Pengaruh Persalinan Ekstraksi Vakum Terhadap Bayi

by - May 03, 2016

Blog dr.Dini - Pengaruh persalinan ekstraksi vakum terhadap bayi dianggap cukup berkaitan dengan tingkat kecerdasan. Paling tidak anggapan seperti itu sudah beredar luas di kalangan masyarakat kita.


Kenyataannya, banyak sahabat Saya yang dulunya dilahirkan secara ekstraksi vakum tapi bisa menjadi sukses sebagai Dokter, Insinyur, Ilmuwan, dan profesi lainnya yang memerlukan tingkat intelegensia tinggi.

Berarti anggapan bahwa pengaruh persalinan ekstraksi vakum terhadap kecerdasan bayi itu tidak sepenuhnya benar, dong, ya.

Memang setelah persalinan dengan bantuan ekstraksi vakum dilakukan, akan timbul benjolan kepala pada bayi yang dalam bahasa medis disebut kaput suksedaneum. Adanya kaput suksedaneum inilah yang membuat orang tua khawatir akan pengaruhnya terhadap kecerdasan si Kecil.

Sebenarnya kaput suksedaneum yang terbentuk di kepala bayi akibat tindakan ekstraksi vakum pada persalinan ini adalah pembengkakan kulit kepala dan bukan bagian dari otak bayi.

Kaput suksedaneum ini muncul akibat proses penekanan/tarikan dari alat ekstraksi vakum yang bertekanan negatif saat Bunda mengejan. Kaput suksedaneum ini bukan pertanda dari kerusakan otak ataupun kerusakan tulang kepala.

Bahkan kaput suksedaneum bukan hanya terbentuk akibat persalinan dengan bantuan ekstraksi vakum saja. Kaput suksedaneum bisa terbentuk akibat persalinan lama pada persalinan yang normal atau ketika Bunda mengejan untuk berusaha melahirkan bayi secara normal padahal pembukaan/dilatasi serviks/leher lahir belum sempurna atau belum lengkap.

Jadi jika Anda mengejan terus menerus padahal pembukaan jalan lahir belum lengkap maka kaput suksedaneum ini dapat terbentuk juga. Kesimpulannya pembentukan kaput suksedaneum bukan hanya diakibatkan oleh persalinan ekstraksi vakum.

Kaput suksedaneum ini pun dapat menghilang sendiri dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. 

Lalu bagaimana pengaruh persalinan ekstraksi vakum terhadap bayi?

Pengaruh persalinan ekstraksi vakum terhadap bayi dapat dikatakan relatif AMAN selama dilakukan oleh tenaga profesional Dokter Spesialis ObGyn. Persalinan dengan bantuan ekstraksi vakum ini dilakukan jika sang Bunda tidak dapat melahirkan secara normal.

Sebenarnya terdapat beberapa cara persalinan jika Anda tidak bisa melahirkan bayi secara normal, di antaranya persalinan dengan forceps dan operasi caesar (sectio caesarea). Namun dari beberapa tindakan tersebut, persalinan ekstraksi vakum adalah persalinan dengan bantuan yang relatif paling aman.

Beberapa ibu lebih memilih operasi caesar jika dibandingkan dengan persalinan ekstraksi vakum padahal sebenarnya persalinan ekstraksi vakum ini dipilih untuk mengurangi semakin seringnya tindakan operasi caesar ini.

Sectio caesarea akan memerlukan biaya yang relatif besar dengan risiko yang besar pula. Hendaknya persalinan dengan operasi menjadi pilihan terakhir untuk melahirkan bayi. Dan memang ada indikasi-indikasi tertentu untuk menentukan cara persalinan yang akan dipilih oleh Dokter.

Seperti misalnya begini, saat Anda  melahirkan bayi pertama dengan pemanjangan kala II, di saat itu pembukaan jalan lahir sudah lengkap, karena kekurangan tenaga atau faktor lainnya, dalam 2 jam bayi belum juga lahir. Dalam hal ini tidak tepat dilakukan operasi caesar.

Demikian juga dengan persalinan ekstraksi vakum, ada indikasi-indikasi tertentu untuk melakukannya dengan mengesampingkan kontraindikasinya.

Alasan dilakukan tindakan persalinan ekstraksi vakum adalah sbb.
  1. Indikasi Ibu
  2. Indikasi Bayi
  3. Indikasi Waktu
Indikasi ibu yang memungkinkan dilakukan persalinan ekstraksi vakum yaitu saat ibu mempunyai penyakit penyerta yang berisiko tinggi jika mengejan terlalu kuat. Dalam hal ini persalinan ekstraksi vakum dapat membantu melahirkan bayi saat ibu mengejan dengan tenaga secukupnya.

Penyakit penyerta dari ibu seperti misalnya penyakit jantung, gangguan pernapasan, hipertensi dalam kehamilan, atau karena faktor kelelahan.

Sementara indikasi bayi yang memungkinkan dilakukan persalinan ekstraksi vakum adalah ketika janin besar sementara ibu tidak sanggup mengejan, adanya gawat janin yang mengharuskan persalinan harus cepat dilakukan, adanya tali pusat bayi yang menumbung sehingga menyulitkan pengeluaran bayi.

Sementara indikasi waktu yang memungkinkan dilakukannya persalinan ekstraksi vakum ini adalah saat terjadi pemanjangan kala II. Kala II ini dimulai ketika pembukaan jalan lahir (dilatasi serviks) sudah lengkap.

Jika kala II berlangsung lebih dari 2 jam pada Bunda yang melahirkan anak pertama dan lebih dari 1 jam pada Bunda yang melahirkan anak kedua dan seterusnya, maka hal ini sudah dikatakan sebagai pemanjangan kala II.

Artinya, jika Anda melahirkan anak pertama, dan setelah pembukaan lengkap, bayi belum juga berhasil dilahirkan, maka ini sudah termasuk indikasi persalinan ekstraksi vakum.

Atau jika Anda melahirkan anak kedua dan seterusnya, kemudian setelah pembukaan jalan lahir lengkap, bayi belum juga berhasil dilakukan dalam 1 jam, ini juga termasuk indikasi waktu dilakukannya persalinan ekstraksi vakum.

Sementara kontraindikasi dilakukannya persalinan ekstraksi vakum yaitu ;
  1. Jika bagian terbawah janin adalah wajah, bukan puncak kepala (presentasi muka),
  2. Dokter yang membantu persalinan tidak berkompeten dengan tindakan ekstraksi vakum,
  3. Indikasi dilakukannya tindakan ini tidak jelas,
  4. Sudah jelas adanya keterlambatan kemajuan pembukaan jalan lahir sebelumnya,
  5. Adanya gangguan disproporsi sefalopelvik misalnya panggul sempit dengan bayi yang besar,
  6. Sudah diketahui adanya gangguan pembekuan darah pada janin.
Pengaruh persalinan ekstraksi vakum terhadap bayi juga bisa buruk.

Pengaruh buruk akibat persalinan ekstraksi vakum terhadap bayi bukan tidak mungkin dapat terjadi. Namun angka kejadiannya 1 : 860 . Pengaruh buruk tersebut dapat berupa terjadinya laserasi kepala (robekan pada kulit kepala) atau perdarahan intrakranial.

Namun, risiko laserasi kepala dan perdarahan intrakranial ini bukan hanya milik persalinan ekstraksi vakum. 1:1900 persalinan normal juga dapat mengalami risiko ini.











You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.