Risiko Hamil Pada Obesitas

by - September 27, 2016

kehamilan dengan obesitas, hamil gemuk

Blog dr.Dini - Risiko hamil pada obesitas telah banyak diteliti oleh para ilmuwan dari luar negeri. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Aberdeen dan Edinburgh, Inggris pada bulan Mei tahun 2013.

Penelitian ini memfokuskan tentang adanya kaitan antara harapan hidup anak yang dilahirkan dari ibu yang obesitas. 

Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang obesitas memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk meninggal dunia lebih cepat karena berbagai penyakit jika dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang memiliki berat badan normal.

Berbagai penyakit pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu obesitas, yang paling banyak ditemukan berdasarkan penelitian ini, adalah penyakit jantung dan stroke.

Hubungan risiko hamil pada obesitas dengan hasil kesehatan anak-anak yang dilahirkannya memang tidak semata-mata hanya dipengaruhi oleh berat badan ibu hamil yang obesitas saja.

Hasil kesehatan anak-anak juga dipengaruhi dengan pola hidup sejak mereka dilahirkan, lingkungan tempat tinggal, dan tingkat kesejahteraan keluarga itu. Namun, sangatlah penting untuk tetap menjaga berat badan normal jika Anda ingin merencanakan kehamilan.

Mengingat, risiko hamil pada obesitas juga dapat mempengaruhi hasil kesehatan anak-anak di masa yang akan datang.

Mengapa penting 
untuk tetap menjaga berat badan normal jika Anda ingin merencanakan kehamilan ?

Memiliki berat badan normal saat menjalani kehamilan dapat mengurangi risiko komplikasi pada kehamilan (misalnya diabetes gestasional) dan risiko terjadinya penyakit kronik (misalnya penyakit jantung akibat aterosklerosis) yang dapat diturunkan antar generasi.

Di samping itu,  penelitian lain juga dilakukan oleh Departemen Kesehatan Mental di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, Amerika Serikat, tentang hubungan risiko hamil pada obesitas dengan gangguan penyerapan zat asam folat. 

Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ibu obesitas yang tengah hamil memiliki risiko gangguan penyerapan zat asam folat, di mana asam folat ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf janin.

Gangguan penyerapan asam folat pada ibu selama masa kehamilan dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terjadinya autisme pada janin.

Risiko hamil pada obesitas juga dapat berupa adanya peningkatan risiko bagi ibu untuk terjadinya penyakit gagal jantung yang berhubungan dengan kehamilan dan proses gagal jantung ini dapat terus terjadi sampai setelah melahirkan, atau dalam bahasa medis disebut peripartum cardiomyopathy.

Peripartum Cardiomyopathy adalah kondisi di mana otot jantung menjadi lemah dan tidak bisa memompa darah dengan memadai. 

Disimpulkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado di Denver, AS, bahwa risiko hamil pada bunda yang obesitas akan meningkatkan risiko terjadinya peripartum cardiomyopathy sebanyak 1,7 kali lipat jika dibandingkan dengan kehamilan pada bunda dengan berat badan normal.

Obesitas memang merupakan salah satu faktor risiko terbanyak untuk terjadinya penyakit gagal jantung. Terlebih lagi, jika obesitas terjadi pada saat hamil, di mana kinerja jantung akan semakin terbebani bukan saja oleh adanya kehamilan namun juga karena adanya obesitas.

Risiko hamil pada obesitas dalam jangka pendek adalah :


1. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes akibat kehamilan di mana sebelum hamil tidak pernah terkena penyakit diabetes mellitus. Diabetes gestasional paling banyak terjadi pada ibu hamil yang obesitas.

2. Preeklampsia

Kehamilan pada ibu yang obesitas juga meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia. Preeklampsia adalah keadaan di mana tekanan darah ibu hamil menjadi meningkat (hipertensi) yang diikuti dengan peningkatan protein dalam urin, dan/atau bisa juga disertai dengan adanya pembengkakan kaki (tungkai bawah).

Preklampsia berat adalah salah satu penyebab kematian ibu dan janin saat kehamilan.

3. Risiko Persalinan dengan Operasi Caesar

Risiko hamil pada obesitas adalah makrosomia. Makrosomia adalah berat badan bayi yang mencapai 4 Kg atau bahkan lebih. 

Bayi dengan berat badan 4 Kg atau lebih akan menyulitkan proses kelahiran dan meningkatkan risiko perdarahan pasca persalinan jika dilakukan secara normal.

Sulitnya proses persalinan atau proses persalinan yang terlalu lama dapat berakibat fatal baik bagi ibu dan bayi. Hal ini dapat berisiko terjadinya bayi lahir mati (Still Birth). Oleh karena itu, bayi makrosomia adalah indikasi untuk dilakukannya operasi caesar.

Risiko hamil pada obesitas dalam jangka panjang adalah :


1. Diabetes Melitus Type 2

Ibu hamil yang obesitas akan tetap berisiko meningkatkan terjadinya penyakit diabetes mellitus tipe 2 setelah melahirkan jika berat badan belum juga normal.

Sebenarnya, kesempatan untuk menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan kegiatan menyusui bayi secara eksklusif. Karena salah satu manfaat menyusui bayi bagi ibu adalah menurunkan berat badan.

2. Penyakit Gagal Jantung

Obesitas merupakan faktor paling utama untuk terjadinya penyakit jantung. Jantung dapat melemah dalam memompa darah ke seluruh tubuh akibat kinerja jantung terlalu terbebani karena berat badan yang berlebih. 

Risiko penyakit gagal jantung bukan hanya mengintai bunda hamil yang obesitas saja, namun demikian juga pada bayinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh US National Institute of Child Health and Human Development  dan New York State Department of Health, risiko hamil pada bunda yang obesitas dapat mengenai sang bayi berupa penyakit cacat jantung bawaan.

3. Penyakit Hipertensi

Adanya penumpukan lemak karena obesitas juga dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi) yang makin lama makin berpengaruh pada kinerja jantung yang sudah terbebani dengan obesitas dan kehamilan.

Hamil dengan obesitas sangat berdampak terhadap kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Selain, berat badan berlebihan atau obesitas, kesehatan bayi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk nutrisi, usia ibu saat hamil, dan tingkat stres pada masa kehamilan.

Untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi pada ibu hamil yang obesitas, cara yang paling tepat adalah mengatur pola makan dengan gizi seimbang dan menurunkan berat badan yang berlebihan menjadi berat badan yang normal, sebelum ibu merencanakan kehamilan.

Inilah artikel Risiko Hamil Pada Obesitas . Semoga bermanfaat.









You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.