Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Depresi Post Partum

by - May 23, 2016

Blog dr.Dini - Depresi post partum adalah gangguan kejiwaan serius yang mempengaruhi 19% dari semua ibu yang baru melahirkan. Sekitar 1 dari 5 orang ibu yang baru melahirkan akan mengalami depresi post partum yang bersifat ringan, sedang, sampai berat.


depresi post partum, depresi pasca persalinan, depresi setelah melahirkan, depresi setelah persalinan


Depresi post partum adalah salah satu bentuk dari gangguan jiwa pasca melahirkan selain baby blues dan psikosis post partum. Depresi post partum dapat terjadi pada sebagian besar ibu yang baru melahirkan di seluruh dunia.



Penyebab Depresi Post Partum

Depresi post partum dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain ;
  1. Perubahan hormon setelah melahirkan yang dapat mempengaruhi kerja otak.
  2. Bunda dengan riwayat kecemasan atau depresi sebelum hamil.
  3. Peristiwa dalam hidup kurang menguntungkan atau penuh dengan tekanan.
  4. Mempunyai riwayat keluarga mengalami depresi.
  5. Kelelahan.
  6. Tidak adanya dukungan dari keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar.
  7. Bayi yang dilahirkan tidak sesuai dengan harapan, seperti misalnya bayi dengan riwayat pertumbuhan janin terhambat, bayi dengan berat lahir rendah, dan bayi prematur.
  8. 37% depresi post partum disebabkan karena faktor ekonomi rendah.
Menurut Lovejoy, Graczyk, O'Hare, dan Neuman, 2000, Depresi yang terjadi pada ibu setelah melahirkan akan mengurangi keterlibatan ibu dan bayi secara emosional, merusak komunikasi, dan meningkatkan permusuhan/kebencian ibu terhadap bayi mungilnya yang lucu.

Ibu yang kelelahan dalam mengurus buah hati sendirian, tidak adanya dukungan, dan tidak adanya bantuan keluarga, juga dapat menimbulkan gangguan kognitif pada ibu. Ibu yang baru saja melahirkan menjadi kehilangan minat terhadap bayinya dan menjadi kurang motivasi untuk merawat bayinya.

Gejala Depresi Post Partum

Gejala obsesif kompulsif dan gangguan stres pasca trauma dapat dialami oleh sebagian ibu selama periode nifas (post partum).


Adanya sejumlah kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan akan memicu timbulnya depresi post partum dengan gejala-gejala sebagai berikut ;
  • Ibu merasa bersalah atas hal-hal yang di luar kuasanya. Misalnya dengan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, sang Ibu menyalahkan diri sendiri. 
  • Tidak bisa menikmati indahnya kehadiran bayi dan tidak memiliki ketertarikan terhadap si Kecil.
  • Ibu tidak bisa tidur walaupun saat bayi tertidur.
  • Atau justru ibu merasa terlalu lelah, terlalu banyak tidur, dan enggan bangkit dari tempat tidur.
  • Merasa kewalahan dan tidak mampu melakukan kegiatan pada siang hari.
  • Tidak mampu berkonsentrasi.
  • Tidak nafsu makan.
  • Ibu merasa tidak normal.
  • Ibu tidak mampu membuat keputusan apapun.
  • Merasa gagal sebagai seorang ibu.
  • Merasa sendirian atau kesepian.
  • Ibu sering berpikiran bahwa bayi akan lebih baik tanpa ibunya.
Ibu yang mengalami depresi post partum seringkali tidak makan. Padahal setelah melahirkan, tentu ibu memerlukan asupan zat gizi yang mencukupi untuk proses penyembuhan pasca persalinan.
  
Cara Mengatasi Depresi Post Partum

1. DUKUNGAN KELUARGA


Biasanya jika lingkungan keluarga mendukung, siap membantu, dan memberikan kasih sayang pada ibu yang baru melahirkan, depresi post partum ini jarang terjadi, kecuali pada ibu yang memang sudah pernah mengalami depresi sebelum terjadinya kehamilan.

Jika bantuan yang diberikan keluarga sudah maksimal namun gejala depresi post partum ini tidak juga menghilang atau bahkan meningkat menjadi keinginan untuk bunuh diri, maka langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah berkonsultasi dengan Dokter ahli Jiwa.

Dokter ahli Jiwa akan memeriksa ibu post partum dan memutuskan apakah ia memerlukan terapi anti depresan atau tidak.

2. KOMUNITAS IBU NIFAS YANG MENGALAMI HAL SAMA

Bergabung dengan komunitas atau grup ibu nifas yang mengalami hal yang sama dapat membuat ibu merasa tidak sendirian.

Berbicara dengan mereka yang mengalami depresi post partum juga dapat membantu ibu untuk mencurahkan isi hati tanpa merasa malu atau tanpa merasa tidak normal. Hal ini perlahan dapat mengurangi gejala depresi yang sudah muncul.

3. ZAT GIZI YANG BAIK

Pemenuhan zat gizi yang baik untuk ibu nifas sangat membantu mempercepat pemulihan masa nifas termasuk masa depresi.

Pada ibu yang tidak nafsu makan, kebutuhan akan vitamin yang diperlukan tubuh dapat diberikan melalui suplemen makanan yang mengandung omega 3 dan multivitamin lainnya.

Konsumsi alkohol tidak diperbolehkan pada ibu dalam masa nifas dan mengalami depresi. Selain bisa mempengaruhi kualitas ASI, alkohol juga dapat memperburuk depresi post partum.

4. ISTIRAHAT

Istirahat sangat diperlukan ibu untuk penyembuhan. Kebanyakan ibu yang mengalami depresi post partum memang akan mengalami kesulitan untuk tidur.

Hal-hal yang dapat membantu bunda untuk tidur di antaranya adalah ;
  • mandi air hangat sebelum tidur,
  • pijat relaksasi,
  • terapi akupunktur
  • meditasi
Pada malam hari, keluarga dapat membantu ibu untuk tidur dengan memberikan ASI perah yang telah disimpan di dalam lemari es. Sementara itu, ibu bisa tidur sebanyak yang dibutuhkan.

5. CARI KEBAHAGIAAN

Usahakan untuk merasa bahagia, jika ibu tidak bisa, maka carilah kebahagiaan itu. Cobalah lakukan sesuatu yang menjadi kesukaan ibu sebelum terjadinya depresi post partum.

Contoh kegiatan yang bisa menimbulkan kebahagiaan di antaranya adalah ;
  • kegiatan keagamaan (menjalankan ibadah),
  • berkumpul dengan teman-teman dan keluarga yang peduli,
  • menghabiskan waktu berdua dengan suami,
  • mendengarkan musik, dll.
6. OLAHRAGA

Olahraga dapat membantu untuk mengeluarkan hormon beta endorfin yang akan memberikan efek bahagia. Olahraga yang cocok untuk ibu nifas adalah senam nifas.

Sebenarnya skrining dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya depresi post partum pada wanita hamil yang sudah menampakkan gejala-gejala depresi.

Namun, nampaknya masih sedikit fasilitas kesehatan yang melakukan skrining depresi post partum pada wanita hamil yang melakukan kunjungan prenatal.

Inilah penyebab, gejala, dan cara mengatasi depresi post partum. Mudah-mudahan bisa membantu Anda dalam mengenali, menyadari, untuk kemudian mencari pertolongan medis jika mengalami depresi post partum.

Inilah artikel tentang Penyebab, Gejala, dan Cara mengatasi Depresi Post Partum. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :



.

 

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.