Tips Agar IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Bisa Berhasil

by - May 10, 2016




IMD


Web Bunda – Bunda, setelah melahirkan bayi  sangatlah dianjurkan untuk memulai IMD (Inisiasi Menyusui Dini) sesegera mungkin. IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang dilakukan dalam 30 menit pertama setelah persalinan sangat mendukung keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya.

Proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) ini dilakukan dengan meletakkan bayi yang baru dilahirkan di atas badan ibu, misalnya di atas perut atau paling sering di atas dada ibu. Si Kecil dibiarkan secara naluriah mencari sendiri puting susu ibunya selama paling sedikit 30 menit.


Si Kecil juga dibiarkan seperti itu meskipun tidak berhasil mendapatkan puting susu ibunya. Jangan segera meminta bidan atau suster memisahkan bayi Anda, biarkanlah  saja si Kecil mengeksplorasi selama 1 jam.

Biasanya penolong persalinan  terus melakukan tindakan pasca persalinan terhadap Bunda sambil menunggu si Kecil melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini)nya.

Saat IMD (Inisiasi Menyusui Dini), bayi dapat menunjukkan kemampuan mengeksplorasi puting susu yang menakjubkan. Si Kecil dapat merangkak dan berhasil menemukan puting susu ibunya sendiri dan langsung menyusu.

Tahukah Bunda alasan mengapa bayi secara naluriah dapat menemukan sendiri puting susu ibunya untuk mendapatkan ASI pertamanya?

Alasan mengapa bayi dapat merangkak, mencari, dan akhirnya menemukan puting susu ibu untuk mendapatkan ASI adalah karena aroma air ketuban yang masih tersisa dan menempel di tangan bayi kurang lebih sama dengan aroma cairan ASI .

Hal inilah yang mendorong bayi untuk merangkak ke arah puting susu ibu secara naluriah untuk mendapatkan ASI pertama yang sangat penting berupa kolostrum, yang kaya akan antibodi untuk kekebalan tubuh.

Prosedur IMD (Inisiasi Menyusui Dini) tidaklah sama dengan menyusui bayi yang baru lahir. Dalam IMD, bayi benar-benar dibiarkan merangkak sendiri untuk mencari puting susu ibu dan mendapatkan ASI (kolostrum) pertama dengan usahanya sendiri.

Prosedur IMD ini akan memunculkan refleks menyusu pada bayi yang tentu saja akan berpengaruh pada program menyusui ASI eksklusif.

Bunda, meskipun IMD (Inisiasi Menyusui Dini) ini terlihat sangat sederhana, ternyata persiapan untuk melakukan IMD ini harus sudah dilakukan saat hamil, loh.

Jadi pastikan untuk mendapatkan informasi tentang IMD ini saat Bunda mengontrol kehamilan pada Bidan atau Dokter Kandungan, agar Bunda dapat mempersiapkan secara fisik dan psikologis saat IMD ini dilakukan.

Informasi IMD juga harus diketahui oleh Suami kita, agar ia dapat memberikan dukungan pada kita untuk melakukan IMD segera setelah melahirkan.

Dengan dukungan dari Suami dan keluarga, mudah-mudahan kita bisa sukses melakukan IMD untuk bayi kita. Setidaknya, kita memang memerlukan motivasi saat melakukan IMD untuk melawan rasa nyeri dan rasa tidak nyaman lainnya setelah melahirkan.

Bunda, inilah tips agar IMD (Inisiasi Menyusui Dini) berhasil dilakukan ;


  • Saat Bunda merasa akan segera melahirkan si Kecil, mandilah terlebih dahulu jika masih bisa melakukannya. Ini dilakukan agar saat IMD, Si Kecil melakukan kontak dari kulitnya ke kulit Bunda yang sudah bersih.
  • Siapkanlah 3 kain panjang yang lembut dan kering. Kain panjang ini akan diletakkan di atas perut Bunda oleh penolong persalinan untuk mengeringkan bayi yang baru lahir dari kepala hingga kaki, terkecuali lengan bayi.
  • Setelah bayi selesai dikeringkan, dipotong tali pusatnya dan dilakukan penjepitan sisa tali pusatnya, bayi ditengkurapkan di atas dada ibu tanpa alas kain.
  • Sisa kain panjang yang masih belum terpakai bisa digunakan untuk menyelimuti Bunda dan si Kecil saat IMD dilakukan.
  • Bayi akan merangkak sendiri mencari puting susu ibu, dengan menggunakan aroma cairan ketuban di lengannya sebagai pemandu mencari ASI.
  • Bunda dapat menyentuh lembut pada punggung bayi.
  • Dukungan dari Suami dan keluarga sangat berpengaruh untuk memotivasi Bunda melakukan IMD.
  • Bunda harus bersabar dan tidak terburu-buru dalam proses IMD ini, meskipun si Kecil belum berhasil menemukan ASInya sendiri, namun proses IMD ini tetap memunculkan refleks positif untuk program ASI eksklusif kelak.
Setelah prosedur IMD telah selesai, sangat dianjurkan untuk Bunda dan si Kecil selalu berdekatan untuk mempermudah pemberian ASI kapan pun si Kecil menginginkannya. Hal ini juga menentukan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Dari pengalaman pribadi Saya, beberapa rumah sakit tidak memfasilitasi rawat gabung (room in) pada kelas ruang perawatan tertentu. Jadi jika Bunda ingin melahirkan di rumah sakit dan memilih dirawat gabung dengan si Kecil sebaiknya membicarakan hal ini dengan pihak rumah sakit.

Rawat gabung adalah perawatan paska persalinan ibu dan bayi di mana bayi ditempatkan di ruangan yang sama dengan ibu atau dengan kata lain bayi tidak ditempatkan di ruang perawatan khusus bayi.

Tentu saja, rawat gabung dapat dilakukan jika kondisi ibu dan bayi sehat. Jika bayi memerlukan perawatan khusus atau intensif maka rawat gabung tidak bisa dilakukan.

Demikianlah tips agar IMD (Inisiasi Menyusui Dini) berhasil dilakukan.

Semoga bermanfaat ya, Bunda.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.