Penyakit Akibat Banjir Yang Bisa Fatal

by - February 24, 2017


Blog dr.Dini - Kemarin kita dikejutkan dengan video aksi pasukan orange jakarta yang sedang membersihkan selokan untuk mengatasi banjir. Sampai sedahsyat itu pengorbanan mereka untuk bisa membuat banjir cepat teratasi, Saya salut dan bangga pada Pasukan Oranye Jakarta.

Banjir memang menyisakan segudang masalah baik saat dan sesudahnya. Salah satu yang paling banyak dialami oleh masyarakat yang menjadi korban banjir, apalagi masyarakat yang mengungsi, adalah masalah kesehatan.

Berbagai penyakit akibat banjir yang bisa fatal tidak boleh diremehkan karena beberapa di antara penyakit akibat banjir yang bisa fatal dapat  sampai mengancam nyawa jika terlambat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Bagaimana tidak? Banjir membawa banyak kotoran, lumpur, sampah, sampai bangkai binatang yang sangat berpotensi menyebarkan penyakit. Apalagi jika daya tahan tubuh kita sedang menurun, kita akan mudah sekali terserang penyakit akibat banjir yang bisa fatal ini.

Berikut ini adalah beberapa penyakit akibat banjir yang bisa fatal.

1. Penyakit Akibat Banjir Yang Bisa Fatal - Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan nyamuk sebagai perantaranya.

Demam berdarah dengue disebut juga dengan penyakit bonebreak fever atau demam sendi karena penderita penyakit ini merasakan sakit pada sendi dan tulang yang sangat luar biasa, seakan-akan tulang terasa akan patah.

Demam berdarah dengue bisa mengancam jiwa karena dapat menyebabkan perdarahan akibat rendahnya jumlah trombosit dalam darah. Dan juga demam berdarah dengue dapat menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah atau keadaan yang disebut sebagai dengue shock syndrome.

Saat banjir berlalu, segeralah membersihkan genangan air yang menjadi tempat tinggal jentik nyamuk Aedes aegypti di sekitar rumah Anda. Tindakan tersebut dapat mengurangi risiko terserng penyakit demam berdarah dengue.

Genangan air saat atau sesudah banjir dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti sehingga penyakit demam berdarah dengue dapat menjadi wabah.


2. Penyakit Akibat Banjir Yang Bisa Fatal - Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang bisa menyebabkan radang hati, radang ginjal, dan anemia hemolitik, yang bisa mengancam nyawa. Penyakit ini dinamakan leptospirosis karena disebakan oleh bakteri leptospira.

Bakteri leptospira bertahan pada organ ginjal atau hati hewan dan manusia yang terinfeksi, sehingga bakteri ini akan keluar melalui urin maupun tinja.

Leptospirosis adalah penyakit yang bisa menular melalui air (water borne disease) sehingga pada musim hujan terutama saat banjir, menjadi saat yang menguntungkan bagi bakteri leptospira ini untuk menyerang hewan atau manusia yang baru.

Di Indonesia, leptospirosis kebanyakan disebabkan oleh urin dan tinja tikus yang bisa terbawa oleh air saat hujan dan banjir.

Keadaan banjir menyebabkan lingkungan menjadi kotor, banyak genangan air, berlumpur, dan banyak timbunan sampah di mana-mana, yang menjadi media yang sangat baik bagi bakteri Leptospira untuk hidup dan berkembang biak.

Penularan leptospirosis bisa terjadi pada kontak lamgsung yaitu kontak dengan selaput mata, mulut, dan kulit yang terluka.

Sedangkan penularan secara tidak langsung adalah saat bakteri Leptospira mencemari makanan, minuman, pakaian, atau bahkan rumah kita.

Untuk mencegah penularan leptospirosis-penyakit akibat banjir adalah sbb.
  1. Usahakanlah sebisa mungkin untuk menghindari kontak dengan air banjir, terutama jika air banjir sangat kotor, banyak lumpur dan tumpukan sampah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan karet, atau bahkan jas hujan untuk melindungi terkena air banjir.
  2. Jika tidak memungkinkan untuk menghindari kontak dengan banjir, usahakan daerah mata, hidung, mulut, jangan sampai terkena air banjir.
  3. Hindari makanan dan minuman yang mungkin tercemar air banjir, misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, makanan instan, minuman kemasan, atau pun roti bungkus.
  4. Masaklah air sampai mendidih atau gunakan air mineral dalam kemasan yang masih disegel sebagai minuman Anda.
  5. Bersihkan rumah Anda pasca banjir dengan pembersih lantai desinfektan (pembunuh kuman) terutama kamar mandi dan WC.
Kematian akibat penyakit Leptospirosis tergolong cukup tinggi di Indonesia, sekitar 2,5 sampai 16,45% . jadi jangan abaikan penyakit akibat banjir yang satu ini.


3. Penyakit Akibat Banjir Yang Bisa Fatal - Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan yang paling banyak disebabkan banjir adalah diare. Diare adalah penyakit akibat banjir yang muncul karena kurangnya ketersedibagi aan air bersih sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencuci tangan, mencuci peralatan makan, atau bahkan mandi.

Apalagi di tempat pengungsian, di samping supply air bersih yang tidak memadai, kepadatan pengungsi menjadi faktor sulitnya menjaga kebersihan.

Selain, diare, gangguan pencernaan yang paling sering terjadi sebagai penyakit akibat banjir adalah demam tifoid.

Demam tifoid adalah infeksi pencernaan yang berasal dari makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella typhi.

Bakteri Salmonella typhi terdapat pada urin dan tinja seseorang yang menderita demam typhoid, yang akan mudah terbawa air banjir untuk kemudian ikut mencemari lingkungan dan menjadi sumber penularan penyakit ini.

Demam tifoid yang tidak segera mendapat pengobatan dapat berlanjut menjadi kronis dan menyebabkan perdarahan serta perlukaan permukaan usus halus, sehingga dapat mengancam nyawa.

Hepatitis A juga sering menjadi penyakit akibat banjir. Sumber penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar tinja yang mengandung virus hepatitis A.

Setelah terinfeksi virus Hepatitis A, 1-2 minggu kemudian akan timbul gejala mual, muntah, nyeri dan rasa tidak enak pada perut bagian kanan atas, demam, dan nyeri otot.

Penderita Hepatitis A akan terlihat kuning terutama pada mata dan kulitnya sehingga penyakit akibat banjir-Hepatitis A biasa disebut sebagai sakit kuning.

Inilah Penyakit Akibat Banjir Yang Bisa Fatal. Semoga bermanfaat.😉










You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.