Infeksi Masa Nifas : Ulasan Lengkap Dari Definisi Sampai Penanganan

by - May 25, 2016

Blog dr.Dini - Jangan abaikan demam yang terjadi saat Anda berada dalam masa nifas. Demam sebagian besar disebabkan oleh infeksi masa nifas, maka demam adalah tanda penting dari penyakit ini.

infeksi masa nifas, infeksi nifas

Demam ini adalah kenaikan suhu 38 derajat celcius atau lebih yang terjadi setelah 24 jam pasca melahirkan, selama 2 hari dalam 10 hari pertama masa nifas. Apa definisi, penyebab, faktor risiko, gejala, dan bagaimana transmisi kuman, pencegahan, serta penanganan infeksi masa nifas ini?

Berikut ini ulasan lengkap dari definisi sampai penanganan infeksi masa nifas

Definisi Infeksi Masa Nifas

Infeksi masa nifas atau yang disebut infeksi puerperalis adalah masuknya mikroorganisme yang merugikan ke dalam tubuh ibu nifas melalui luka di dalam rahim di mana luka tersebut adalah bekas tempat menempelnya plasenta yang terlepas pada proses persalinan.


Penyebab Infeksi Masa Nifas


Penyebab infeksi masa nifas adalah bakteri, di antaranya adalah sebagai berikut ;
  • Streptococcus
  • Staphylococcus
  • Escherichia coli
  • Clostridium tetani
  • Clostridium welchii
  • Chlamydia
  • Gonococcus
Kemungkinan terbesar yang dapat menyebabkan infeksi masa nifas adalah bahwa penolong persalinan itu sendiri yang membawa kuman dari vagina ke dalam rahim ibu saat melakukan pemeriksaan dalam untuk memeriksa pembukaan serviks.

Infeksi dapat juga disebabkan jika alat-alat yang digunakan dalam menolong persalinan kurang steril. Atau infeksi masa nifas disebabkan karena 'hubungan' sebelum proses persalinan dimulai.

Bakteri-bakteri penyebab infeksi masa nifas dapat berupa bakteri endogen dan bakteri eksogen.


Bakteri endogen adalah bakteri yang secara normal hidup di dalam vagina atau anus tanpa menimbulkan bahaya. Namun, jika bakteri endogen ini berada pada tempat yang bukan seharusnya, maka bakteri endogen dapat menyebabkan infeksi.

Pada proses persalinan, bakteri endogen yang terdapat pada vagina, dapat terbawa ke dalam rahim melalui tangan penolong persalinan. Ketika bakteri-bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui luka rahim bekas menempelnya plasenta, maka terjadilah infeksi masa nifas ini.

Luka rahim bekas menempelnya plasenta merupakan luka yang cukup besar. Di samping itu, pintu masuk kuman bukan hanya melalui luka rahim yang cukup besar tadi, melainkan sebagian kecil dapat melalui luka jalan lahir di vulva, perineum, vagina, ataupun leher rahim (serviks).

Saat kuman berhasil masuk dan menyebabkan infeksi masa nifas, maka kuman akan menjalar dan menyebabkan infeksi pada organ tubuh yang lebih luas, yang dimulai dari organ yang paling dekat misalnya saluran telur (salfingitis) atau selaput perut (peritonitis).

Bakteri eksogen adalah bakteri yang memang berada di lingkungan luar yang jika masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan penyakit. Bakteri eksogen ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui alat yang tidak steril saat persalinan, saat 'berhubungan', atau melalui tangan penolong persalinan. 

Faktor Risiko Infeksi Masa Nifas

  
Faktor risiko terjadinya infeksi masa nifas adalah sebagai berikut;
  1. perdarahan,
  2. trauma persalinan,
  3. proses persalinan yang lama,
  4. tertinggalnya plasenta di dalam rahim,
  5. anemia,
  6. malnutrisi,
  7. alat-alat yang digunakan menolong persalinan tidak steril,
  8. pemeriksaan pembukaan serviks yang terlalu sering,
  9. perawatan perineum yang tidak tepat, dan
  10. infeksi menular seksual yang memang sudah ada sebelum proses persalinan. 
Faktor paling penting yang memudahkan terjadinya infeksi masa nifas adalah trauma/luka persalinan dan perdarahan. 

Perdarahan setelah melahirkan akan menurunkan daya tahan tubuh ibu, tambahan lagi adanya luka persalinan akan membuat pintu masuk kuman ke dalam tubuh ibu, selanjutnya jaringan-jaringan rahim yang 'mati' yang masih tertinggal di dalam rahim menjadi 'makanan' yang baik bagi kuman.


Sampai 10 hari setelah melahirkan, bahaya terjadinya infeksi masa nifas ini masih mengintai. Karena itu, ibu harus cerdas memilih kapan waktu untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah akibat bersalin.

