Sering Bingung? Apa Penyebabnya?

by - February 27, 2017

Blog dr.Dini - Apakah Anda sering bingung? Apa penyebabnya?

Kebingungan (confusion) adalah keadaan di mana terdapat gangguan kesadaran saat seseorang tidak sadar sepenuhnya akan apa yang dilakukan atau tentang apa yang terjadi di sekitarnya.

Seseorang yang sering bingung, sebenarnya dalam tubuhnya sedang terjadi berbagai reaksi metabolisme pada saat itu, di mana terjadi salah kerja dari sel-sel korteks otak.

Seperti misalnya, saat terjadi kenaikan suhu tubuh (demam), ketidakseimbangan elektrolit, gangguan metabolisme, dan kekurangan oksigen, ini bisa menyebabkan seseorang jadi sering bingung.

Sering bingung, penyebabnya bisa bermacam-macam, dari faktor kelelahan sampai faktor penyekit.

Jika kebingungan seseorang disebabkan karena faktor kelelahan, maka kebingungannya akan berangsur membaik dengan melakukan hal sbb.
  1. istirahat atau piknik (refreshing), untuk menyegarkan 'otak', mengurangi stres dan beban pikiran,
  2. minum air mineral untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dalam jumlah yang cukup yaitu 8-10 gelas per hari,
  3. Berolahraga setidaknya dua kali setiap minggu selama 30 menit-1 jam, untuk menjaga metabolisme tubuh agar berjalan tanpa gangguan,
  4. Makan makanan yang bergizi, tinggi protein, perbanyak sayur dan buah, dan cukup kalori.
  5. Pola hidup sehat, tanpa rokok dan junk food.
Namun, jika kebingungan seseorang disebabkan karena suatu penyakit atau kerusakan jaringan otak, maka tingkat kebingungannya tidak membaik dengan melakukan pola hidup sehat, malah makin lama akan makin memburuk.

Dari yang hanya sering bingung tentang apa yang terjadi, sering bingung dan lupa saat menyimpan barang, atau merasa heran atas apa yang sudah dilakukan, sampai bingung yang membawa halusinasi, disorientasi, atau sampai ke tingkat kebingungan yang paling parah yaitu, delirium.

Halusinasi di sini adalah saat orang yang sering bingung, tidak bisa membedakan apakah hal yang ia rasa terjadi, nyata atau tidak.

Disorientasi di sini adalah saat orang yang sering bingung, tidak bisa membedakan atau bahkan tidak bisa mengetahui siapakah dirinya, siapakah orang-orang di sekitarnya, jam berapa, hari apa, dan ada di mana.

Saat seseorang yang sering bingung mengalami disorientasi, Ia bisa bingung dan merasa asing tentang 'mengapa Saya berada di sini?' padahal itu adalah rumahnya sendiri.

Delirium di sini adalah saat orang yang sering bingung, benar-benar seperti kehilangan 'dirinya sendiri' dan tidak bisa berhubungan sama sekali dengan kenyataan dan lingkungannya.

Apa penyebabnya orang yang sering bingung ini makin lama makin memburuk tingkat kebingungannya?

Inilah Penyebab kebingungan Yang Makin Lama Makin Memburuk Sampai Masuk Ke Delirium.

1. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Infeksi

Suatu infeksi otak dan selaput otak atau setiap infeksi yang hebat, di mana jumlah bakteri yang bersarang dalam tubuh sangat banyak, dapat menyebabkan kebingungan.

Kebingungan biasanya terjadi pada infeksi sbb.
  1. Encephalitis, infeksi pada jaringan otak,
  2. Meningitis, infeksi pada selaput otak,
  3. Pneumonia, infeksi pada jaringan paru, dan
  4. Demam Tifoid, infeksi karena Salmonella typhi, yang tidak diobati selama 2-3 minggu.

2. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Penyakit Otak

Gejala sering bingung dapat timbul pada beberapa penyakit otak. terutama pada :
  1. Epilepsi,
  2. Multiple Sclerosis,
  3. Tumor Otak, dan
  4. Abses Otak, di mana terdapat penimbunan nanah dalam otak.
Kebingungan pada epilepsi dapat terjadi setelah serangan, dengan waktu yang singkat.Selama ini, ia tidak dapat mengingat apapun yang terjadi.

Pada epilepsi di mana gangguan pelepasan listrik otak terganggu di bagian lobus temporalis (di atas telinga), kebingungan merupakan suatu sindrom yang disertai dengan sensasi mimpi yang aneh, gerakan dari lidah dan bibir, kegelisahan, dan tindakan kekerasan.

