anak gejala TBC sangat tidak khas,yaitu berupa gejala-gejala yang sering ditemukan pada penyakit yang lain selain TBC.

Berikut ini adalah gejala-gejala TBC pada anak-anak.
  • Tidak nafsu makan atau nafsu makan berkurang yang disertai gagal tumbuh (failure to thrive).
  • Masalah yang menyangkut Berat Badan (BB), misalnya BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, BB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik, atau BB tidak naik dengan cukup.
  • Demam lama (≥2 minggu) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain).Demam yang umumnya tidak tinggi (subfebris) dan dapat disertai keringat malam.
  • Lesu atau lemas, anak kurang aktif bermain.
  • Batuk lama atau persisten ≥3 minggu, batuk terus menerus, tidak pernah reda, dan semakin lama semakin parah. Penyebab batuk lain telah disingkirkan.
  • Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum yang lain bukan merupakan gejala spesifik TBC pada anak.
Diagnosis TBC pada anak dapat ditegakkan melalui dua pendekatan utama, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TBC dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan anda klinis yang mengarah ke TBC.

Jika Anda menemukan salah satu kriteria gejala TBC pada anak-anak seperti yang tersebut di atas, segera bawa anak Anda ke Dokter karena bisa jadi ini adalah gejala TBC pada anak.


                                                                            

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.