Hal-hal yang mungkin Anda alami setelah persalinan seperti misalnya kelelahan, kurang tidur, akan memicu terjadinya anemia. Keadaan anemia juga dapat menurunkan daya tahan tubuh Anda sehingga memudahkan terjadinya infeksi masa nifas.

Transmisi Kuman Penyebab Infeksi Masa Nifas


Terdapat berbagai macam jalan agar kuman dapat masuk ke dalam tubuh saat persalinan di antaranya adalah sebagai berikut ;
  1. Tangan penolong persalinan yang tertutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam                      (pemeriksaan pembukaan serviks) yang akan membawa masuk kuman yang berada di vagina.
  2. Sarung tangan dan alat-alat yang digunakan untuk menolong persalinan tidak sepenuhnya bebas dari kuman.
  3. Infeksi dapat ditularkan pada lingkungan tempat bersalin yang terkontaminasi bakteri dari hidung atau tenggorokan pihak lain. Karena itu, semua penolong persalinan wajib mengenakan masker dan pihak keluarga yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan dilarang masuk.
  4. Transmisi kuman dapat terjadi karena di dalam rumah sakit banyak tersebar bakteri yang berasal dari pasien lain. Kuman ini bisa menyebar melalui udara dan menyebabkan infeksi yang disebut infeksi nosokomial.
  5. Ibu yang mengalami ketuban pecah dini, yaitu ketuban sudah lebih dahulu pecah padahal belum ada pembukaan serviks, infeksi masa nifas dapat terjadi.

Gejala Infeksi Masa Nifas


Gejala yang timbul pada infeksi masa nifas adalah sebagai berikut.


Jika infeksi masa nifas ini terjadi juga pada organ jalan lahir bagian luar, maka dapat terlihat proses infeksi lokal berupa ;
  1. perubahan warna kulit vulva dan vagina biasanya menjadi merah meradang, 
  2. pada luka jalan lahir timbul nanah dan membengkak,
  3. darah nifas (lokia) bercampur nanah dan berbau,
  4. luka episiotomi terasa nyeri dan membengkak,
  5. suhu badan meningkat (demam), dan
  6. terasa nyeri saat bergerak.
Gejala infeksi masa nifas lainnya adalah ;
  1. lemah,
  2. tekanan darah menurun,
  3. nadi berdenyut cepat,
  4. nafas sesak (ngos-ngosan),
  5. nyeri tekan pada perut,
  6. nyeri pada panggul,
  7. gelisah,
  8. kesadaran menurun bahkan sampai koma.
Infeksi masa nifas adalah salah satu penyebab paling sering kematian ibu pasca persalinan selain perdarahan post partum dan eklampsia.


Macam-macam Infeksi Masa Nifas


Macam-macam infeksi masa nifas dapat terjadi pada berbagai organ tubuh sesuai dengan penyebaran kumannya.

INFEKSI VULVA, PERINEUM, VAGINA, DAN SERVIKS (LEHER RAHIM)


Infeksi vulva, perineum, vagina, dan serviks dapat terjadi bila luka episiotomi yang dijahit mengalami infeksi. Tanda-tanda luka episiotomi mengalami infeksi adalah ;
  • nyeri di perineum sekitar jahitan, 
  • sakit ketika buang air kecil (disuria),
  • pembengkakan luka episiotomi,
  • sulit berjalan karena luka episiotomi bengkak,
  • sisi jahitan episiotomi berwarna merah meradang,
  • adanya nanah di sekitar jahitan episiotomi,
  • tidak menyatunya jaringan dengan benang jahitan episiotomi, dan
  • demam tapi tidak terlalu tinggi (38,3 derajat celcius). 
Jahitan episiotomi sebaiknya diperiksa secara rutin apalagi saat Anda merasa nyeri atau susah bergerak karena jahitan episiotomi. Anda juga harus mengetahui bagaimana cara menjaga luka jahitan post episiotomi agar cepat cepat sembuh.


Dengan merawatnya dengan seksama, diharapkan infeksi masa nifas karena luka episiotomi ini bisa dihindari.

ENDOMETRITIS


Endometritis adalah infeksi endometrium (rahim). Gejala yang berkaitan dengan endometritis yaitu;
  • Demam bisa sampai 40 derajat celcius,
  • denyut nadi cepat (takikardia),
  • Menggigil (jika endometritis sudah berat),
  • nyeri pada panggul,
  • nyeri tekan perut bagian bawah,
  • kecepatan mengecilnya rahim melambat, sehingga ukuran rahim masih besar, dan
  • darah nifas yang keluar bisa sedikit yang disertai nanah dan berbau.
Infeksi masa nifas paling sering menjelma menjadi endometritis. Saat itu, kuman berhasil menyerbu masuk melalui luka bekas menempelnya plasenta, menyebabkan infeksi pada endometrium (rahim) yang berpotensi menyebarkan infeksi pada organ terdekat di sekitarnya.

