Cara Mengatasi dan Mencegah Kejang Demam Pada Anak di Rumah

by - May 23, 2016

anak kejang, kejang demam

Blog dr.Dini - Sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara mengatasi dan mencegah anak kejang demam di rumah, meskipun kita tidak pernah mengharapkan bahwa kejang demam akan terjadi pada anak kita.

Kejang demam adalah kejang demam yang timbul karena adanya kenaikan suhu tubuh (demam) yang proses terjadinya di luar sistem susunan saraf pusat (otak). Jadi kejang demam pada anak yang timbul ini bukan karena kerusakan otak, seperti pada epilepsi.

Suhu tubuh yang meningkat lebih dari normal, yaitu di atas 38 derajat celcius berpotensi menimbulkan kejang. Namun, tidak semua anak berpotensi menjadi kejang demam saat suhu tubuh di atas 38 derajat celcius. Hal ini tergantung dari ambang kejang yang berbeda yang dimiliki tiap anak.

Pada anak dengan ambang kejang demam yang rendah, ia akan kejang saat suhu tubuh di atas 38 derajat celcius. Beberapa anak lainnya yang memiliki ambang kejang demam yang tinggi, kejang demam baru terjadi saat suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius atau lebih.



Kejang demam juga biasa dikenal oleh masyarakat dengan nama 'step'. Biasanya kita akan panik sekali ketika menjumpai anak yang kejang demam dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi jangan sampai kita melakukan hal-hal yang justru membahayakan si Kecil saat berusaha menolongnya.

Ciri-ciri anak yang terkena kejang demam adalah sebagai berikut :
  1. Kejang demam dapat bersifat kejang umum dan kejang sebagian. 
  2. Kejang umum adalah kejang di mana kedua tangan, kedua kaki, dan badan terlihat kaku dan berkedut kuat. Kejang umum umumnya tidak berbahaya.
  3. Kejang sebagian adalah kejang di mana anggota gerak (tangan dan kaki) yang kaku hanyalah sebelah sisi saja. Biasanya mata anak tidak melirik ke atas. Kejang sebagian merupakan tanda 'bahaya' yang menunjukkan adanya gangguan saraf pada anak, di samping kejang demam.
  4. Bola mata berbalik ke atas.
  5. Gigi terkatup.
  6. Kadang disertai muntah, keluar air liur, dan mulut berbusa.
  7. Kadang terjadi henti napas sejenak.
  8. Kadang disertai kehilangan kontrol buang air besar dan buang air kecil pada anak.
Perlu diingat bahwa demam bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya kejang. Saat kejang demam yang terjadi adalah kejang sebagian maka konsultasikan hal ini pada Dokter Anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lama terjadinya kejang juga bervariasi, antara beberapa detik sampai puluhan menit. Biasanya kejang demam terjadi hanya beberapa detik saja dan tidak berulang. kejang demam yang lebih dari 5 menit dan yang sering berulang mungkin disebabkan penyakit lainnya.

Kejang ini perlu dibedakan antara kejang demam dan kejang yang terjadi saat demam akibat proses penyakit lain. Karena kejang demam ini terjadinya di luar sistem saraf pusat dan tidak menimbulkan kerusakan berarti pada otak.

Penyebab lain yang dapat menyebabkan kejang antara lain :
  • Trauma kepala (trauma lahir),
  • Infeksi atau radang otak,
  • Perdarahan otak,
  • Kelainan bawaan pada otak,
  • Gangguan metabolisme dan elektrolit,
  • Reaksi alergi,
  • Keracunan obat atau bahan kimia, dan
  • Faktor keturunan.
Jika kejang demam terjadi pada anak, berusahalah untuk tidak panik. Ini cara mengatasi kejang demam pada anak di rumah :
  1. Baringkan anak pada tempat yang datar untuk menghindari ia terjatuh.
  2. Jauhkan anak dari benda-benda berbahaya di sekitarnya ketika ia kejang.
  3. Longgarkan pakaian anak agar ia bisa tetap bernapas saat kejang.
  4. Miringkan posisi kepala ke salah satu sisi kanan atau sisi kiri untuk mencegah terjadinya aspirasi air liur atau cairan muntah ke paru-paru. Jangan sampai ia tersedak.
  5. Jangan beri anak makanan atau minuman saat terjadi kejang, hal itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan aspirasi makanan dan minuman ke paru-paru.
  6. Keluarkan makanan atau minuman dalam mulut anak saat kejang.
  7. Berikan obat anti-kejang melalui anus.
Mengetahui ciri-ciri kejang demam dan cara mengatasi kejang demam pada anak ini membuat saya bertekad untuk berusaha sekuat mungkin mencegah agar kejang demam ini jangan sampai terjadi.

Meskipun kejang demam biasanya berlangsung hanya beberapa detik saja, mencegah agar jangan sampai terjadi kejang demam, adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Karena saat terjadi kejang, pasokan oksigen akan terganggu, akibatnya otak anak akan kekurangan oksigen sebagai makanannya. Semakin lama kejang terjadi, semakin banyak pasokan oksigen yang berkurang, semakin banyak bagian otak yang kekurangan makanannya (oksigen), dan akhirnya dapat menimbulkan kerusakan sel otak.

Lalu bagaimana cara mencegah kejang demam pada anak?

1. SEDIA SELALU OBAT PENURUN PANAS

Anak balita seringkali terkena infeksi virus yang menyebabkan anak sering demam. Apalagi kejang demam seringkali terjadi pada anak usia 3 bulan sampai 5 tahun.

Selalu sediakan obat penurun panas di rumah, untuk jaga-jaga. Jadi Anda bisa langsung memberikan obat penurun panas sesuai dosis anjuran ketika anak Anda demam. Untuk memastikan anak demam, ukurlah suhu tubuh anak dengan termometer.

Jika suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, berilah obat penurun panas, agar demamnya segera turun.

2. KOMPRES AIR HANGAT

Cara yang tepat untuk mengkompres anak yang sedang demam adalah dengan melakukan washlap seluruh tubuh anak dengan air hangat. Bukan dengan membiarkannya di kepala anak sampai kain kompresnya menjadi dingin.

Atau bukan dengan mengkompres bagian kepala anak dengan air dingin atau batu es.

Kompres air hangat ini dilakukan untuk memberikan stimulasi pada hipothalamus (bagian otak pengatur suhu tubuh). Seakan-akan kompres hangat ini memberitahukan pada hipothalamus bahwa panas yang dikeluarkan tubuh sudah cukup, jadi hipothalamus tidak mengatur suhu tubuh menjadi lebih panas lagi.

Begitulah kira-kira yang diceritakan oleh Dokter Anak Saya.

3. SEDIA OBAT ANTI KEJANG SUPOSITORIA

Terdapat obat anti kejang yang bisa diberikan pada anak melalui anus jika seandainya kejang terjadi. Obat anti kejang supositoria ini memberikan reaksi sangat cepat, sehingga ketika Anda memasukkannya ke anus, maka kejangnya langsung hilang.

Mintalah resep pada Dokter Anak Anda untuk mendapatkan obat anti kejang ini, karena obat ini harus menyertakan resep dokter.

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Inilah artikel Cara Mengatasi dan Mencegah Kejang Demam Pada Anak di Rumah. Semoga bermanfaat.😉










You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Untuk mendapatkan kunjungan balik, silakan gunakan Name/URL. Komentar akan dipublikasi setelah dimoderasi. Komentar berupa link aktif atau spam tidak akan muncul.

Recommended for You

loading...
Copyright 2017.Blog dr.Dini.All Right Reserved. Powered by Blogger.