Kebingungan pada Multiple Sclerosis timbulnya dalam bentuk ringan dan biasanya masih bisa di atasi. Biasanya kebingungan ini merupakan tanda kemunduran keadaan jasmani bagi seseorang yang menderita penyakit ini.

Kebingungan pada tumor atau abses otak disebabkan karena adanya peningkatan tekanan dalam otak akibat adanya benjolan atau nanah, di mana akan terjadi kerusakan otak setempat.


3. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Kekerasan Pada Otak

Orang yang sering bingung bisa jadi telah mengalami kekerasan pada otaknya. Kekerasan pada otak yang menimbulkan kebingungan bisa disebabkan karena goncangan atau kekerasan benda tumpul sehingga menimbulkan perdarahan yang kronis (Hematoma Subdural Kronis).

Pada saat seseorang mendapatkan goncangan pada otaknya akibat kekerasan yang di alaminya, ia akan pingsan (tidak sadar). Makin lama waktu tidak sadarnya, akan makin hebat tingkat kebingungan yang akan dialami orang itu.

JIka kekerasan pada kepala menimbulkan perdarahan hematoma subdural kronis, di samping sering bingung, ia akan mengalami sakit kepala, sikap berubah menjadi mudah marah, sering mengantuk, dan menjadi apatis terhadap lingkungan.

4. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Dementia

Kebingungan sering merupakan gejala dementia, baik itu dementia senilis, dementia arteriosklerotis, dan dementia pre-senilis.

Pada Dementia senilis, kebingungan terjadi pada orang yang berusia 60 tahun ke atas. Di mana ia bisa menjadi sangat bingung sampai ke tingkat disorientasi, di mana ia mengalami kebingungan tentang siapa dirinya, siapa orang di sekitarnya, jam berapa, hari apa, dan di mana ia berada.

Kebingungan yang terjadi pada Dementia Senilis akibat faktor usia.

Gejala kebingungan pada Dementia Senilis sering disertai dengan :
  1. penurunan tingkat intelegensia, 
  2. penurunan kesehatan jasmani, 
  3. kehilangan daya ingat, 
  4. goncangan emosional, dan 
  5. kesukaran untuk berbicara. 
Kebingungan pada Dementia Arteriosklerotis terjadi pada usia 10 tahun lebih muda dibandingkan dengan Dementia Senilis, yaitu sekitar 50 tahun ke atas.

Kebingungan pada Dementia Arteriosklerotis disertai dengan berbagai kemunduran fungsi tubuh namun berselang-seling dengan perbaikan fungsi tubuh. Jadi kebingungan yang terjadi masih belum bersifat menetap.

Sedangkan kebingungan yang terjadi pada Dementia Presenilis, bisa dialami oleh seseorang yang lebih muda, yaitu di atas 40 tahun.


5. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? -  Kegagalan fungsi organ

Kegagalan fungsi organ seperti pada gagal jantung, gagal ginjal, dan gagal hati, gejala kebingungan dapat terjadi, menyertai gejala-gejala lainnya.

Kebingungan pada gagal jantung, gagal ginjal, dan gagal hati disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar akibatnya penyaluran oksigen dari darah menuju ke organ tersebut terhambat, akhirnya menimbulkan kerusakan jantung, ginjal, dan hati sampai ke tingkat yang lebih lanjut.

6. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Kelainan hormon

Kelainan hormon tiroid baik pada hypertiroidisme (hormon tiroid yang berlebihan) atau hypotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) dapat mengalami kebingungan.

Juga pada kelainan hormon insulin yang mengakibatkan keadaan tubuh menjadi kekurangan kadar gula darah (hipoglikemia), dapat menyebabkan seseorang sering bingung.

Selain hipertiroidisme, hipotiroidisme, dan hipoglikemia, kelainan hormon korteks kelenjar adrenal dapat juga menimbulkan gejala kebingungan.

7. Sering Bingung? Apa Penyebabnya? - Racun atau obat-obatan

Racun timah bisa menyebabkan orang menjadi sering bingung, dan keracunan timah kronis ini termasuk dalam penyakit industri.

Kebingungan yang terjadi akibat terpapar timah di tempat kerja, disertai dengan gejala lainnya seperti sakit perut, konstipasi, diare, sakit kepala, insomnia, kejang, atau kelumpuhan.

Orang yang sering minum minuman beralkohol juga menjadi sering bingung. Demikian juga, dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Inilah informasi tentang gejala Sering Bingung? Apa Penyebabnya?. Semoga bermanfaat.😉


 





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.