Perdarahan Setelah Melahirkan : Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko

by - May 09, 2016


Web Bunda - Bunda, setelah berhasil melalui masa persalinan yang penuh dengan tantangan dan kejutan, bukan berarti 'zona aman' sudah sepenuhnya didapatkan. Perdarahan setelah melahirkan kerap terjadi dan bahkan , jika perdarahan ini tidak mendapat penanganan yang tepat dan sesegera mungkin, dapat menjadi penyebab kematian ibu nifas.


Perdarahan setelah melahirkan, atau dalam bahasa medis disebut sebagai perdarahan post partum, terjadi setelah ibu berhasil melahirkan plasenta (ari-ari).

Apa saja penyebab perdarahan setelah melahirkan?

Penyebab perdarahan setelah melahirkan ini tergantung apakah perdarahan setelah melahirkan ini bersifat primer atau sekunder. 

Jika perdarahan setelah melahirkan ini terjadi dalam 24 jam setelah persalinan, maka ini disebut sebagai perdarahan post partum primer, yang biasanya disebabkan karena ;
  1. Rahim gagal berkontraksi untuk menghentikan perdarahan akibat perlukaan jalan lahir (atonia uteri),
  2. Adanya sisa plasenta yang masih tertinggal di dalam rahim,
  3. Adanya robekan jalan lahir yang terlalu besar, dan/atau
  4. Akibat terdorongnya rahin keluar dari rongga perut akibat persalinan (inversio uteri).
Jika perdarahan setelah melahirkan ini terjadi lewat dari 24 jam setelah persalinan, maka keadaan ini disebut sebagai perdarahan post partum sekunder, yang biasanya disebabkan karena;
  1. Adanya infeksi masa nifas,
  2. Adanya sisa plasenta yang tertinggal di dalam rahim, dan/atau
  3. Proses kontraksi rahim yang kurang baik.
Saat nifas, bagaimana kita bisa tahu apakah itu darah nifas normal atau perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) ?

Mungkin pertanyaan ini juga terlintas dalam benak Bunda.

Per definisi perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) ini adalah hilangnya darah 500 mL atau lebih setelah persalinan selesai dengan pengeluaran plasenta. Untuk menghitung volume darah sebanyak 500mL tentu sangat membingungkan bagi Bunda yang awam dengan dunia medis.

Namun, Bunda, kita dapat melihat gejala klinis yang biasanya terjadi pada perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) ini, yaitu berupa tanda-tanda akan terjadi syok akibat perdarahan.

Tanda-tanda syok tersebut berupa ;
  1. wajah yang pucat, 
  2. tubuh yang lemas, 
  3. anggota gerak (tangan, kaki, jari-jari) teraba dingin, 
  4. denyut nadi teraba sangat lemah dan cepat, dan 
  5. tekanan darah yang rendah.
Perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) biasanya terjadi sangat hebat sampai sang bunda bisa saja jatuh dalam keadaan syok dalam waktu singkat yang mengancam nyawanya.

Atau perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) dapat terjadi perlahan-lahan, menetes sedikit-sedikit tetapi terus menerus, yang akhirnya bunda dapat kehilangan darah total yang jumlahnya banyak dan mengakibatkan bunda menjadi lemas hingga masuk ke dalam keadaan syok.

Gejala-gejala klinis lainnya yang terkait dengan perdarahan setelah melahirkan ( perdarahan post partum) selain yang tersebut di atas adalah sbb.
  1. Darah nifas yang keluar tiba-tiba saja sangat banyak,
  2. Pengeluaran darah dari jalan lahir yang baunya menusuk,
  3. Rasa sakit di perut bagian bawah atau punggung,
  4. Sakit kepala terus menerus,
  5. Gangguan penglihatan,
  6. Nyeri ulu hati yang bukan akibat sakit maag,
  7. Merasa mudah letih, ngos-ngosan dalam kegiatan yang ringan,
  8. Pembengkakan di wajah dan tangan,
  9. Rasa sakit saat buang air kecil, dan
  10. Demam.
Sebenarnya apa saja yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) ini ?

Faktor risiko paling besar untuk terjadinya perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) adalah riwayat perdarahan post partum pada persalinan sebelumnya.

Jadi, seandainya perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) pernah terjadi sebelumnya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan Dokter atau Bidan, tentang upaya apa yang dapat dilakukan agar perdarahan setelah melahirkan itu tidak terulang.








Faktor risiko perdarahan setelah melahirkan (perdarahan post partum) lainnya adalah :
  1. Kehamilan lebih dari 5 kali (grande multipara),
  2. Perpanjangan induksi persalinan,
  3. Kehamilan kembar, dan
  4. Chorioamnionitis (infeksi selaput ketuban).
Demikianlah Bunda artikel tentang perdarahan setelah melahirkan.

Semoga bermanfaat ya.





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.