Cara Mencegah Asma Agar Tidak Mudah Kambuh

by - April 17, 2017

Blog dr.Dini - Cara mencegah penyakit asma agar tidak sering kambuh adalah mengetahui faktor-faktor pencetus apa saja yang menimbulkan kekambuhan asma itu sendiri.

asma, pencegahan asma, asma kambuh, mencegah asma kambuh

Dengan mengetahui faktor pencetus serangan asma, yang masing-masing berbeda pada tiap orang, kemudian menghindarinya, maka diharapkan serangan asma kambuhan dapat dicegah.

Bagaimana cara mencegah asma agar tidak mudah kambuh?


Inilah cara mencegah asma agar tidak kambuh.


1. HINDARI PAJANAN ASAP ROKOK


Tentu saja asap rokok dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan penyakit asma kambuh lagi. Adanya pajanan asap rokok akan mengiritasi saluran pernapasan, menstimulasi produksi cairan dahak berlebih, menimbulkan peradangan pada saluran napas, dan akhirnya menimbulkan sumbatan, sehingga seseorang sulit bernapas.

Asap rokok sangat mempengaruhi kekambuhan pada asma alergi. Menghindari pajanan asap rokok adalah satu-satunya jalan untuk mencegah asma agar tidak kambuh lagi. Saat dalam perjalanan, terutama di tempat umum, memang agak sulit untuk menghindari asap rokok ini. Pada kenyataannya, masih banyak warga yang tidak sadar akan bahaya asap rokok bagi orang yang terpajan di sekitarnya.

2. HINDARI PARFUM YANG TERLALU MENYENGAT


Parfum yang terlalu menyengat bisa memicu asma untuk kambuh untuk sebagian penderita asma yang sensitif terhadap parfum. Bahkan bagi mereka yang sangat sensitif, asma dapat kambuh dengan menghirup aroma parfum yang lembut sekalipun.

Seorang yang asma memang jarang yang bisa kambuh dengan parfum yang beraroma lembut. Namun kekambuhan asma bisa dipicu oleh lebih dari 200 jenis iritan, salah satunya termasuk parfum.

3. UPAYAKAN LINGKUNGAN RUMAH SELALU BERSIH


Lingkungan rumah yang diupayakan selalu untuk bebas dari debu sangat mempengaruhi asma untuk tidak kambuh. Untuk perlengkapan rumah yang terdiri dari bahan-bahan seperti gordyn, karpet, dll, sangat dianjurkan memakai alat vacum cleaner agar debu tidak berterbangan ke seluruh ruangan.

Sprei, bantal. kasur, dan alat tidur lainnya juga harus rutin dibersihkan, paling lama 1 minggu sekali. Debu dan tungau yang mengendap di sprei, bantal, dan kasur bisa memicu asma untuk kambuh.

Pemilihan alat-alat tidur juga perlu untuk dilakukan agar asma tidak kambuh. Pilihlah bahan-bahan anti alergi, motif yang sederhana, dan hindari model sprei yang memiliki aksen 'bulu' karena akan lebih cepat memicu kambuhnya asma.

4. BATASI AKTIVITAS FISIK YANG TERLALU MELELAHKAN


Aktivitas fisik yang terlalu melelahkan bagi seseorang dengan penyakit asma dapat membuat asmanya kambuh. Bagi sebagian orang, mungkin aktivitas yang sama tidak melelahkan sama sekali namun berbeda bagi seorang dengan asma.

Aktivitas fisik dapat membuat gerakan pernapasan menjadi terbatas (terengah-engah), napas menjadi lebih pendek, dan pada orang dengan asma sebagian tidak bisa mentolerir gerakan napas saat beraktivitas akhirnya aktivitas memicu timbulnya serangan asma.

5. KELOLA STRES DENGAN EFEKTIF


Sebagian besar dari kita mempunyai stresnya masing-masing. Bagi Anda yang memiliki riwayat asma, jika stres tidak bisa dikelola dengan baik, maka stres dapat memicu asma untuk kambuh.

Pada saat stres, tubuh kita mengeluarkan zat-zat hormon  adrenergik yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat. Aktivitas pompa jantung ini tentu akan mempengaruhi pola pernapasan juga.

Napas menjadi lebih cepat (hiperventilasi). Seseorang dengan asma kadang tidak bisa mentoleransi perubahan pola pernapasan ini, akhirnya asma menjadi kambuh.

6. JANGAN SEMBARANGAN MINUM OBAT BEBAS


Beberapa obat yang dijual bebas memang dapat memicu kekambuhan pada asma. Bunda, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat bebas, jika memang ada anggota keluarga Bunda yang memiliki asma. Lebih baik konsultasikan dengan Dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat yang bukan malah menimbulkan kekambuhan pada penyakit asma yang memang sudah ada.

7. PILIH LINGKUNGAN KERJA YANG BEBAS BAHAN KIMIA


Hubungan antara pekerjaan tertentu dengan penyakit asma telah dikenal sejak lama. Penyakit asma akibat kerja berbeda antara satu bangsa dengan bangsa yang lain tergantung pada lingkungan pekerjaan.

