Persiapan Bunda Membawa Bayi Naik Pesawat Tanpa Ditemani

by - May 25, 2016

Blog dr.Dini - Bunda akan membawa bayi naik pesawat tanpa ditemani? Pasti yang terbayang pertama kali adalah kerepotannya. Tapi sesungguhnya kita bisa menyiasati kerepotan membawa bayi sendiri menjadi minim atau nihil.


Pengalaman saya saat membawa bayi naik pesawat, Alhamdulilllah, sangat mudah tanpa kerepotan sama sekali.

Berikut persiapan Bunda saat harus membawa bayi naik pesawat tanpa ditemani.



1. BERDOA

Berdoa terdengar klasik, namun dengan berdoa agar perjalanan kita membawa si Kecil lancar tanpa kendala, mudah-mudahan dapat mempermudah bunda dalam perjalanan, Karena hanya dengan Kuasa-Nya, kita akan dipermudah melalui berbagai hal, termasuk naik pesawat bersama bayi.

2. LAKUKAN KEGIATAN DI RUMAH

Di rumah, lakukanlah beberapa kegiatan yang kira-kira bunda akan lakukan di bandara atau di pesawat, misalnya buang air kecil sebelum berangkat.

3. JANGAN MEMBAWA BANYAK TAS

Agar bunda tidak repot, bawalah hanya satu tas saja. Satu tas itu berisi peralatan lengkap dengan barang bunda dan barang bayi. Dan lebih baik memilih tas ransel karena dengan tas ransel, kedua tangan bunda akan bebas dari menenteng tas. Jadi, bunda lebih leluasa menggendong dan mengurus bayi.

4. MEMBAWA PERLENGKAPAN YANG PENTING

Dalam satu tas ransel itu bunda bisa membawa berbagai macam perlengkapan bunda dan bayi. Perlengkapan bunda yang harus dibawa adalah ;
  1. dompet, 
  2. handphone, 
  3. apron menyusui (jika bunda menyusui),
  4. gendongan bayi instan,
  5. tisu kering,
  6. tisu basah,
  7. pembalut (untuk berjaga-jaga seandainya tiba-tiba tamu bulanan datang, dan 
  8. sebotol air.
Membawa sebotol air minum ini sebagai persiapan saat bunda merasa haus ketika bunda sedang berada dalam ruang tunggu. Mengingat di beberapa bandara di kota besar, jarak antara ruang tunggu dan kantin itu lumayan jauh.

Perlengkapan bayi yang perlu dibawa adalah ;
  1. pakaian ganti yang praktis misalnya jumper, untuk jaga-jaga seandainya bayi muntah saat turbulensi,
  2. popok sekali pakai,
  3. minyak kayu putih atau minyak telon,
  4. susu formula (jika bayi minum susu formula),dan
  5. biskuit bayi.
Persiapkan dua botol susu formula siap minum. Susu yang sudah diseduh dalam botol ini bisa digunakan dalam waktu satu jam. Dan siapkan dua botol yang berisi susu bubuk yang sudah ditakar oleh bunda untuk persiapan jika bayi ingin minum susu ketika di atas pesawat.

Jika perjalanan bunda dekat, tidak perlu membawa persediaan air panas. Untuk memberikan susu pada bayi di atas pesawat, bunda tinggal meminta tolong disediakan air panas pada petugas awak kabin pesawat.

5. MEMILIH PAKAIAN BAYI

Kabin pesawat sangat dingin. Pilihlah pakaian bayi yang tebal agar bayi tidak kedinginan. Kenakan jumper, jaket, sarung tangan, kaus kaki, dan topi bayi. Bila perlu sediakan selimut topi untuk jaga-jaga jika bayi masih kedinginan.

6. MEMILIH JADWAL PENERBANGAN YANG SESUAI

Saya prefer membawa bayi naik pesawat saat malam hari, sekitar pukul 19.00 ke atas. Asumsi saya bahwa saat itu bayi akan tertidur dan tak banyak aktivitas bayi pada jam-jam tersebut.

Namun, setiap bayi memiliki pola aktivitasnya masing-masing. Terlebih lagi, jika bunda akan bepergian dengan jarak penerbangan yang dekat, misalnya jarak yang hanya memerlukan waktu penerbangan 30 menit sampai 1 jam, maka jadwal penerbangan tidak terlalu menjadi masalah.

Jadwal penerbangan yang dapat dipilih saat jam tidur siang juga dapat menjadi pilihan. Bunda hanya perlu menyesuaikan waktu saat bayi Bunda akan tertidur dalam pesawat.

Jika bunda sudah memilih jam penerbangan yang menurut bunda saat itu bayi akan tertidur namun ternyata bayi tidak tertidur, maka bunda dapat mengajaknya bermain berjalan-jalan di atas kabin pesawat saat pesawat dalam keadaan stabil (tidak ada turbulensi) untuk mencegah bayi agar tidak rewel.

7. CHECK-IN LEBIH AWAL

Bunda harus check in lebih awal agar bisa memilih seat paling depan. Biasanya memang saat kita membawa bayi, pihak maskapai penerbangan akan memprioritaskan kita untuk duduk di seat paling depan (kelas ekonomi) . Namun itu berlaku jika seat paling depan masih tersedia.

Seat paling depan memiliki ruang yang lebih luas sehingga masih ada ruang yang leluasa untuk pergerakan bunda saat mengurus bayi. Lebih baik memilih seat paling luar dan bukan dekat dengan jendela.

Jika bunda memilih seat paling luar maka hal itu memudahkan bunda seandainya bunda harus pergi ke toilet untuk mengganti popok bayi.

8. USIA IDEAL BAYI 3 BULAN

Tidak ada angka pasti umur berapa bayi sudah siap naik pesawat terbang, namun sebisa mungkin hindari alat transportasi ini jika itu memungkinkan. Namun jika memang pesawat adalah alat transportasi satu-satunya yang harus bunda pilih, maka usia 3 bulan adalah usia yang disarankan oleh Dokter Anak Saya.

Hal ini berdasarkan pada kondisi lingkungan pesawat yang dingin, rentan terjadi penularan infeksi melalui udara, crowded, polusi, dan besarnya tekanan udara yang bisa sangat mempengaruhi kesehatan bayi.

Pada usia 3 bulan, proses fisiologi tubuh bayi sudah banyak berkembang dan lebih stabil. Di samping itu, di usia 3 bulan bayi sudah mendapatkan beberapa imunisasi dasar seperti BCG, polio, Hepatitis B, DPT, dan HiB. Maka pada usia 3 bulan, bayi sudah memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Inilah persiapan bunda yang perlu dilakukan saat membawa bayi naik pesawat tanpa ditemani.

Semoga bermanfaat.




You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.