Bolehkah Bercinta Saat Hamil ?

by - August 17, 2016

Blog dr.Dini - Bolehkah bercinta saat hamil ? Pertanyaan ini sering muncul dalam benak pikiran banyak ibu hamil terutama pada kehamilan pertama.

hamil bercinta, hamil boleh berhubungan, hubungan seksual saat hamil

Ibu hamil menjadi kurang berminat untuk bercinta terutama saat memasuki masa kehamilan trimester pertama di mana gejala-gejala mual, muntah, dan berbagai ketidaknyamanan lain masih terjadi.

Hal ini harus dikomunikasikan dengan baik dengan pasangan karena jika sang Suami salah mengerti dikhawatirkan ia merasa sang istri sedang melakukan 'penolakan' terhadapnya.

Namun, jika masa-masa ketidaknyamanan sudah lewat, yaitu ketika ibu hamil sudah memasuki masa trimester kedua, biasanya hasrat untuk bercinta sudah kembali ke keadaan seperti semula atau malah meningkat.

Pertanyaannya, bolehkah bercinta saat hamil ?


Bercinta saat hamil boleh dilakukan asalkan kedua pasangan sama-sama merasa rileks agar ibu hamil tidak merasakan nyeri saat bercinta. Bercinta dengan penuh perasaan rileks tanpa terbebani bagi ibu hamil merupakan kebahagiaan tersendiri.

Karena saat bercinta, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin dan hormon endorfin yang dapat menciptakan perasaan bahagia. Tentunya hal ini sangat baik bagi ibu hamil untuk bisa merasa rileks dan bahagia dalam menghadapi keluhan-keluhan masa kehamilan.

Hanya saja, ibu hamil perlu memberikan pengertian terhadap suami tentang betapa ketidakstabilan hormon kehamilan dapat mempengaruhi hasrat Anda. Kadang ketidakstabilan emosi akibat hormon kehamilan membuat beberapa ibu hamil malah tidak berminat untuk bercinta.

Jika ibu hamil merasa khawatir untuk bercinta dengan suami karena mungkin akan timbul nyeri atau kontraksi, maka lakukanlah cara lain untuk menjaga keharmonisan rumah tangga Anda, seperti memeluk atau sekedar bersandar di bahu suami.

Namun, sebaiknya bercinta selama masa kehamilan janganlah dihentikan sama sekali sepanjang kehamilan yang dialami normal tanpa masalah. Karena kita juga perlu memperhatikan hak suami terhadap kita.

Bercinta saat hamil tetap bisa dilakukan namun tetap ibu hamil dan suami harus berhati-hati. Bicarakan dengan suami tentang frekuensi dan durasi bercinta terutama jika suami Anda tidak terlalu mengerti masalah ini.

Frekuensi dan durasi bercinta saat hamil tentu saja mungkin perlu dikurangi jika dibandingkan pada keadaan sebelum kehamilan. Hal ini dilakukan agar ibu hamil tidak merasa kelelahan.

Selain itu, ibu hamil juga perlu membicarakan tentang gerakan atau posisi bercinta yang aman dilakukan agar janin tidak tertekan akibat aktivitas bercinta.

Bagaimana posisi yang aman ketika bercinta saat hamil?


Posisi yang aman untuk ibu hamil ketika bercinta dengan suami adalah yang tidak menimbulkan penekanan pada perut dan tidak membuat ibu hamil kelelahan.

1. Posisi missionaris

Posisi missionaris atau posisi suami di atas mungkin bisa dilakukan saat ibu hamil masih memasuki usia kehamilan trimester satu, di mana saat itu perut ibu hamil masih belum terlalu buncit.

Namun, seiring berjalannya usia kehamilan, perut ibu hamil makin lama makin membuncit. Saat itu, posisi missionaris akan menimbulkan tekanan pada perut ibu hamil.

2. Posisi woman on top

Posisi ibu hamil di atas ini terbilang aman dilakukan saat hamil. Karena pada posisi ini tidak terjadi penekanan pada perut dan ibu hamil juga memperkirakan kekuatan sendiri sehingga bisa menyesuaikan dengan dirinya.

