Jika Bunda Hamil Lagi Saat Masih Menyusui

by - May 02, 2016

hamil,menyusui,breastfeeding,nursing

Web Bunda - Bunda, bagaimana jika Bunda hamil lagi saat masih menyusui? Tentunya sangat menggembirakan untuk mendapatkan anugerah yang tak terkira dari Allah S.W.T . Namun ketika kehamilan terjadi saat Bunda masih menyusui ini, bagi sebagian Bunda merupakan suatu kekhawatiran tersendiri.



Bukan tanpa alasan untuk sebagian Bunda khawatir ketika sudah hamil lagi saat masih menyusui, pasalnya aktivitas menyusui ini bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang berguna untuk mengeluarkan ASI, namun bisa membuat rahim Bunda berkontraksi.

Ketika rahim berkontraksi pada saat Bunda hamil, hal itu bisa memungkinkan terjadinya keguguran pada kehamilan trimester satu, dan kelahiran prematur pada kehamilan trimester ketiga.

Tapi, Bunda, beberapa penelitian yang sudah meneliti tentang menyusui saat hamil mengungkapkan bahwa hormon oksitosin yang dikeluarkan saat menyusui jumlahnya sedikit untuk bisa menimbulkan kontraksi hebat yang menjurus pada keguguran atau kelahiran prematur.

Jika kehamilan Bunda sehat, tidak ada masalah pada kehamilan sebelumnya, dan tidak memiliki faktor risiko berupa penyakit-penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi kehamilan, maka proses menyusui ini bisa terus dilakukan.

Lalu, keadaan Bunda hamil yang seperti apa yang perlu pengawasan Dokter lebih lanjut tentang kegiatan menyusui ini?
  • Umur Bunda 40 tahun ke atas,
  • Jika pada kehamilan sebelumnya Bunda mempunyai riwayat keguguran,
  • Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya,
  • Kehamilan kembar karena dikhawatirkan Bunda akan kelelahan atau kekurangan energi karena pasokan energi tidak cukup saat menyusui buah hati dalam keadaan hamil kembar,
  • Riwayat perdarahan pada saat kehamilan, dan
  • Riwayat nyeri perut bagian bawah akibat seringnya rahim berkontraksi.
Memang pada sebagian Bunda proses menyusui ini kadang harus dikurangi atau dihentikan terkait keadaan-keadaan tersebut di atas.

Namun, jika kehamilan tidak ada masalah dan kondisi Bunda sehat, maka proses menyusui ini dapat dilanjutkan. Tentunya dengan beberapa catatan agar Bunda yang hamil saat masih menyusui dapat menjalankan kehamilannya dengan baik.
 
Hal yang perlu Bunda perhatikan ketika menyusui saat hamil adalah sbb :

1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur agar produksi ASI melimpah.

2. Minum air dalam jumlah yang cukup.

Kebutuhan air untuk Bunda hamil yang sedang menyusui ini secara logika memang lebih banyak dibandingkan ketika Bunda tidak hamil dan tidak menyusui. Namun angka pasti berapa jumlah air yang disarankan belum dapat dipastikan.

Menurut Konsultan Laktasi Linda Wieser dalam blisstree.com, konsumsi air lebih dari 80 ons per hari bagi ibu hamil yang menyusui, justru akan membuat mereka kekurangan kadar kalium yang mempengaruhi produksi ASI. Ternyata kebanyakan minum malah justru membuat ASI jadi berkurang.

Seperti yang disebutkan oleh Konsultan Laktasi Kelly Bonyata, bahwa kebutuhan air untuk masing-masing ibu hamil yang juga sedang menyusui berbeda-beda tergantung metabolisme tubuh, kehamilan kembar, dan berbagai keadaan yang menyertai kehamilannya.

Hal terbaik menurut Kelly adalah minumlah ketika Bunda merasa haus. Perasaan haus adalah sebuah pertanda bahwa tubuh sedang membutuhkan cairan. Pergunakanlah insting itu, Bunda.

3. Konsumsi makanan bergizi.

Konsumsi makanan bergizi mutlak diperlukan untuk perkembangan janin dan kualitas ASI. Jika asupan makanan dirasa tidak mencukupi maka minumlah vitamin atau suplemen yang baik untuk Bunda hamil dan menyusui.

Kandungan nutrisi yang sangat diperlukan adalah zat besi, asam folat, kalsium, dan Vitamin B12. Zat besi mencegah terjadinya anemia. Asam folat mencegah terjadinya kecacatan saraf janin, dan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi.

Jika Bunda kekurangan asupan kalsium, terutama ketika hamil dan menyusui, maka sumber kalsium akan diambil dari tulang Bunda, sehingga mempengaruhi kepadatan tulang Bunda yang akan memicu terjadinya osteoporosis pada masa yang akan datang.

4. Posisikan postur tubuh senyaman mungkin ketika menyusui

Ketika menyusui buah hati tentu akan berbeda jika Bunda dalam keadaan hamil. Karena itu, posisikanlah postur tubuh senyaman mungkin. Jangan membuat rahim menjadi tegang karena posisi perut tertarik ketika menyusui dan jangan sampai rahim tertekan.

Pada sebagian Bunda, produksi ASI menjadi sangat berkurang menjelang persalinan. Saat itu, Sang Kakak mungkin akan berhenti minum ASI dengan sendirinya tanpa Bunda harus menyapihnya.

Sebagian Bunda lainnya, produksi ASI tidak berpengaruh menjelang persalinan. Sehingga ketika Sang Adik dilahirkan, Bunda dapat menyusui kedua buah hati Bunda dengan lancar.

Semoga info ini bermanfaat, ya, Bunda.





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.