Sebanyak 20-80% karyawan yang bekerja di lingkungan pemintalan, akan mengalami asma akibat terpajan kapas. Jenis asma yang disebabkan oleh debu kapas ini kemudian dikenal dengan istilah bisinosis.

Namun, bukan industri pemintalan saja yang dapat menyebabkan asma akibat kerja. Industri perekat, deterjen, perdagangan bulu-bulu, logam, cat, farmasi, kayu, dan insektisida dapat menyebabkan asma.

Pada industri-industri ini hanya menimbulkan asma pada mereka yang memang berisiko (atopi) dan menimbulkan kekambuhan asma yang memang sudah ada sebelum terpapar bahan-bahan pabrik tersebut.

Jika Anda memiliki asma dan bekerja pada perusahaan-perusahaan tersebut di atas, maka persiapkan strategi, agar asma Bunda tidak sering kambuh. Misalnya, memakai pelindung khusus untuk saluran pernapasan.

8. LINDUNGI SALURAN PERNAPASAN DARI POLUSI KENDARAAN BERMOTOR


Memakai masker pelindung saat sedang berada dalam perjalanan (polusi udara) sangat membantu untuk mencegah asma agar tidak mudah kambuh bagi Anda yang mengendarai kendaran bermotor.

Untuk Bunda yang mengendarai mobil, pastikan suhu udara dalam mobil tidak terlalu dingin, yang dapat memicu kekambuhan pada asma juga.

9. HINDARI PENGAWET MAKANAN


Makanan instan yang mengandung pengawet makanan juga dapat memicu kambuhnya asma. Untuk mencegah asma agar tidak kambuh, perhatikan jenis pengawet makanan yang biasanya tertulis dalam kemasan.

Biasanya jenis pengawet makanan yang mengandung sulfit bisa menstimulasi timbulnya kekambuhan pada asma.

10. PERHATIKAN SIRKULASI UDARA YANG SEHAT DI RUMAH


Ventilasi udara di rumah sangat penting untuk menjaga suhu udara dalam rumah. Rumah yang sirkulasi udaranya kurang akan menyebabkan ruangan menjadi lembab. Suasana rumah yang terlalu lembab menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan jamur. Jamur dalam rumah dapat memicu asma untuk kambuh.

Usahakan dalam rumah selalu ada jendela agar sinar matahari bisa masuk. Sinar matahari yang masuk dalam rumah membantu untuk membunuh kuman dan jamur.

11. WASPADA ASAP DAPUR


Asap dapur juga bisa memicu serangan asma menjadi kambuh lagi. Lebih baik jika letak dapur terpisah dari ruangan keluarga yang lain agar asapnya tidak mengganggu saluran pernapasan. Jika tidak memungkinkan, usahakan untuk memasang alat penyedot asap atau paling tidak blower agar asap dapur segera keluar dari dapur Anda.

12. HINDARI TERLALU SERING KONTAK DENGAN HEWAN PELIHARAAN


Jika Anda mempunyai asma, maka pikirkanlah dulu strategi sebelum memutuskan memelihara binatang. Hewan peliharaan dapat menimbulkan asma menjadi kambuh. Hewan peliharaan yang sering menimbulkan serangan asma misalnya kucing, anjing, kelinci, kuda, hamster, dan burung.

Hindari kontak dengan hewan peliharaan, jika Anda terlalu sensitif terhadap bulu-bulu dan rambut-rambut yang berasal dari hewan-hewan tersebut.

13. ATASI SEGERA PENYAKIT GERD


GERD adalah penyakit saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan esofagus, di mana isi makanan yang ada dalam lambung, naik kembali ke saluran esofagus, atau disebut refluks. GERD ini sendiri adalah singkatan dari Gastro-Esophageal Reflux Disease.

Adanya serangan asma, dapat menyebabkan pergerakan isi lambung kembali ke saluran esofagus, sebaliknya GERD dapat memicu asma menjadi kambuh karena adanya iritasi saluran pernapasan oleh cairan lambung. 

14. JAGA SELALU STAMINA


Stamina yang menurun dapat memudahkan tubuh terserang influenza. Influenza dapat memicu kekambuhan pada asma.

15. HATI-HATI JIKA ANDA PENCINTA TANAMAN BUNGA


Jika Anda memiliki riwayat asma dan sangat suka dengan tanaman, maka berhati-hatilah karena pada saat tertentu bunga-bunga akan mengalami penyerbukan. Serbuk sari bunga dapat memicu asma untuk kambuh.

Memakai masker pelindung bisa membantu agar serbuk-serbuk sari bunga tidak masuk dan mengiritasi saluran pernapasan.

Asma adalah penyakit paru yang berbeda dengan penyakit paru yang lain. Serangan asma dapat hilang dengan atau tanpa pengobatan, dengan kata lain, pada beberapa orang serangan asma dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, membiarkan serangan asma yang terjadi tanpa mencari pengobatan akan menimbulkan kelainan pada organ saluran pernapasan termasuk pada paru. Demikian pula dengan membiarkan serangan asma terlalu sering kambuh.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.