Seandainya Anda mengalami salah satu gejala di atas, segeralah konsultasikan ini pada Dokter Kandungan agar mendapat penanganan dengan segera.

Endometritis yang tidak mendapatkan pengobatan dengan tepat dan segera, akan menyebarkan infeksi ke organ di sekitarnya, menyebabkan infeksi saluran telur (salfingitis), infeksi selaput perut (peritonitis), dan tromboflebitis.

TROMBOFLEBITIS


Apa yang dimaksud tromboflebitis ?

Tromboflebitis adalah infeksi yang menjalar melalui pembuluh darah balik (vena) yang dalam kaitannya dengan infeksi masa nifas ini dapat menyebabkan kematian pada bunda nifas.

Pembuluh darah balik yang biasanya terlibat dalam infeksi masa nifas ini adalah vena-vena dinding rahim dan vena tungkai bawah (kaki).

Pada tromboflebitis yang mengenai kaki ( vena femoralis), salah satu gejala infeksi masa nifas yang muncul adalah pembengkakan  mulai dari jari kaki, betis, dan paha. Biasanya hanya satu kaki saja yang bengkak,  tapi bisa juga kedua kaki menjadi bengkak.

Jika Anda mengalami gejala ini, konsultasikan juga pada Dokter ya. Apalagi jika gejala ini disertai dengan gejala demam tinggi.

Pencegahan Infeksi Masa Nifas


Kabar baiknya, sebenarnya infeksi masa nifas ini sangat bisa dicegah. Pencegahan terjadinya infeksi masa nifas ini pun dapat kita lakukan sebelum persalinan, saat persalinan, dan sesudah persalinan.

Pencegahan infeksi masa nifas sebelum persalinan yaitu saat Anda hamil adalah ;
  1. Mengurangi faktor risiko terjadinya infeksi masa nifas yang dapat dilakukan semasa kehamilan, misalnya mencegah anemia, malnutrisi, dan mengobati penyakit penyerta saat Bunda hamil. 
  2. Makan makanan bergizi dan mewaspai makanan yang bisa membahayakan janin sangat berpengaruh pada daya tahan tubuh Anda di samping baik untuk perkembangan janin.
  3. Mengurangi 'berhubungan' saat hamil tua dikhawatirkan dapat memicu pecahnya ketuban sebelum adanya persalinan dimulai.
Pendapat untuk menjarangkan 'berhubungan' saat hamil tua ini bertolak belakang pada pendapat para ahli lainnya yang mengungkapkan untuk sering 'berhubungan' pada hamil tua terutama saat tanggal perkiraan kelahiran sudah tiba.

Hal ini dilakukan untuk memicu terjadinya kontraksi rahim akibat adanya rangsangan zat prostaglandin yang terdapat pada sperma agar mempercepat proses persalinan.

Untuk itu, konsultasikanlah hal ini pada Dokter, untuk menilai yang mana yang sesuai dengan kondisi Anda saat hamil tua.

Pencegahan infeksi masa nifas saat persalinan terutama dilakukan oleh penolong persalinan dalam menggunakan alat-alat dan lingkungan yang steril.

Keluarga yang ingin menemani Anda dalam ruang bersalin sebaiknya menggunakan masker. Dan keluarga yang sedang mengalami influenza atau infeksi saluran pernapasan sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam kamar bersalin.

Pencegahan infeksi masa nifas setelah persalinan wajib dilakukan oleh Anda, seperti merawat luka episiotomi dengan benar, minum antibiotika yang telah diberikan oleh Dokter secara teratur dan harus dihabiskan, dan makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.


Penanganan Infeksi Masa Nifas


Jika infeksi masa nifas terlanjur terjadi maka penanganannya adalah konsumsi antibiotika yang diberikan oleh Dokter.

Infeksi masa nifas yang ringan masih dapat ditangani secara rawat jalan. Tapi di rumah, Anda harus memperhatikan suhu tubuh Anda apakah sudah stabil atau belum. Ukurlah suhu tubuh dengan menggunakan termometer secara teratur sedikitnya empat kali sehari.

Jika setelah minum antibiotika, suhu tubuh masih tinggi, maka segera hubungi Dokter, agar infeksi tidak berlarut-larut. Mungkin Dokter perlu mengganti jenis antibiotika jika hasil yang diharapkan dari antibiotika yang dikonsumsi Anda tidak sesuai harapan.

Beberapa dari ibu yang mengalami infeksi masa nifas yang sudah lanjut harus dirawat di rumah sakit.

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Inilah artikel tentang Infeksi Masa Nifas. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Jika Anda menyukai dan merasa bahwa artikel ini bermanfaat, Anda dapat berpartisipasi dalam pengembangan blog ini dengan cara klik tombol di bawah ini :



 




 



You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.