Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

by - July 28, 2016

kesehatan reproduksi

Blog dr.Dini - Menjaga kesehatan reproduksi kita sangatlah penting namun sering kita abaikan. Padahal organ reproduksi kita ini sangatlah rentan terkena 'penyakit'.

Oleh karena itu, organ reproduksi sudah sepantasnya diperhatikan dan dijaga terutama bagi kita yang sudah menikah atau yang sudah pernah melahirkan.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita ? Simak yuk.

1. Lakukan perawatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Kita mulai dari perawatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan reproduksi kita dengan cara selalu membersihkan atau membasuh Miss V dengan air setelah kita melakukan aktivitas di toilet baik itu saat mandi, buang air kecil, ataupun buang air besar.

Jangan membasuh Miss V dengan sabun mandi karena sabun mandi bersifat basa sedangkan Miss V bersifat asam. Boleh membasuh Miss V dengan sabun pembersih khusus area Miss V yang memiliki PH yang sesuai dengan Miss V.

Tidak boleh sembarangan memilih sabun pembersih Miss V, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter Kandungan. Tanyakan pula pada Dokter, kapan sebaiknya memakai sabun pembersih Miss V. Karena memakai sabun pembersih Miss V sebaiknya tidak dilakukan setiap hari.

Bagi wanita yang telah menikah, dianjurkan untuk membersihkan Miss V sebelum dan setelah 'berhubungan' dengan air dan sabun pembersih Miss V atau antiseptik khusus Miss V.

Namun untuk yang memulai program hamil, jangan membersihkan Miss V dengan sabun pembersih khusus Miss V atau dengan antiseptik khusus Miss V karena dapat mematikan sperma.

Untuk membasuh dan membersihkan Miss V, lakukanlah dengan arah yang benar. Jangan membasuh dengan arah dari belakang ke depan karena hal tersebut akan mengantarkan kuman-kuman yang berasal dari 'anus' ke area Miss V.

Kuman-kuman dari anus seperti misalnya Escherichia coli dapat menginfeksi Miss V dan menyebabkan keputihan. Hal ini sangat sederhana dan sering tidak diperhatikan oleh wanita padahal sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi kita.

2. Jangan biarkan celana dalam (underwear) dalam keadaan basah.

Penting sekali untuk tidak membiarkan celana dalam (underwear) dalam keadaan basah. Celana dalam yang basah akan meningkatkan tingkat kelembaban Miss V yang karena posisinya yang tersembunyi, sudah sangat lembab.

Keadaan Miss V yang terlalu lembab menjadi lingkungan yang baik bagi pertumbuhan jamur Candida albicans sehingga jamur-jamur tersebut akan bertumbuh lebih pesat dibandingkan jumlah normal.

Karena sebenarnya jamur Candida albicans ini memang sudah ada dalam Miss V namun dalam jumlah normal ia tidak menimbulkan efek negatif.

Pertumbuhan jamur yang tidak normal di sekitar area Miss V akan menimbulkan gejala keputihan yang sangat gatal, berbau, dan menimbulkan peradangan kulit area Miss V sehingga Organ reproduksi tampak kemerahan dan membengkak.

Karena itu, untuk menjaga kesehatan reproduksi kita, sebaiknya keringkan area Miss V setelah beraktivitas di toilet dengan menggunakan handuk kecil atau tisu.

Ada beberapa pendapat bahwa penggunaan tisu dapat menyebabkan kanker organ reproduksi namun beberapa pendapat ahli Kandungan lainnya mengatakan bahwa hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait apakah tisu dapat menjadi penyebab langsung terhadap kanker organ reproduksi.

Jangan lupa untuk mengganti celana dalam minimal 3 kali sehari atau setiap kali celana dalam sudah basah karena terpercik air atau karena keringat.

Celana dalam yang basah karena keringat juga menimbulkan penyakit jamur pada kulit area sela paha misalnya Tinea cruris. Karena itu, sebaiknya segera mengganti celana dalam ketika ia basah karena keringat.

3. Gantilah pembalut saat menstruasi setidaknya 4 jam sekali.

Pembalut yang terlalu lama tidak diganti saat menstruasi akan menjadi menjadi media yang sangat baik bagi kuman untuk berkembang biak.

Pembalut yang terlalu lama tidak diganti akan memberikan kelembaban yang berlebihan yang merupakan lingkungan yang baik untuk kuman dan jamur, disertai dengan adanya darah menstruasi yang dapat menjadi 'makanan' untuk pertumbuhan kuman.

Maka, gantilah pembalut saat menstruasi setidaknya 4 jam sekali atau setiap kali pembalut sudah dirasa penuh, basah, dan tidak nyaman. Ini penting untuk menjaga kesehatan reproduksi kita.

4. Lakukanlah pemeriksaan Pap Smear setahun sekali.

Wanita yang telah menikah dianjurkan melakukan pemeriksaan Pap Smear setahun sekali untuk mendeteksi adanya keganasan pada leher rahim.

Untuk wanita yang telah melahirkan usahakan selalu memeriksaan Pap Smear tiap tahunnya. Semakin sering melahirkan maka risiko timbulnya kanker leher rahim semakin meningkat. Mudah-mudahan hal ini tidak pernah terjadi ya.

Namun, untuk menjaga kesehatan reproduksi, tidak ada salahnya kita menjalankan pemeriksaan Pap Smear  karena selain bisa mendeteksi kanker leher rahim, pemeriksaan Pap Smear juga dapat mendeteksi adanya infeksi penyebab keputihan.

5. Jangan abaikan keputihan.

Jangan abaikan adanya keputihan. Keputihan dapat normal ataupun tidak normal. Keputihan yang tidak normal perlu mendapat pengobatan segera. Karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana membedakan keputihan yang normal dan tidak normal.

Keputihan yang normal adalah keputihan dengan cairan yang transparan, jernih, tidak berbau, tidak gatal, dan tidak menimbulkan peradangan (kemerahan pada kulit). Keputihan normal terjadi pada saat menjelang menstruasi, setelah menstruasi, saat masa subur, saat bergairah, dan saat stres psikis.

Keputihan yang tidak normal adalah keputihan dengan cairan berwarna putih keruh kekuning-kuningan bahkan sampai hijau, gatal, berbau, dan menimbulkan peradangan. Penyebab paling banyak keputihan tidak normal ini adalah infeksi dan keganasan.

Jika keputihan tidak normal ini terjadi maka segeralah berkonsultasi dengan Dokter ObGyn. Jika penyebabnya adalah infeksi, pengobatan sesegera mungkin akan mencegah infeksi menyebar ke organ lain dan menimbulkan peradangan yang lebih luas.

Demikianlah cara menjaga kesehatan reproduksi wanita yang wajib kita ketahui. Sederhana namun sangat penting.

Semoga bermanfaat.









You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.