Cara Menyimpan ASI Perah Yang Benar

by - May 20, 2016

ASI perah

Web Bunda - Menyimpan ASI perah untuk ditinggalkan di rumah sebagai bekal untuk si Kecil tentu menjadi jalan keluar bagi Bunda bekerja yang masih ingin tetap memberikan ASI. Namun, sudahkah Bunda memahami cara menyimpan ASI perah yang benar ?

Inilah Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar


1. Menjaga Kebersihan Tangan

Sebelum menyimpan ASI perah, jangan lupa cuci tangan dahulu ya, Bunda. Cucilah tangan Bunda dengan sabun antiseptik yang dapat membunuh kuman yang menempel pada tangan.

Selain mencuci tangan bunda yang akan digunakan untuk memerah ASI, pastikan juga alat pompa ASI dan botol penampung ASI sudah dicuci bersih dan disterilkan sebelumnya.

2. Memilih Botol Penampung ASI

Botol penampung ASI perah yang terbaik adalah yang terbuat dari kaca dengan tutup dari karet. Jika Bunda menggunakan botol yang terbuat dari plastik maka pastikan bahwa botol plastik tersebut sudah berlabel aman digunakan untuk bayi atau bebas dari bahan yang dapat membahayakan kesehatan bayi.

Botol kaca tidak mudah pecah saat menyimpan ASI dalam freezer lemari es, namun berhati-hatilah saat mensterilkan botol kaca ini, karena salah-salah, botol kaca bisa pecah.

Sebaliknya botol plastik memang tidak rentan pecah saat disterilkan namun botol plastik dapat pecah saat ASI dibekukan di dalam freezer lemari es.

Untuk mengantisipasi kemungkinan botol plastik yang menampung ASI bocor/pecah, bungkuslah lagi botol plastik dengan plastik kemasan kiloan yang transparan, agar terlihat apakah ASI tumpah atau tidak.

3. Mensterilkan Botol Penampung ASI

Botol kaca atau botol plastik harus dicuci bersih dan disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menampung ASI.

Sterilisasi botol penampung ASI baik yang terbuat dari kaca ataupun plastik adalah dengan cara merebus botol penampung ke dalam air mendidih selama 5 menit. Hati-hati botol kaca bisa saja pecah.

Selain merebus botol penampung dalam air mendidih, sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat sterilisator elektrik.

4. Menampung ASI

Menampung ASI di dalam botol jangan sampai terlalu penuh, karena biasanya ASI akan mengembang jika dibekukan.

ASI yang terlalu penuh di dalam botol plastik juga memudahkan botol plastik pecah. Jangan lupa untuk membungkus kembali botol plastik dengan plastik kemasan kiloan transparan ya, Bunda, untuk mengantisipasi seandainya botol plastik tersebut benar-benar bocor.

5. Memberi Label Tanggal

Berilah label yang berisi tanggal kapan ASI perah mulai disimpan. ASI perah yang digunakan berdasarkan fi-fo ( first in - first out ). Jadi ASI yang lebih dahulu digunakan adalah ASI yang lebih dahulu disimpan.

First in - first out ini dilakukan agar ASI perah tidak terlalu lama tersimpan dalam lemari es karena semakin lama ASI perah tersimpan dan belum digunakan, semakin menurun kualitasnya, seperti menurunnya fungsi zat antibodi dalam ASI yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi.

6. Lama Penyimpanan ASI

ASI perah bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu tergantung pada lama penyimpanan dan suhu tempat ASI perah disimpan.

Di udara terbuka bebas atau dalam suhu ruangan, yaitu sekitar 25 derajat celsius, ASI perah hanya dapat bertahan selama 4-5  jam saja.

Di dalam lemari es, ruangan box khusus dengan suhu sekitar 4 derajat celsius, ASI perah dapat bertahan selama 24 jam.

Namun, di dalam freezer lemari es yang mempunyai suhu minus 18 derajat celcius, ASI perah dapat bertahan selama 6 bulan.

7. Penggunaan ASI Perah Setelah Disimpan atau Dibekukan

Setelah disimpan dalam lemari es, botol penampung ASI bisa direndam dalam mangkuk berisi air hangat. ASI perah tidak boleh dipanaskan atau dimasak karena kandungan zat antibodi yang terdapat dalam ASI  dapat rusak pada suhu panas.

Jika ASI sudah agak hangat (hangat-hangat kuku), bisa langsung diberikan pada bayi.

ASI perah yang disimpan atau dibekukan dalam freezer sebaiknya dikeluarkan dan disimpan dalam lemari es terlebih dahulu sampai bekuan ASInya mencair, lalu setelah itu baru direndam di dalam mangkuk berisi air hangat.

Perubahan suhu yang terlalu cepat dari freezer ke suhu ruangan juga dapat menurunkan kualitas ASI..

Selain merendam botol penampung ASI perah dalam mangkuk berisi air hangat, ASI perah juga dapat dicairkan atau dihangatkan dengan menggunakan alat penghangat ASI elektrik.

ASI perah yang sudah dicairkan atau dihangatkan kembali tidak boleh disimpan dalam lemari es atau freezer untuk dapat digunakan lagi.

Nah, sekarang Bunda sudah lebih memahami cara menyimpan ASI perah yang benar. Semoga ilmunya bisa bermanfaat ya, Bunda.







You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.