Ibu hamil juga bisa memposisikan diri seperti sedang duduk di pangkuan suami. Posisi ini sangat aman karena tidak menimbulkan penekanan pada perut ibu hamil.

3. Posisi spoon position

Posisi spoon position adalah posisi di mana ibu hamil dan suami berbaring miring. Posisi ini juga aman karena tidak menimbulkan penekanan pada perut ibu hamil dan tidak akan menimbulkan ibu hamil kelelahan.

4. Posisi doggy style

Posisi doggy style adalah posisi di mana ibu hamil menungging dan bertopak pada siku lalu penetrasi dilakukan dari belakang.

Bercinta saat hamil hendaknya jangan disingkirkan namun juga tidak perlu dilakukan secara berlebih-lebihan. Tetap kita harus menjaga janin yang ada dalam kandungan kita. Di samping posisi yang aman, ibu hamil juga perlu meperhatikan gerakan untuk dilakukan dengan pelan dan lembut.

Adakah manfaat bercinta saat hamil?



Tahukah Anda bahwa ternyata bercinta saat hamil membawa banyak manfaat, loh. Di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Bercinta saat hamil dapat mengurangi ketegangan saat menjalani kehamilan yang penuh dengan keluhan seperti nyeri pinggang, emosi yang tidak stabil, mudah stres, dll. Hal ini disebabkan bahwa dengan bercinta dapat membuat tubuh memproduksi hormon-hormon kebahagiaan seperti endorfin.

2. Sehubungan dengan dilepaskan hormon endorfin dalam tubuh karena aktivitas bercinta saat hamil, ibu hamil jadi jarang merasakan sakit atau nyeri akibat kehamilan. Karena hormon endorfin merupakan morfin alami dalam tubuh yang dapat menghilangkan rasa sakit.

3. Aktivitas bercinta saat hamil bisa membakar kelebihan kalori sehingga jika aktivitas ini dilakukan secara rutin selama hamil dapat mencegah kenaikan berat badan selama kehamilan yang tidak perlu.

4. Saat hamil terutama hamil trimester ketiga, ibu hamil jadi susah untuk tidur karena keluhan kehamilan semakin nyata seperti nyeri pinggang, sering berkemih, nyeri perut bagian bawah, dll. Aktivitas bercinta saat hamil dapat memperbaiki kualitas tidur ibu hamil.

5. Bercinta saat hamil tentu saja dapat meningkatkan kemesraan bersama suami dalam menantikan buah hati hingga lahir ke dunia.

Lalu, kondisi kehamilan seperti apa yang mungkin perlu menghindari aktivitas bercinta saat hamil?



Aktivitas bercinta saat hamil dapat menimbulkan risiko perdarahan, infeksi, atau persalinan prematur pada beberapa kehamilan yang tidak berjalan mulus. Konsultasikan pada Dokter SpOG Anda. Tanyakan padanya apakah Anda boleh melakukan aktivitas bercinta saat hamil.

Bercinta saat hamil dapat menimbulkan risiko pada kehamilan berikut ini :

1. Jika terdapat riwayat perdarahan saat kehamilan,

2. Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya,

3. Adanya ketuban pecah dini (perembesan air ketuban melalui jalan lahir),

4. Memiliki riwayat inkompetensi serviks pada kehamilan sebelumnya (leher rahim sudah terbuka sebelum waktu persalinan tiba),

5. Adanya infeksi dalam kehamilan (untuk mencegah terjadinya infeksi dalam kehamilan disarankan menggunakan kondom saat bercinta),

6. Adanya plasenta praevia (posisi plasenta terdapat di jalan lahir atau di atas leher rahim sehingga mudah terjadi perdarahan).

Untuk keadaan-keadaan kehamilan tersebut di atas, ibu hamil perlu berhati-hati dalam setiap aktivitas termasuk bercinta.

Demikianlah ulasan bolehkah bercinta saat hamil?. Semoga bermanfaat.




You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.