Perubahan Kulit Pada Kehamilan

by - January 15, 2017


kehamilan, perubahan kulit kehamilan

Blog dr.Dini - Perubahan kulit pada kehamilan biasa terjadi oleh karena adanya perubahan fisik dan hormon bukan saja selama kehamilan berlangsung, tetapi juga dapat terjadi karena persalinan dan masa nifas.

Meskipun perubahan kulit yang terjadi tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin secara langsung namun jika timbul infeksi akibat kelainan kulit yang lambat mendapat penanganan tentu saja infeksi ini bisa mempengaruhi pertumbuhan janin.


Perubahan kulit pada kehamilan yang sering terjadi adalah sbb.


1. Perubahan Kulit Pada Kehamilan : Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi atau dalam bahasa sehari-hari flek hitam, terjadi pada hampir semua ibu hamil. Hiperpigmentasi pada kehamilan ini berhubungan dengan adanya peningkatan hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) , estrogen, dan progesteron selama kehamilan.

Hiperpigmentasi biasa terjadi di kulit sela paha, sela ketiak, dan payudara. Yang paling 'mengkhawatirkan' sebagian besar ibu adalah hiperpigmentasi pada wajah yang biasa disebut melasma.

Melasma adalah hiperpigmentasi yang terjadi pada wajah, biasanya lebih nyata terlihat pada bagian wajah dengan penonjolan tulang seperti bagian dahi, pipi, dan hidung. Melasma terjadi pada 70% kehamilan.

Biasanya melasma akan memudar setelah persalinan namun juga bisa menetap terkait dengan penggunaan kontrasepsi hormon seperti kontrasepsi suntik dan pil KB.

Cara untuk dapat mencegah atau meminimalisir timbulnya melasma pada kehamilan adalah dengan rutin menggunakan tabir surya dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Tabir surya  yang digunakan tentu saja yang terbuat dari bahan-bahan alami yang tidak membahayakan kesehatan janin.

2. Perubahan Kulit Pada Kehamilan : Perubahan Pembuluh Darah

Pada kehamilan kadang terjadi pelebaran pembuluh darah ataua disebut telangiectasis. Jika telangiectasis ini terjadi di wajah, maka akan jelas terlihat di wajah tampak pembuluh darah kecil berwarna merah keunguan seperti benang. Paparan sinar matahari secara langsung memperparah timbulnya telangiectasis ini.

Telangiectasis tidak bisa hilang dan memudar setelah persalinan. Telangiectasis akan menetap dan biasanya memerlukan tindakan laser untuk menghilangkannya.

Selain telangiectasis, perubahan pembuluh darah pada kehamilan dapat berupa spider angioma. Spider angioma adalah pembuluh darah kecil yang dikelilingi pembuluh-pembuluh darah seperti kaki-kaki seekor laba-laba. Spider angioma biasanya terjadi pada kulit yang lebih sering terkena paparan sinar matahari.

Spider angioma dapat hilang dengan sendirinya setelah persalinan namun jika menetap, spider angioma dapat dihilangkan dengan terapi laser.

Eritema palmar yaitu kemerahan pada telapak tangan dapat terjadi pada banyak ibu hamil dan ini normal. Eritema palmar dapat hilang dengan sendirinya setelah persalinan.

3. Perubahan Kulit Pada Kehamilan : Pruritus Gravidarum

14 % ibu hamil mengeluh gatal yang menyeluruh selama kehamilan meskipun tanpa adanya kelainan ruam kulit, ini disebut prurttus gravidarum. Derajat gatal pada tubuh bervariasi namun biasanya lebih gatal pada tangan dan kaki.

Gatal juga lebih terasa pada dinding perut bagian depan akibat timbulnya striae akibat peregangan kulit yang berlebihan.

Pruritus gravidarum biasanya akan segera menghilang setelah persalinan namun striae bekas peregangan kulit selama kehamilan biasanya akan menetap. Ini disebut sebagai stretchmark.

Pruritus gravidarum akan berulang pada kehamilan berikutnya.

4. Perubahan Kulit Pada Kehamilan : Akne Vulgaris

Akne kadang muncul atau bertambah parah selama kehamilan. Jerawat yang banyak, besar, dan merata pada kehamilan disebabkan banyak faktor selain karena faktor hormonal.

Konsultasikan pada Dokter Anda untuk memilih obat jerawat yang tepat dan aman untuk mengobati akne vulgaris selama kehamilan.

5. Perubahan Kulit Pada Kehamilan : PUPPP

PUPPP atau Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy bukanlah istilah umum yang sering kita dengar namun perubahan kulit ini adalah yang paling sering ditemukan selama kehamilan.

Perubahan kulitnya ditandai dengan adanya bintik-bintik kecil yang keras (papul), plak, dan urtikaria (biduran).

PUPPP belum diketahui penyebabnya dan belum diketahui pula mekanisme terjadinya. Namun PUPPP biasanya muncul pada kehamilan trimester ketiga yaitu pada saat usia kehamilan 28 minggu ke atas.

Banyak penelitian melaporkan bahwa PUPPP terjadi pada sebagian besar ibu hamil yang mengalami penambahan berat badan yang berlebihan. Studi lain mengatakan bahwa jika jenis kelamin janin laki-laki maka insidensi terjadinya PUPPP adalah dua kali lipat dibandingkan dengan janin perempuan.

Kebanyakan pasien mengeluh sangat gatal tetapi keluhan ini akan menghilang segera setelah persalinan. Perubahan kulit PUPPP ini biasanya mulai muncul pada kehamilan usia 36 minggu dan terjadi pada kehamilan pertama ibu (primipara).

Inilah artikel tentang Perubahan Kulit Pada kehamilan. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.